RESTU ISTRIMU

RESTU ISTRIMU
17


__ADS_3

Tubuh Dama sudah melemas dan tergolek lemah di atas ranjang setelah melakukan donor darah.


Sekitar tiga labuh darah, Dama memberikan secara ikhlas untuk Yufi. Bukan secara kebetulan. Niat hati memang ingin donor darah dan ternyata orang yang membutuhkan itu adalah Yufi, istri Rama.


Pikirannya tertuju pada Yufi yang saat ini sedang bertarung nyawa di meja operasi.


"Bu silahkan ke ruang istirahat untuk menikmati makanan yang sudah di siapkan. Tapi kalau masih pening, silahkan rebahan dulu," ucap salah satu petugas PMI yang sudah melepaskan jarum dari tangan Dama.


"Iya. Sebentar lagi. Masih agak pening," jawab Dama pelan.


Perlahan Dama berjalan menuju tempat istirahat untuk menikmati indomie telor dan bubur kacang hijau serta susu putih berprotein di tambah nonus cokelat satu batang kesukaannya.


Setelah selesai makan dan menghabiskan menu yang di sediakan dari PMI.

__ADS_1


"Kamu Dama?" tanya seorang perempuan setengah baya tiba -tiba datang dan duduk di depan Dama lalu menyapanya denagn suara pelan.


Dama mengangkat wajahnya dan menatap perrmouan setengah baya itu dengan lekat. Perempuan berjilbab dengan pakaian gamis sederhana.


"Benar sekali. Anda siapa?" tanya Dama pelan.


"Oh jadi benar kamu adalah perusak rumah tangga adik iparku yang bernama Yufi? Ya ampun, kamu tuh kayak gak laku sampai mengejar Rama dan datang ke rumah sakit ini? Motivasi kamu apa sih? Mau dengan Rama yang jelas -jelas punya istri dan empat orang anak dan bahkan ini akan bertambah satu lagi anggota keluarganya. Kamu paham? Adik iparku iru stres berat karena kamu!!" teriak perempuan itu dengan keras dan nada suaranya begitu sangat tinggi. Sekitar delapan oktaf dari nada normal.


"Anda gak salah orang? Marah -marah begini?" tanya Dama pelan.


Perempuan itu malah melotot dengan dua bola mata membesar seperti akan keluar dari kedua kelopal matanya.


"Gak!! Nama kamu benara Dama. Foto kamu pun sama. Yang jelas saua gak pernah menyangka bisa bertemunkamu di sini!! Saya hanya ingin kamu sadar. Berhenti jadi pelakor!! Rama itu sudah tidak bekerja di perusahaan besar iru dan saat ini dia tak memiliki uang banyak untuk membiayai hidup kamu dan anak kamu!! Jadi cari laki -laki lain saja!!" teriak perempuan itu makin keras dan geram.

__ADS_1


"Hah!! Aku minta uang sama Mas Rama? Gak salah? Kalau mendengar cerita otu dari dua pihak bukan dari satu pihak dan di telan mentah -mentah!!" teriak Dama menjawab kasar ucapan perempuan yang menurutnya tak berakhlak.


Sejak kapan Dama berniat merebut Rama dari istrinya. Tahu kan kepanjangan "PELAKOR" itu apa? Perebut Laki Orang. Bukan tidak bisa, ia mendapatkan Rama sejak dulu dengan caranya sendiri dan menggenggam Rama untuk diirnya sendiri agar meninggalkan istri dana keempat anaknya. Sungguh bisa dan sangat bisa sekali


Tapi? Apa itu semua Dama lakukan? Tidak sama sekali. Dama memang sayang dan sangat mencintai Rama. Bisa hidup bersama dan mengarungi bahtera rumah tangga bersama Rama adalah tujuan dan harapan Dama di dalam setiap doanya.


Dama tidak segila itu untuk mendapatkan cinta dan raga Rama. Dama masih waras dan masih menjaga perasaan Bunda Yufi, istri Rama.


"Rama di pecat dari perusahaan itu juga karena kamu!! Dasar perempuan gila!! Perebut suami orang!! Penguras harta suami orang hingga istrk dan anaknya hidup susah!!" teriak perempuan itu sambil menggebrak meja.


Saat perdebatan itu masih terus berlangsung. Dama yang semakin kesal pun menyiram peremluan itu dengan air mineral yang ada di botol di mejanya.


"Cukup!! Jangan teruskan!!" teriak seseorang dari belakang dengan nada suara tinggi dan lantang.

__ADS_1


__ADS_2