
''Kok hutan gini sih tempatnya? Apa mungkin kita mau kemping?'' Kata Warti yang membuat SP menatapnya heran ''Mana ada kemping nona, yang ada kita mau ke hutan belantara tepatnya di hutan kemiling'' Sahut SP yang membuat Warti melongo, dan yang lebih lucunya ia tiba tiba langsung cemberut ''Terus ngapain kita kemari jauh juga'' Kata Warti lagi, ia seperti akan di culik lalu di bunuh dan bangkai tubuhnya akan di buang ke hutan belantara.
''Nona jangan berpikir yang aneh aneh, portal gamenya memang terbuka di tempat ini jadi kita gak bisa protes'' Ujar SP yang membuat Warti tersenyum kecut ''Oke kapan sampainya sekarang aku udah mulai bosan nih?'' ujar Warti ia mengeluh karena terlalu lamanya menempuh perjalanan ''Cekit" tiba tiba mobil langsung berhenti yang membuat warti kembali menatap heran wajah SP yang datar itu ''Kenapa melihat ku nona? ayo keluar" Pinta SP yang membuat Warti cemberut lalu ia pun langsung keluar dari mobil begitu saja sehingga SP menyusulnya.
''Mau jalan jalan dulu?'' Tanya SP yang membuat Warti menghela napas dengan berat "Ha Ah ayo langsung aja, nanti kemalaman pulangnya kita jadi santapan binatang buas'' Jawab Warti sehingga SP langsung berkata ''Open'' sehingga pintu portal game pun langsung muncul dan terbuka dan mereka pun langsung masuk kedalam nya. ''Kenapa tempatnya begini?'' Tanya warti, sungguh ia tercengang saat melihat kota mati banyak bangkai mayat bergeletakan di mana mana dan membuat aroma busuk dari ayit darah menyengat indra penciuman.
''Kota ini adalah dystopia 11, kota pertama dari kota zombie ini hidup'' Jelas Sp singkat yang membuat Warti menganggukan kepalanya ''Nona mau mencari penawar virus itu sekarang?'' kepala Warti kembali mengangguk ''Mana senjataku'' kata Warti sehingga SP langsung berkata "Buka senjata'' dan keluarlah senapan berwarna biru sehingga Warti langsung menangkapnya.
__ADS_1
''SP kenapa para zombie ini mati?'' Tanya Warti saat ia terbang menggunakan seluncur ''karena mereka dalam waktu 10 hari akan mati nona, virus yang sudah di dalam tubuh mereka akan memakan otaknya saja setelah habis maka virus itu akan mati karena tidak punya makanan lagi tapi kalo burung atau hewan memakannya virus itu akan berpindah pokoknya sebelum mayat itu habis karena membusuk virus itu masih hidup walaupun sekarat'' Jelas SP panjang lebar yang membuat Warti mengerti ''Aku akan kah terkena virus juga?'' Tanya warti yang membuat SP menatapnya ''Tubuh anda ada kekuatan besarnya nona, jadi virus sekecil itu tidak akan mampu menjangkiti tubuh anda'' Jawab SP sehingga warti tersenyum penuh makna.
''Itu bagus setidaknya aku tidak akan jadi Zombie'' Guma Warti lalu mereka pun sampai ke pusat kota dimana banyak zombie berkeliaran bebas di jalanan yang sudah rusak parah, bebangunan yang sangat terbengkalai juga hancur berserakan di mana mana dan kendaraaan pun berceceran bagai mainan yang tidak akan pernah di jamah tangan manusia lagi. ''Nona anti virusnya tidak ada di tempat ini?'' Kata SP ''Bagaimana kau bisa tahu?'' Sahut Warti karena ia juga penasaran bagaimana cara mendeteksi keberadaan anti virus itu.
''Pakai sensor yang ada di drone ku nona, jadi kita langsung pergi ke dystopia 12?'' Tanya SP yang membuat warti mengangguk setuju ''Oke gas lah gak seru juga kalo cuma terbang mantau keadaan'' Sahut Warti yang membuat SP tersenyum lalu mereka pun melaju dengan sangat cepat karena tidak ingin membuang buang waktu namun saat mereka sampai di dystopia 20, mereka berdua di buat terkejut saat melihat sebuah menara yang sangat tinggi dan diatasnya terdapat bongkahan cahaya merah yang sangat terang seperti ada dua matahari. ''Itu apa SP?" tanya warti sambil tangannya menunjuk kearah bongkahan cahaya merah itu ''Itu anti virusnya nona'' Jawab SP yang membuat warti terkejut ''Sebesar itu? bagaimana caraku menghancurkannya?'' Tanya warti tidak percaya juga kebingungan karena bongkahan cahaya itu sangat besar.
''Terimakasih SP'' kata warti namun tiba tiba ''Cus'' Lagi lagi benda itu kembali datang membuat warti reflek langsung membidiknya dan segera menembaknya ''Duaar'' meledak, ya benda yang itu langsung hancur saat berbenturan dengan peluru senapan warti ''Nona berhati hati itu adalah bom yang meledakan banyak zat racun'' kata SP lalu dengan cepat drone milik SP terbang jauh supaya tidak mendapat serangan dadakan lagi.
__ADS_1
Kini SP dan warti sedang duduk di sebuah lantai rooftops ''Itu tadi apa?'' Tanya warti ia bingung karena terlalu cepatnya ia sampai tidak melihat dimana gerakan itu berasal dan benda apa itu ''itu adalah bom racun yang terpasang secara otomatis di dalam menara anti virus itu, jadi jika kita mendekat maka akan terdeteksi dan menyerang kita'' Jawab SP yang membuat Warti mengerti sekarang ''Begitu, kau punya rencana?'' Tanya Warti lagi karena ia merasa bingung ''Gimana kalo anda menembakan senapan itu dari sini?'' ujar SP yang membuat warti terkejut bukan main.
''Apa itu mungkin bisa di lakukan?'' Tanya Warti ragu untuk menggunakan senjata ini dari jarak jauh ''Cobalah nona'' Ujar SP yang membuat warti menganggukkan kepalanya lalu ia pun membidik benda kecil bersinar terang kemerahan itu ''Cus'' saat warti menembakan peluru senapannya terdengar suara itu yang berarti kecepatan peluru itu begitu cepat hingga berwarna biru terang ''Duar'' suara itu terdengar keras karena benturan peluru yang menengai bongkahan benda bersinar itu ''Apa aku berhasil?'' Tanya warti namun SP tidak menjawabnya karena matanya masih memandang lurus ke depan menatap sesuatu yang membuat warti juga ikut penasaran.
''Nona menghindar'' Teriak SP lalu ia dengan cepat membuat seluncur dan membawa Warti pergi dari atas gedung ini ''Duar'' Warti terperangah melihat gedung itu langsung hancur saat di hujan ni bom racun ''Ini gila, kekuatan kita tidak sebanding. Gimana ini SP?'' Tanya Warti karena ia juga merasa frustrasi dan karena itu lah Warti tampak kebingungan.
''Nona lihat kebawah?'' Kata SP yang membuat Warti menatapnya terlihat segerombol besar para zombie sedang menatap langit seolah ingin sekali menangkap warti ''Aku punya ide'' SP tersenyum kecil saat mendengar perkataan warti barusan.
__ADS_1