
“ah ternyata kau sembunyi di sini..” adi palsu itu langsung menyeringai jahat saat melihat warti sedang memegang pedang milik prajurit yang tumbang itu “maju lah jika kau ingin mati” tantang warti yang membuat adi menggila langsung menyerang warti secara brutal “ah ternyata dia sangat kuat..” keluh hati warti, ia mulai kewalahan menghadapi serangan pedang adi yang membabi buta itu “ah..” warti langsung melangkah mundur menjauhi tubuh adi “hmm kau boleh juga cah ayu, harusnya kau yang jadi muridku bukan si dira tidak berguna itu..” kata adi palsu yang ternyata ia adalah linda sang juru masak raja selama ini.
“kenapa kau lakukan ini?” Tanya warti, ia terluka cukup parah karena di bagian perut kanannya tertusuk pedang linda “karena raja sudah membantai keluarga ku, karena itu aku ingin membalas dendam dengan menjadi juru masaknya supaya bisa memberinya racun setiap hari dalam makanannya” jawab linda yang membuat warti tercengang “pasti raja punya alasan membunuh keluargamu?” kata warti sehingga linda kembali tersenyum “karena keluargaku adalah sang pembuat racun paling mematikan” guma linda yang membuat warti tidak bisa mendengarnya.
“kau harus mati supaya aku bisa membalaskan dendam ku..” teriak linda dan ia hendak berlari menebas leher warti “jleb” mata warti dan mata linda membelalak saat dari belakang tubuh linda tertusuk pedang yang tembus hingga ketengah dadanya “mati kau keparat” suara renan berhasil memecah keheningan “bruk” saat tubuh linda tersungkur di lantai mata warti dan renan pun bertabrakan “kau tidak apa apa?” Tanya renan panic saat melihat darah di perut warti mengucur deras “aku tidak apa apa sungguh, ini hanya luka kecil hehehe” jawab warti ia masih bisa berbohong di situasi genting ini membuat renan ingin marah namun ia tahan.
“jangan pedulikan aku..” pinta warti saat renan ingin menggendongnya, lalu dengan langkah gontai warti berjalan menuju meja dimana ia sembunyikan makanannya “tolong berikan ini kepada ayah mu, aku mohon dengan begitu kita hidup bahagia. Aku akan istirahat sejenak..” pinta warti, menahan perih sehingga renan tampak enggan menerima permintaannya “tolong lah aku mohon pangeran..” kali ini warti meminta dengan airmata bahkan bibirnya sampai bergetar mengucapkan kalimat itu.
__ADS_1
“aku tidak bisa kau harus segera di obati” elak renan yang membuat warti tersenyum kecut “baiklah, aku sendiri yang akan mengantarkan nya” kata warti ia mencoba melangkah namun langsung di hadang oleh renan “baik baik, tapi kau bertahan lah di sini. Jangan mati, aku akan segera memanggil bantuan” pinta renan yang membuat warti langsung tersenyum senang saat itu juga sambil kepalanya manggut manggut “siap pangeran, tolong segera antarkan ya? Ayah anda pasti sudah menunggu cukup lama, aku akan istirahat di sini” kata warti yang membuat renan mengangguk samar dan dengan cepat ia berlari menuju kamar ayahnya membuat warti tiba tiba langsung terduduk.
“Ah ini perih sekali, SP..” panggil warti saat memegang ponsel ajaibnya itu lalu SP pun menjadi robot “nona apa yang terjadi?” Tanya SP panic sedang warti hanya tersenyum kecil “obat regenerasi gabungan” setelah mengatakan itu SP langsung mengambil sebotol kecil ramuan obat yang muncul di hadapannya lalu setelah membuka tutupnya SP segera memberikannya kepada tuannya itu “minum lah nona, biar anda tidak kehabisan darah” pinta SP sehingga warti langsung meneguk cairan biru yang ada di dalam botol itu “ah ini apa, pahit banget..” keluh warti didalam hatinya, sungguh ia ingin memuntahkannya namun warti memaksa menelannya.
“kau bikin ramuan apa sih? Kok pahit banget..” keluh warti.
“itu rahasia..” jawab SP yang membuat warti melongo namun ia langsung cemberut “bantu aku berdiri, aku harus memastikan makanannya sampai ke raja belum?” pinta warti yang membuat kepala SP menggeleng “anda tidak boleh bergerak banyak selama 15 menit, karena kalo anda lakukan itu obatnya tidak akan maksimal mengobati luka anda yang parah itu” kata SP memberi peringatan yang membuat warti terdiam tidak bisa melakukan apapun “ya udah sono kau yang periksa..” sahut warti penuh harap namun kepala SP menggeleng yang membuatnya kesal.
__ADS_1
“aku takut anda kenapa napa, anda kan ceroboh…” sahut SP yang membuat warti membara.
“kau pingin aku tampol?” ancam warti namun kali ini SP tidak menunjukan rasa takut sedikit pun “jika anda terluka lebih parah lagi saya yang akan sedih nona, jadi percayalah dengan seseorang sesekali” pinta SP yang membuat warti tersentak kaget, namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya “kau benar, ya semoga allah memberikan kemudahan untukku menyelesaikan misi ini. Aamiin..” kata warti yang membuat tangan SP mengacungkan jempolnya “anda keren..” sanjungnya membuat warti tersenyum.
Sedang di dalam kamar renan tampak terkejut saat melihat ayahnya duduk santai di atas ranjangnya “ayah sudah bangun sejak tadi?” Tanya renan lalu duduk di sampingnya “benar, ayah bermimpi bertemu gadis cantik sekali yang membawa makanan lezat..” jawab sang ayah yang membuat renan tersentak kaget namun tiba tiba bibirnya tersenyum “ayah ini adalah masakan dari juru masak yang baru, apa ayah mau mencobanya?” Tanya renan hati hati “tentu saja. Ayah sudah lapar sejak tadi” jawab sang raja yang membuat renan tersenyum lalu membuka tutup makanannya “wah daging, sepertinya sangat lezat” kata sang raja saat melihat daging yang terpotong rapih dengan beberapa lauk tambahan di sampingnya “baik lah, mari ayah coba dulu ya?” kata rena lalu menyuapi sang ayah dengan sepotong daging sapi goring itu.
“lezatnya…” kata sang raja saat merasakan betapa pecahnya rasa lezat ini di dalam mulutnya.
__ADS_1
“syukurlah jika ayah suka, mari di habiskan supaya ayah tambah sehat dan kuat. Tidak sakit lagi” ujar renan yang membuat sang ayah tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sehingga renan yang sibuk menyuapi ayahnya itu membuat prajurit yang di suruhnya datang ke dapur melihat warti sedang terduduk lemah bersandarkan meja “nona juru masak anda tidak apa apa?” Tanya sang prajurit membuat warti yang tadinya menutup mata langsung membuka matanya perlahan.
“aku tidak apa apa, hanya butuh istirahat..” jawab warti, lirih entah mengapa ia merasa sangat mengantuk sekali. Mungkin ini karena efek dari obat yang tadi di minumnya “SP dimana?” namun saat warti hendak kehilangan kesadaran ia baru teringat oleh ponsel ajaibnya itu “siapa SP nona?” Tanya sang prajurit heran sehingga warti tersenyum canggung “ah SP adalah singkatan si pangeran, apa pangeran sudah ke kamar raja untuk mengantarkan makanannya?” Tanya warti, untung saja otaknya tidak ngelag jadi ia segera mendapat ide brilian sebagai pengalih topik pembicaraan.