
‘’Nona anda pasti bisa mengendalikan kekuatan ini, bertahan ya aku aku akan membantu anda supaya menjadi lebih kuat. Dan selamat nona berhasil menyelesaikan misi 10 ini’’ Selesai mengatakan itu SP langsung memeluk tubuh Warti sebelum membawanya kembali ke realita.
‘’Nona..’’ panggil SP lirih, sungguh sudah 1 jam lebih ia dan Warti terdiam di tempat berantakan ini namun Warti belum juga tersadar dari pingsannya sehingga SP memutuskan membawa tubuh tuannya ini menggunakan seluncur buatannya. Kini setelah menempuh jalan panjang SP telah berhasil membawa Warti pulang ke rumah namun sesampainya di sana belum ada siapa pun.
‘’Apa yang kau lakukan disini?’’ Tanya seorang pria yang membuat Warti tersentak kaget sehingga ia langsung menoleh kesamping ‘’Justin..’’ warti tersentak kaget sehingga kalimat itu yang keluar langsung dari mulutnya, saat matanya itu melihat sosok pria yang selalu ia rindukan selama ini ‘’Aku Tanya kepada mu kenapa kau disini?’’ Warti awalnya ia tampak senang saat melihat Justin namun saat Justin tiba tiba membentaknya membuatnya tersentak kaget.
‘’Eh itu.. aku juga tidak tahu mengapa aku bisa ada di tempat ini. Aku bangun dan sudah di sini..’’ Jelas warti ia juga kebingungan, karena saat tersadar ia sudah tergeletak di tanah yang gersang lagi tandus ini juga di sekitarnya di jumpai pepohonan besar yang mengering sehingga Warti memang tidak tahu di mana tempat ini. ‘’Pergilah.. ini bukan tempat mu’’ Kata Jutsin yang membuat warti mengangguk samar ‘’Aku juga ingin pergi kok, tapi aku tidak tahu ini jalan keluarnya dimana?’’ Tanya Warti yang membuat Justin menatapnya tajam lalu tiba tiba Justin yang menghilang membuat warti tersentak kaget.
__ADS_1
‘’Deg’’ jantung warti langsung berdebar kencang saat ia menyadari Justin sudah berdiri tepat di belakangnya ‘’Aku lah yang menghuni tempat ini War dan aku juga yang mengundang mu ketempat ini karena aku ingin kau menjadi milikku selamanya..’’ Mata warti langsung membelalak bahkan tubuhnya langsung terduduk dengan napas yang tidak beraturan dan keringat yang bercucuran ia akhirnya terbangun dari tidurnya.
‘’Huh huh huh..’’ Ia tidak bisa berbicara, masih terus mengatur napasnya dan mengingat semuanya ‘’Itu hanya mimpi, tapi kenapa sangat nyata?’’ Warti bersyukur itu hanya lah mimpi buruknya namun ia juga menyesal karena hanya bisa melihat sosok pria yang di rindukannya itu sebentar ‘’Cengep’’ Warti langsung menatap siapa yang membuka pintu itu ‘’Nona sudah bangun syukurlah’’ Sp tampak terkejut melihat tuannya terduduk itu sehingga ia langsung terbang dan segera memeluk tubuh Warti yang menggigil itu.
‘’SP kenapa kau terlihat kuatir?’’ Tanya Warti heran saat ia selesai berpelukan dengan ponsel ajaibnya itu ‘’Nona anda sudah 3 hari tertidur makanya aku sangat kuatir kepada anda, tapi sekarang tidak lagi karena anda telah siuman dan kembali hidup sungguh aku tidak suka melihat anda terlalu lama tidurnya’’ Jawab SP yang berhasil mengkagetkan Warti, bahkan ia langsung menatap tidak percaya SP yang juga sedang menatapnya itu.
