RESTU ISTRIMU

RESTU ISTRIMU
30


__ADS_3

Hati Yufi berdebar dengan sangat kencang. Detak jantungnya begitu terasa degupannya hingga membuat suasana hati dan pikiran Yufi ikut terganggu.


Yufi melirik ke arah Fano yang sudah terlelap dan melepaskan botol dot yang di pakai untuk menyusui bayi itu.


Yufi segera bangkit dan berjalan menghampiri bingkai foto pernikahan Yufi dan Rama yang terjatuh begitu saja. Yufi berjongkok dan memegang lembara foto yang sudah terlepas dari bingkainya karena pecah. Ia terus menatap foto pernukahannya itu. Pernikahan yang sempat kontroversi saat itu. Bagaimana tidak, Ayah Yufi saat itu tidak menyetujui hubungan Yufi dengan Rama dengan alasan Rama itu miskin. Saat itu lamaran Rama hampir saja di tolak oleh Ayah Yufi. Sampai suatu saat Yufi bersikeras dan tetap ongin bersama Rama apapun resikonya.


"Ada apa Bu? Ada suara benda yang jatuh dan pecah," ucap asisten Yufi yang saat ini bekerja pada Yufi.


Yufi menatap kembali ke arah lantai bawah agar asisten itu tidak banyak ranya dan tahu apa yang terjadi baru saja.


"Ekhemm ... jatuh ya? Biar saya bersihkan," ucap Asisten itu dengan cepat.


Asisten itu langsung pergi kembali untuk mengambil sapu dan pengki untuk membereskan semua pecahan kaca dan bingkai foto yang patah berserakan di lantai.


Yufi membawa lembaran foto pernikahannya yang sudah lama itu ke atas lemari. Sempat ia tatap lekat dan dalam hati Yufi berkata, 'Firasat apa ini?'


Yufi kembali duduk di tepi ranjang dan berusaha melupakan firasat yang sempat singgah di pikirannya.


"Bu ... Sudah selesai. Permisi," pamit asisten itu setelah membersihkan lantai yang penuh dengan pecahan kaca.


Skip ...


Acara pernikahan siri Dama dan Rama sudah terlaksana. Sekarang keduanya sudah SAH menjadi pasangan suami istri yang SAH di mata agama. Kyai dan penghulu yang membantu menikahkan Dama dan Rama juga sudah menyarankan untuk melegalkan pernikahan mereka di KUA dengan cara meminta surat permohonan sidang isbat di oengadilan agama dan bila sudah ketuk palu bisa mendapatkan surat nikah yang asli. Pertanda memang sudah SAH di mata agama dan negara.


Malam ini hujan begitu lebat dan sangat deras. Rencananya besok pagi - pagi sekali Dama akan mengantar Rama ke kampung Yufi untuk menjenguk istri dan kelima anaknya yang masih kecil.


Dama sudah merebahkan tubuhnya di kasur setelah menidurkan Lanang di kamar yang berbeda. Kamar tidur utama mereka juga sudah terkunci rapat. Rama masih asyik duduk di sofa dengan televisi malah menatapnya yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Memang tadi Rama usai berkomunikasi dengan Yufi, istrinya melalui pesan singkat.

__ADS_1


Dama hanya menarik napas dalam. Dama sebenarnga hanya ingin waktu semalaman tanpa ada Yufi. Khusus waktu Rama untuk Dama seorang.


Dama sudah menarik selimut hingga menutupi bagian dadanya yang agak terbuka. Memang malam ini Dama sengaja memakai daster yang selalu di sukai oleh Rama.


Dama berharap malam ini akan menjadi malam yang berbeda dati malam sebelumnya. Walaupun memang mereka sudah pernah melakukan hubungan terlarang itu. Tapi, hubungan badan seyelah ada pernikahan walaupun siri akan tetap berbeda rasanya.


Suara guntur di langit begitu keras hingga kilatan cahaya jelas nampak dari balik kaca jendela yang sudah tertutup rapat oleh hordeng berwarna cokelat muda.


