RESTU ISTRIMU

RESTU ISTRIMU
23


__ADS_3

Seharian ini Yufi menunggu kabar suaminya yang tak kunjung mengabarinya. Rama janji akan mengirimkan uang hari ini setiba di kota di tempat bekerjanya.


Bolak -balik Yufi menatap ponselnya berharap -harap cemas. Tadi pagi, Rama memang meninggalkan uang satu juta lima ratus ribu rupiah untuknya. Pikir Rama, uang itu bisa di gunakan untuk membeli susunya Fano dan susu Mayka serta pampers.


Tapi, pada kenyataannya uang itu malah Yufi gunakan untuk membeli gelang emas. Ia malu kalau tidak memakai emas saat beberapa tetangga kampungnya datang ke rumahnya untuk menengok Fano.


Adat istiadat di kampung memang masih sangat kental sekali. Jiwa gotong royongnya juga masih sangat terasa. Mulai dari kerja bakti di makam, bantu membuat rumah, ada yang meninggal atau ada yang melahirkan.


Selain itu, Rama juga sudah menyewa satu asisten rumah tangga yang selalu datang setiap pagi dan pulang di sore hari untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga termasuk masak dan membantu mengurus kelima buah hatinya di saat Yufi terlihat kerepotan.


Gaya hidup Yufi di kampung memang sangat tinggi sekali. Ia tidak mau terlihat tidak punya dan ingin selalu terlihat tercukupi.


"Yufi ... Mau ikut arusan gak? Yang satu juta per bulan. Biasa, nanti keluarnya pas lebaran atau ikutan paket lebaran. Sebentar lagi mau lebaran," ucap Nanik dengan suara bersemangat jika sedang menawarkan sesuatu.

__ADS_1


"Mau sih mau. Tapi sekarang belum pegang uang. Tahu sendiri, kemarin bayar operasi saja, Yufi dan suami habis dua puluh jutaan. Uang tabungan habis, kan saya gak pake BPJS," ucap Yufi agak sombong.


Yufi selalu tudak mau kalah dan sering merasa kepanasan pada tetangga yang melebihi dirinya.


Keluarga besar Yufi dan termasuk Yufi semua sama. Memiliki karakter dan sifat yang mirip semua, iri, sombong, tidak pernah mau kalah, egois, dan galak.


Dari dulu hingga sekarang Yufi memang anak seoarng petani yang kaya raya. Sawahnya begitu banyak dan semuanya menghasilkan.


Perjalanan kisah cintanya cukup lama, yaitu sekitar tiga tahun lebih. Tapi saat itu, Yufi dan Rama melakukan hubungan jarak jauh.


Tidak memungkiri keduanya juga memiliki kekasih lain di kotanya masing-masing.


Yufi yang sudah memiliki kekasih putus nyambung selama tujuh tahun dan Rama yang juga sudah mau serius menikah dengan anak tetangganya yang sudah di pacarinya selama tiga tahun dan sudah mengantongi restu kedua keluarga besarnya.

__ADS_1


Tapi ... jalan hidup mereka berkata lain. Pertemuan mereka lewat jejaring media sosial membuat keduanya saling berjumpa dan bertemu lalu akhirnya menikah.


"Hei ... Jadi ikut arisan yang mana? Satu juta mau? Melamun aja. Melamunkan siapa sih?" teriak Nnaik keras.


"Iya yang satu juta sama paket lebaran yang sebulan seratus ribu aja sama paket anak sebulan sepuluh ribu. Tuh jadi satu juta seratus sepuluh ribu rupiah," ucap Yufi mulai menghitung.


Entah uang dari mana nanti. Pokoknya Rama, suamibya hatus berusaha keras bekerja. Tidak boleh malas apalagi anak mereka sudah lima.


"Cakep. Nah gitu domg. Ikut banyak. Mulai bulan ini terakhir bayar tanggal lima belas ya. Di tunggu," titah Nanik kepada Yufi.


"Beres," jawab Yufi asal.


Yufi semakin galau karean suaminya belum juga mentransfer sejumlah uang.

__ADS_1


__ADS_2