‘’selama itu aku tertidur? Kenapa aku bisa selama itu..’’ Tanya warti yang membuat Sp tersenyum senang ‘’itu karena mata anda terluka cukup parah dan tubuh anda juga kehilangan banyak tenaga, dan saat anda tertidur tanda lahir anda terus bersinar karena kekuatan tuan leon sedang menyembuhkan tubuh anda nona’’ Jawab SP sungguh sudah tiga hari ini SP tidak melakukan apapun untuk membangunkan warti karena ia tahu kekuatan besar dan misterius itu yang akan membangunkannya.
__ADS_1
‘’Jangan ke Ge e ran deh, ya sudah aku keluar dulu ya?’’ Saat SP ingin terbang tangan warti segera meraihnya lalu memeluk tubuh Ponsel ajaibnya itu yang membuat SP tersentak kaget ‘’Nona lepaskan aku sesak ini’’ Kata Sp namun warti tidak menggubrisnya dan tetap memeluknya ‘’SP tolong tetap menjaga ku ya, karena aku lebih membutuhkan mu di banding orang lain. Bahkan keluargaku tidak bisa memahami aku sebaik kau’’ Ya tentu SP langsung meleleh saat ia mendengar permintaan tuannya itu namun ia gengsi untuk menyatakannya ‘’Nona anda tenang saja itu adalah tugasku’’ Jawab SP lirih yang membuat warti tersenyum lalu berhenti memeluk SP.
‘’Terimakasih SP, sekarang tolong pesankan aku ayam geprek ya. Aku mandi dulu’’ selesai mengatakan itu warti langsung berlari masuk kekamar mandi ‘’Ah dasar nona..’’ kata SP namun ia langsung tersenyum karena merasa senang warti tidak menggodanya lebih lanjut.
Sedang di kamar mandi Warti telah melepas semua pakaian yang di kenakannya. Ia menatap tubuhnya itu telihat jelas dampak dari kekuatan yang kini bersemayam di dalam tubuhnya, seluruh tubuhnya kini telah menjadi sangat kuat meski begitu tetap terkesan seksi dan bekas luka di seluruh tubuhnya juga telah menghilang namun satu hal yang terus membuat Warti bertanya Tanya. Kekuatan apa ini sebenarnya? Ya itulah yang terus menganggu pikirannya ada tanda lahir aneh di bahu kanannya dan mata birunya akan menjadi cahaya yang sangat terang jika ia ada di dalam kegelapan.
‘’Aku mohon jangan ambil jati diriku, jika aku masih jadi aku maka manusia adalah diriku. Namun jika aku sangat kuat melebihi binatang buas, aku adalah monster dan aku takut akan melukai orang lain jika aku gagal mengendalikan diriku ini’’ Kata hati Warti sungguh ia sebenarnya sangat terbebani karena itu ia sangat hati hati sekarang dan tidak ingin orang tahu bahwa ia punya kedua mata yang sangat mematikan.
__ADS_1
Sedang di sisi lain dari kota penghasil kopi ini, tepatnya di sebuah rumah besar yang sangat jauh dari permukiman warga karena rumah itu terletak di dataran tinggi sebuah pegunungan ‘’Jadi warrior sudah berhasil kau bangkit kan?’’ Tanya seorang gadis cantik namun sayang tangan kirinya buntung.
‘’Sayang sekali ya, dia perempuan’’ suara pria itu terdengar sangat menjengkelkan di telinga gadis itu ‘’Jaga mulut mu, kau pikir lebih kuat dari diriku?’’ Gadis itu terdengar bersuara rendah namun tatapan matanya berwarna coklat keemasan itu sangat tajam seolah ingin membunuh lawan bicaranya ini sungguh sangat lah menakutkan karena di dalam mata coklat keemasan itu terdapat banyak keindahan namun untuk mendapatkan nya membutuhkan rasa sakit yang tidak biasa dan itu adalah hal yang seorang tidak akan mampu mendapatkan nya kecuali orang orang terpilih yang tergerus oleh penderitaan yang tidak berkesudahan.