
“aku sekaya itu dong kalo berhasil, uangnya bisa aku gunakan untuk banyak hal” kata hati warti, karena warti diam membuat SP menatapnya “nona mengerti kan yang aku sampaikan?” Tanya SP yang berhasil membuyarkan lamunan warti “eh tentu saja, makasih loh sekarang aku sudah paham. Hmm mau pulang sekarang?” Tanya warti yang membuat kepala SP mengangguk lalu mereka pun segera kembali ke realita.
“lah gelap banget ini?” Tanya warti, ia merinding karena tidak bisa melihat apapun saat kembali ke jalan ini tiba tiba mobilnya langsung menyala lalu menghampirinya “ayo masuk nona” ajak SP yang membuat warti masuk kedalam karena itu ia kini merasa aman “is ngeri juga ya kalo malem, untung aku bukan indigo jadi gak bisa lihat hantu hehehe” kata warti yang membuat SP menggelengkan kepalanya “nona hantu itu tidak ada” sahut SP yang membuat warti tersenyum “iya, adanya itu iblis” guma warti lalu ia mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya.
“lah ini ngapa ibuku nelpon sebanyak ini?” warti terkejut karena ia melihat 10 panggilan tidak terjawab “telepon lah balik nona, siapa tahu penting?” pinta SP yang langsung warti laksanakan “halo assalamualaikum bu” kata warti saat panggilannya sudah di terima “waalaikum salam, kamu kemana aja sih ndok? Kok ibu telpon gak di angkat angkat?” Tanya sang ibu yang membuat warti tersenyum canggung “hehehe maaf bu tadi lagi kerja jadi hp nya aku tinggal di tas” jawab warti jujur yang membuat sang ibu menghela napas di sebrang sana.
“oh ngono toh, ibu kira kau keluyuran?” kata sang ibu.
“hehehe enggak lah bu, emang ada apa toh?” Tanya warti penasaran.
__ADS_1
“ini bapak mu kan udah mendingan, tapi dia pingin lihat kamu kangen katanya. Jadi kamu bisa pulang gak ndok?” Tanya sang ibu yang membuat warti tersenyum senang “ah gitu, yo wes bu aku bakal pulang besok” jawab warti cepat “serius bisa pulang besok? Naik apa?” seketika warti langsung bingung saat mendapat pertanyaan itu “ah gak usah kuatir bu, aku naik mobil kok” jawab warti.
“oh naik trevel?” Tanya sang ibu “eh bukan trevel bu, itu mobil ku sendiri hehehe” jawab warti ragu karena itu ia tertawa canggung yang membuat sang ibu terkejut di sana “mobil mu sendiri, emang kau bisa nyetir?” Tanya sang ibu tidak percaya “ah ya bisa bu, aku udah belajar. Tapi belum dapat sim hehehe” warti langsung menepuk keningnya dengan tangan karena merasa kikuk memberikan jawaban bohong itu.
“oh yo wes lah ndok, karep mu yang penting kamu cepet pulang ya?” pinta sang ibu yang membuat warti merasa lega “iya ibu enggeh, tunggu aku ya hehehe” sahut warti tampak merasa lega “ya sudah, ibu matikan ya. Kamu jangan lupa makan, solat” pinta sang ibu lagi “enggeh bu, siap deh” sahut warti bahkan sampai tangan kirinya juga hormat setelah itu terputuslah panggilan itu.
“nona mau pulang kampong?” Tanya SP.
“iya aku akan ikut nona. Sudah anda tenang saja nanti aku yang nyetir” sahut SP yang membuat warti tersenyum hambar karena itulah yang ia takutkan. “bukan itu masalahnya SP” kata warti lirih sehingga SP menatapnya “terus apa nona?” Tanya SP yang membuat warti berbalik menatap nya “ini mobil bahkan gak punya gagang setir, pokoknya gak mirip sama mobil umum lah. Aku takut mereka curiga kalo tiba tiba masuk kedalam kok bentuknya gini?” jelas warti yang membuat SP mengerti.
__ADS_1
“itu bisa di atur nona” setelah mengatakan itu tiba tiba bagian dalam mobil pun berubah yang membuat warti melongo, karena kini mobilnya sudah sangat keren dan mirip sekali dengan mobil pada umumnya “wah hebat banget kamu, bisa secepat itu berubah?” Tanya warti takjub namun ia juga tidak percaya “iya nona kan aku sistem yang sangat canggih”jawab SP dengan bangga yang membuat warti langsung mengacungkan jempolnya kepada ponsel ajaibnya yang masih menjadi robot kecil yang imut itu.
“kerja bagus SP” kata warti bangga.
“itu pasti nona” sahut SP.
Dan setelah sampai di rumah warti pun segera menyiapkan baju dan barang yang akan ia masukan kedalam koper “nona mau berapa lama di kampung?” Tanya SP saat melihat tuannya itu sibuk menata barang “entah lah, mungkin se minggu” jawab warti yang membuat SP terbang kearah jendela “nona kenapa tiap malam anda selalu buka jendela, kan banyak nyamuk masuk” Tanya SP yang membuat warti menatapnya sekilas “soalnya panas banget, jadi di buka dulu lagian aku udah pake obat nyamuk jadi bisa gak tergigit hehehe” jawab warti jujur karena kota Bandar lampung memang sangat panas, sehingga ia lebih sering membuka jendela jika berada di dalam rumah.
“udah selesai nih, yuk tidur?” ajak warti setelah selesai mengemas barang lalu ia menghampiri SP untuk menutup jendelanya dan saat itulah SP terbang menuju tempat tidur namun saat warti hendak menutup kordennya. Warti terkejut ia seperti melihat sosok pria di depan halaman rumahnya “eh Cuma halusinasi paling” warti langsung menggelengkan kepalanya lalu segera menutup kordennya dan berjalan menuju tempat tidur “nona kok anda tampak gelisah?” tentu warti kelabakan mendengar pertanyaan itu “ah aku Cuma kepikiran besok hehehe, ya udah matikan lampu geh” jawab warti lalu membaringkan tubuhnya dan segera menyelimutinya.
__ADS_1
“tadi aku benar benar melihatnya, tapi kok tiba tiba hilang ya? Masak hantu gak mungkin..” kata hati warti langsung di buat bingung dan gelisah, pasalnya ia memang yakin melihat sosok pria itu namun tiba tiba menghilang “ah sudah lah, salah lihat paling” warti akhirnya memaksa dirinya untuk berhenti memikirkan hal itu, karena ia teringat perkataan SP yang mengatakan hantu itu tidak ada. Lagi pula SP pun tidak bereaksi apa apa jadi warti memilih mengabaikan rasa takut dan penasarannya itu.
Di saat warti sudah asik di dunia mimpinya, terlihat kembali sosok pria itu dan kini sudah berada di dalam kamarnya “tap tap tap” langkah kakinya santai saat berjalan kearah gadis yang sedang terlelap itu “kalo kau pergi, aku juga akan ikut. Karena kau milikku sekarang” suara itu berhasil mengusik kesadaran warti, yang membuat gadis itu terbangun dari tidurnya “deg” mata warti langsung membelalak bahkan jantungnya ikut berdebar saat melihat sosok pria bermata biru itu “tidur lah, aku hanya ingin melihatmu saja” entah mengapa kalimat yang di ucapkan oleh pria itu bagai sihir yang mampu membuat warti kembali merasakan kantuk yang luar biasa sehingga ia kembali tertidur dengan nyenyak.