
Pak Wira sebagai orang tua memiliki banyak pengalaman masalah ini. Mulai dari cerita orang, apa yang dia lihat sendiri san bahkan dulu dia nyaris memiliki masalah serupa seperi ini, sama seperti yang Dama rasakan.
"Boleh Bapak sedikit bercerita? Mungkin ini bisa di jadikan acuan untuk Mbak Dama ke depannya. Bisa juga di jadikan saran atau nasihat dari saya. Sebenarnya memang gak pantas, seorang supir memberikan nasihat seperti ini. Tapi, saya hanya ingin bercerita tentang pengalaman yang saya alami dengan mendiang almarhum istri saya. Itu juga jika mbak Dama tidak keberatan mendengarkan cerita saya," ucap Pak Wira pelan dan tetap fokus menyetir ke arah kampung halamannya.
Dama menoleh ke arah Pak Wira. Ia tak pernah sekali pun berbicara hal yang bersifat pribadi dengan Pak Wira. Selama ini hubungan mereka hanyalah sebatas hubhngan majikan dan supirnya saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Dama yang introvet di tambah sikap Pak Wira yang memang cuek dan tidak peduli dengan urusan pribadi majikannya. Salah atau benar bagi dirinya tak ada untungnya. Tapi kalau di ajak bertukar pikiran maka Pak Wira akan siap membedah segalanya agar paham maksud dan tujuannya serta akjir ceritanya bakal sepeeti apa. Tapi tetap keputusan ada pada pemain intinya.
__ADS_1
"Boleh. Dama akan dengarkan cerita Bapak sampai selesai. Mungkin bisa di jadikan pelajaran bagi Dama ke depannya," ucap Dama pelan dan berusaha menerima masukan dan saran positif dari orang lain.
Pak Wira mengangguk pelan. Ia mulai bercerita tentang masa lalunya. Cibta setiga yang hampir mirip dengan apa yang di alami Dama walaupun menurut Dama secara garus besar apa yang di ceritakan Pak Wira sama sekali tidak sama dan bertolak belakang dengan apa yang ia alami saat ini. Pak Wira memiliki wanita idaman lain dan ia sangat mencintai wanita kedua tersebut hingga berusaha memilikinya. Sama sebaliknya dengan wanita kedua itu yang berusaha mencuci otak Pak Wira untuk meninggalkan istri dan anak Pak Wira dan lebih parahnya semua finansial harus di berikan kepadanya. Jadi alur keuangan dia yang mengatur termasuk berapa jumlah uang yang bisa masuk kepada istri dan anak anaknya.
Apa yang Dama ucapkan itu sebuah kejujuran. Tidak ada sedikit pun kebohongan yang ia jelaskan.
__ADS_1
Pak Wira menoleh ke arah Dama, majikannya.
"Mbak Dama yakin dengan apa yang mbak Dama ucapkan? Tidak menuntut apapun? Saat ini mungkin iya? Nanti ke depannya?" tanya Pak Wira ragu.
Dama hanya menjawab dengan senyuman penuh arti. Tidak banyak yang mengetahui tentang pribadi Dama sesungguhnya
__ADS_1