RESTU ISTRIMU

RESTU ISTRIMU
29


__ADS_3

Pagi ini, Rama dan Dama sudah siap untuk melaksanakan prosesi akad nikah secara siri sesuai permintaan Dama.


Kyai yang akan menikahkan mereka pun sudah hadir dan siap untuk menikahkan keduanya. Dama mibta di walikan oleh kedua orang tuanya yang jauh melalui sambungan telepon. Kedua orang tua Dama hanya merestuai saja apapun keinginan Dama dan siapa pun pilihan Dama saat ini.


Kebetulan sekali, Dama sudah pernah bercerita tentang Rama kepada kedua orang tuanya. Dan saat itu rencana Dama memang menikah dengan Rama walaupun secara siri dulu.


Ada beberapa tetangga yang juga di hadirkan termasuk supir pribadi Dama untuk di jadikan saksi pernikahan siri mereka. Agar banyak orang tahu tentang pernikahan mereka.


Dama dan Rama sudah duduk berdampingan di depan Kyai untuk melafalkan ijab kabul. Ustad Adi pun ikut hadir menjadi saksi untuk Dama. Walaupun hatinya kecewa luar biasa karena tidak bisa mendapatkan Dama.


"Bisa kita mulai?" tanya Kyai itu dengan suara lantang.


"Bisa," jawab Rama mantap.


Acara ijab kabul itu pun di mulai. Kyai sudah menjabat tangan Rama untuk melafalkan ijab kabul.


"Saudara Rama, saya nikah dan kawinkan anda dengan Damayanti binti Lukas dengan mas kawin tersebut di atas di bayar tunai," ucap Kyai itu lantang.

__ADS_1


Dengan suara lantang Rama pun melafalkan ijab kabul itu dengan lepas.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Damayanti binti Lukas dengan mas kawin tersebut di atas di bayar tunai," ucap Rama tegas.


"Bagaimana? SAH?" tanya Kyai itu kepada semua tamu undangan.


Lalu menjawab serempak, "SAH!!"


Keduanya mengucapkan alhamdulillah atas kelancaran acara ijab kabul tersebut. Sebagai tanda pernikahan itu telah terjadi, Rama memberikan cincin kepada Dama.


"Terima kasih Mas Rama," jawab Dama lirih. Ia malah tidam tahu akan di beri cincin seperti ini. Ia pikir cukup menikah dan mengucap ijab kabul dan selesai.


Senyum Rama dan Dama begitu terlihat senang. Akhirnya masa penantian itu selesai juga. Eh ... belum selesai. Ini hanya pernikahan siri saja. Karena Dama tidak ingin menikah tanpa restu Yufi dan tanpa kehadiran Yufi.


Pernikaham ini hanya untuk menjauhkan fitnah dari banyak orang dan menjauhkan Dama dari dosa besar karena perzinahan.


Skip ...

__ADS_1


Suasana di rumah Yufi di kampung halamannya. Sejak malam hujan deras tak berhenti mengakibatkan sinyal ponselnya pun ada kendala. Pagi ini suasana juga mendung dan berkabut.


Sejak pagi, hati Yufi terasa gundah gulana. Tiba -tiba saja ia kepikiran Rama, suaminya. Baru seminggu mereka berpisah, rasanya sudah lebih dari satu bulan.


Rama memang sudah bicara baik -baik dengan Yufi untuk tidak pulang minggu ini. Kemungkinan minggu depan Rama akan pulang ke rumah menjenguk Yufi dan kelima anaknya. Soal materi dan fimansial, Rama tidak lernah melalaikan atau pun telat memberikan kiriman.


Setiap Yufi mengeluh maslaah keuangan. Sebisa mungkin Rama menyanggupinya entah bagaimana caranya. Bagi, Rama, hanya ini cara dia bisa membahagiakan Yufi, istrinya yaitu dengan memberikan apa yang di inginkan dan di bituhkan oleh Yufi, istrinya.


Yufi sedang menyusui Fano dengan botol susunya. Sejak pagi Yufi juga malas beranjak dari tempat tidur. Semua pekerjaan sudaj di kerjakan oleh asisten rumah tangganya yang sengaja di perbantukan untuk membantu Yufi.


Mulai dari nyuci, setrika, masak, bersih -bersih dan jaga kelima anak Yufi.


Tiba -tiba saja tanpa ada angin dan hujan


Prank ...


Bingkai foto pernikahannya dengan Rama terjatuh dari dinding. Padahal pakunya begitu kuat.

__ADS_1


Yufi menatap bingkai foto yangbtelah hancur berserakan di lantai kamarnya.


__ADS_2