
Rumah tangga Yufi mulai bermasalah sejak anak kedua mereka lahir. Anak laki -laki kedua yang bernama Ahmad. Sebelum Saskia lahir sudah ada anak laki -laki pertama yang lahir dan di beri nama Ibra. Tapi, sayang anak itu tak snaggup menahan derita sakitnya. Sepuluh hari setelah lahir harus berada di ruang khusus perawatan bayi. Karena ada masalah lada organ dalamnya. Ususnya ada masalah untuk menerima makanan dan minuman sehingga bayi itu kekurangan cairan dan akhirnya meninggal dunia.
Saat itu, Yufi tak pernah mau ikut Rama tinggal bersama di kota. Semenjak pernikahannya dulu, Yufi memang ikut tinggal bersama Rama dan mertuanya walaupun terpisah rumah tapi masih dalam area wilayah yang sama.
Sebelum hamil, Yufi pernah bekerja di sebuah toko dekat kontrakan rumahnya untuk beberapa bulan saja sampai akhirnya Yufi positif hamil dan tidak di perbolehkan bekerja lagi oleh Rama karena harus fokus dengan kandungannya.
Dulu, Yufi bekerja untuk mengusir rasa jenuh sendirian di kontrakannya dan juga untuk melupakan kesedihannya karena anak pertamanya meninggal dunia.
Semenjak Yufi bekerja di toko pakaian, sikal Yufi mulai berubah. Saat itu usia pernikahan mereka baru menginjak dua tahun. Rama sendiri baru saja mendapatkan pekerjaan bari setelah ia meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai OB karena memang kontrak kerjanya telah habis. Saat itu Rama mulai bekerja sebagai jasa pengantar paket di salah satu agen ternama.
Namanya juga jasa pengantar paket. Masuk kerjanya selalu pagi, dari rumah kontrakan jam tujuh pagi karena jam masuk kerja jam delapan pagi. Pulang kerja seharusnya jam empat sore tapi terkadang terlambat karena faktor cuaca atau faktor jalanan. Kadi sampai di rumah kontrakan bisa maghrib atau sudah mau jam tujuh malam. Begitu setiap hari.
Suatu hari, tanla sengaja adik perempuan Rama yang juga bekerja di sebuah toko alat komputer pernah memergoki Yufi makan berdua dengan seorang laki -laki sepulang kerja dan bukan teman satu kerjaannya. Mungkin kalau teman satu kerjaannya masih bisa di tolerir, mungkin ada alasan lain seperti di traktir atau memang lagi pengen makan saja. Tapi, kali ini lelaki itu tak di kenal oleh adik perempuan Rama.
Adik perempuan Rama menginformasikan kejadian tadi pada ibunya bukan pada Rama. Karena Lina, adik Rama baru melihat satu kali saja. Ibu berpesan untuk tidak memfirnah apalagi ikut campur urysna rumha tangga kakak laki -lakinya.
__ADS_1
Sekali, dua kali dan akhirnya beberapa kali Yufi terlihat bersama dengan pria yang sama hampir setiap hari.
Sampai suatu hari, tanpa sengaja Rama melihat Yufi makan berdua dengan pria asing itu berdua dengan senyum bahagia. Rona pipinya bersemu merah dengan senyum manis sempurna terus ada di wajahnya.
Rama sudah pulang sejak tadi sekitar pukul dua belas siang. Tiba -tiba saja tubuhnya tidak enak badan dan ijin untuk pulang. Tapi di perjalanan malah melihat hal yang membuatnya panas. Padahal hari ini, Yufi libur. Di pikirnya Rama, suaminya akan pulang di jam seperti biasa. Makanya saat siang makan siang, Yufi dan pria asing itu membuat janji untuk makan bersama.
Ceklek ...
Lampu kontrakan di nyalakan oleh Yufi dan betapa terkejutnya Yufi saat itu melihat Rama sudah berada di dalam kamar kontrakan dengan memakai kaos dalam dan sarung seperti biasanya dan tatapannya tajam ke arah Yufi yang baru saja datang.
"Sudah," jawab Rama entengbdan menyalakan televisi menggunakan remote yang ada di tangannya. Suara televisi itu sengaja agak di besarkan agar terdengar bising.
Rama bangkit dari tidurnya dan duduk di kasur lantai untuk alas tidurnya selama ini.
"Sini Bun. Duduk dekat Ayah," pinta Rama lembut.
__ADS_1
Rama tidak pernah membentak Yufi. Vuma cara bicaranya memang agak nyelekit saja dan benar -benar menusuk hati. Yufibanak bungsu. Sesuai pesan kedua orang tua Yufi saat Rama ingin menikahinya adalah tidak boleh dinmarahi dan di bentak apapun kesalahanya Yufi perbuat. Kalau sampai terjadi, lebih baik pulangkan Yufi kepada orang tuanya.
Yufi tak ada pilihan lain selain menuruti keinginan Rama. Yufi meletakkan tasnya di lantai dan duduk di samping Rama.
Rama mengambil bungkusan makan siang yang sengaja ia bungkus untuk makan bersama dengan Yufi, istrinya. Perlahan Rama membuka satu bungkus nasi padang dengan dua lauk di dalamnya. Satu rendang dan satu lagi tunjang kesukaan Yufi, istrinya.
"Makan yuk bareng Ayah. Ada tunjangnya," cicit Rama pelan.
Yufi menatap nasi bungkus itu dengan bingung. Perutnya sudah kenyang karena baru saja Yufi makan siang di sebuah temoat makan seafood yang terkenal di daerah itu.
"Kok diem? Ayo makan? Bukannya suka sama tunjang," ajak Rama pelan. Rama masih menyuapkan nasinya dengan rendang ke mulutnya dan di kunyah lembut sebelum di telan.
Yufi diam. Perutnya benar -benar penuh dan kekenyangan hingga tak ada ruang lagi untuk nasi padang itu.
"Kenapa? Tumben gak mau makan bareng Ayah? Sudah bosen sama Ayah? Apa karena Ayah miskin?" ucap Rama ketus.
__ADS_1