Rama menatap Dama yang sudah tertidur karena tak ada pergerakan. Ia pun beranjak berdiri dan mematikan televisi lalu mematikan saklar lampu kamar tidur dan menggantinya dengan lampu tidur yang lebih redup dan remang -remang.


Rama meletakkan ponselnya di atas nakas sebelah tempat tidur. Seperti biasa Dama selalu diam dan legowo tanpa tuntutan apapun pada Rama. Pernikahan ini pun di laksanakan atas dasar paksaan hati yang paling dalam.


Dama hanya ingin menjauhi dosa besar atas perzinahan yang sering ia lakukan bersama Rama. Batin Dama sebenarnya berontak karena ia tidak mau menikab tanpa restu Yufi.


Tapi ... ini sudah jalan hidupnya. Ini takdir untuk Dama.


Rama menyingkap selimut tebal itu dan ikut masuk ke dalamnya dan menutup rapat. Tubuhnya terus merapat dan memeluk Dama. Aroma strawberry dari rambut Dama pun membuat Rama semakin meningkat libido gairahnya di tambah udara yang memang semakin dingin terpacu untuk mencari kehangatan.


Rama mengusap pipi Dama lembut dan mengecup pipi itu berulang kali. Tak hanya pipi tapi juga kedua mata Dama yang terpejam pun tak luput dari sapuan mesra bibir Rama.


"Sayang ...." panggil Rama lirih.


"Hemm ...." jawab Dama singkat.


"Mamah belum tidur?" tanya Rama senang.


"Udah sih. Tapi Papah gangguin," jawab Dama dengan cueknya.


"Gangguin gimana? Masa seorang suami nyium istrinya gak boleh," ucap Rama sendu.

__ADS_1


Rama membalikkan tubuhnya dan kini tubuhnya terlentang.


Dama hanya menatap Rama lalu terkekeh sendiri.


"Yang bilang gak boleh itu siapa?" ucap Dama manja.


Rama menoleh ke arah Dama dan kini membalikkan tubuhnya kembali ke samping dan keduanya kini saling berhadapan.


Kedua mata mereka masih saling bertatap sendu dan mendamba. Kedua wajah mereka semakin mendekat dan makin tak berjarak.


Cup ...


Rama lebih dulu memulai dan mencium bibir sensual Dama. Bibir yang selama ini terlihat sellau menggoda Rama dan selalu ingin di mainkan dengan lidahnya.


Pertautan dua bibir yang terus bergelora dan tak bisa lepas satu sama lain. Rama makin bernafsu dan Dama makin bertahan mengimbangi hingga deru napas keduanya terdengar memburu.


Suasana yang sunyi dan senyap serta dingin berubah menjadi hangat dan bergairah.


Rama sudah membuka pakaiannya hingga tubuhnya polos di bawah selimut. Begitu juga dengan Dama yang sudah melepas daster itu dan di lempar ke lantai.


Sudah lama sekali hanpir satu tahun mereka tidak intim seperti ini. Anggap saja malam ini adalah malam pertama mereka.


Rama sudah berada di atas tubuh Dama. Mereka saling melepas rindu. Keringat yang yetus mengucur seolah ingin memberi tahu bahwa mereka rindu dan masih menginginkan aktivitas ini.


"Pah ..." ucap Dama lirih. Ia begitu menikmati permainan Rama yang semakin terasa lihai. Mungkin karean memang ia sering melakukan hal ini dengan Yufi.


'Aku tak boleh cemburu. Bunda Yufi memang istri SAH Rama. Jadi kalau Bunda Yufi lebih di prioritaskan, dan lebih di dahulukan memang begitu seharusnya,' batin Dama di dalam hatinya.


"Iya Sayang? Kenapa? Sakit? Kalau skait bilang," ucap Rama mulai meracau dan mempercepat gerakan push up nya di atas tubuh Dama.

__ADS_1


Wajahnya terkihat sedang menahan hasrat untuk pemyelesaian yang klimak dan merengkuh kenikmatan sempurna.l


"Arghhh ... Mamah," lirih Rama. Tubuh Rama langsung jatuh terkulai lemas di atas tubuh Dama.


__ADS_2