Rich Girl With System

Rich Girl With System
Deg deg gan


__ADS_3

“dira maju, kemarin lah cah ayu..” panggil renan yang membuat warti di beri jalan oleh para peserta sehingga warti ikut naik keatas mimbar “para rakyat ku yang sangat aku cintai, cah ayu ini akan menjadi juru masak ayahku pada tahun baru ini. Jadi jika kalian para pedangan di pasar melihatnya belanja biarkan lah ia mencari bahan makanan terbaik, dan jangan menghinanya karena sekarang cah ayu ini adalah pelayan raja yang di muliakan” ya itulah kalimat peringatan yang di ucapkan oleh renan supaya rakyatnya ini tidak berlaku kasar atau tak terpuji kepada warti, mengingat kini derajatnya bukan rakyat jelata lagi namun sebagai pelayan raja yang di pilih langsung oleh perdana mentri juga renan sang putra mahkota.


“kami mengerti pangeran, kami akan menjaganya seperti yang anda minta..” kata para rakyat berkata berbarengan yang membuat senyuman renan merekah dan itu terlihat manis di mata warti “baik lah, kalian bisa menikmati makanan yang akan di sajikan oleh para peserta lomba memasak. Selamat berpesta dan lomba memasak pun aku resmikan telah selesai” kata renan yang membuat mereka semua bersorak ria, kesenangan juga bahagia karena dapat menikmati makanan lezat secara Cuma Cuma dan tidak di pungut biaya sama sekali.


“cah ayu mari ikut aku..” pinta renan yang membuat warti mengekor di belakangnya dan kini adi dan renan di dalam ruangan bersama seorang wanita “apa dia murid mu?” Tanya adi kepada wanita itu yang membuat warti terkejut dan mengingat sesuatu “maaf tapi dia bukan dira muridku, cah ayu datang darimana kau dan mengapa pakaian mu sama dengan yang di miliki oleh muridku?” seketika warti langsung tercengang juga tampak panic mendengar pertanyaan sulit itu “saya memang bukan dira, saya adalah temannya yang menyamar menjadi dira.


Nama asli saya adalah wartiyah, saya tahu dira sedang ada keperluan karena itu dia meminta saya menggantikannya dan ini baju dia berikan kepada saya..” jawab warti berbohong, namun ekspresi wajahnya tampak sangat meyakinkan membuat ke tiga orang itu menatapnya dengan seksama.

__ADS_1


“tapi dira tidak punya teman bernama wartiyah?” elak wanita itu.


“dia sengaja menutupinya kepada anda karena takut anda tidak mau memberi izin untuk berteman dengan saya, karena saya hanyalah seorang gadis yang di besarkan di dalam hutan. Ya saya adalah yatim piatu sebatang kara karena itu ia selalu menemui saya, di hutan saat mencari tanaman bahan makanan..” jawab warti berbohong lagi, ia rasanya ingin meleleh saja karena takut jika semakin berbohong akan menyudutkannya namun kini warti tidak punya cara lain untuk bertahan di dalam situasi sulit ini.


“baik lah sudah cukup” tiba tiba adi berkata begitu saat wanita itu hendak berbicara kembali “intinya dia memang bukan dira, kau boleh istirahat linda. Karena sekarang posisi mu sudah di gantikan oleh cah ayu ini” kata adi lagi yang membuat wanita bernama linda itu mengangguk mengerti “saya permisi dulu tuan, pangeran..” setelah mengatakan itu linda pun keluar dari ruangan itu, sehingga warti merasa lega namun ia kembali panic saat adi dan renan menatapnya.


“ayo ikut kami..” ajak renan sehingga warti menurut saja dan kini mereka telah sampai di sebuah ruangan yang sangat megah lagi indah yang ternyata adalah kamar sang raja dwi wicaksono “ayah ku sakit, beliau tidak bisa memakan apapun kecuali sayuran. Aku ingin kau setiap harinya menghidangkan makanan lezat berbahan sayuran” kata renan yang membuat warti menatapnya sekilas lalu ia kembali menatap sang raja yang terbaring lemah di tempat tidurnya.

__ADS_1


Saat renan menatapnya warti buru buru memalingkan wajahnya karena jantungnya di buat cenat cenut tidak karuan, ya renan adalah pangeran yang tampan wajah warti juga terpesona kepadanya “ayahku sering mengalami sakit perut dan mual hingga muntah, di jam tertentu seperti di jam 12 siang, 7 pagi atau menjelang malam” jelas renan yang membuat warti terkejut lalu kembali menatapnya “apa mungkin sang raja kena mag ya?” Tanya warti dalam hatinya “apa sebelumnya raja sering mengabaikan waktu makan dan istirahat?” Tanya warti lagi yang langsung mendapat anggukan kepala sang pangeran.


“benar, ayah ku sanga sibuk sehingga ia sering mengabaikan pola makan dan tidurnya” jawab rena kembali sehingga warti mengerti sekarang “pangeran, saya sudah cukup lama tinggal di hutan dan tahu berbagai macam tanaman obat yang bisa menyembuhkan banyak penyakit. Izinkan saya pergi kehutan kali ini untuk mencari tanaman obat itu dan meraciknya menjadi bumbu untuk masakan saya” pinta warti yang membuat pangeran berbalik menatapnya “baik lah, aku akan mengantarmu” tentu perkataan renan barusan berhasil membuat warti tersentak kaget sehingga ia panic brutal.


“eh tidak perlu pangeran, saya bisa berangkat sendiri” elak warti, namun sang pangeran tampak keberatan itu bisa terlihat dari ekspresi wajahnya yang tampak kecewa “kau menolak ku?” kepala warti langsung menggeleng saat mendengar pertanyaan renan barusan, ia tampak dingin sekarang tidak seramah tadi “bukan begitu maksud saya, tapi saya hanya tidak ingin merepotkan pangeran. Itu saja..” jelas warti, jantungnya berdebar kencang saat renan melangkah mendekatinya dan seketika wajahnya langsung tertunduk karena warti tidak kuat beradu tatap dengan mata renan yang tajam itu.


“mau berangkat sekarang?” Tanya renan lirih, ia sengaja berbisik di telinga warti yang membuat gadis belia itu terperanjat sontak kakinya langsung melangkah mundur “ah ya ya baik lah mari kita berangkat” kata warti, meski didalam hatinya ia keberatan namun di situasi kali ini warti tidak bisa menolak apapun “bagus, ayo..” ajak renan yang membuat warti mengangguk pasrah “pangeran anda tidak bisa pergi, hari ini ada pertemuan dengan para pemimpin desa untuk membahas hasil pertanian dan pajak yang harus di bayar” kata adi yang membuat renan yang tadinya sumringah langsung cemberut.

__ADS_1


“tidak bisakah kau saja yang datang?” Tanya renan yang membuat adi tersenyum.


“saya bertugas, untuk membantu anda menjadi calon raja bukan menggantikan posisi anda pangeran” jawab adi yang membuat renan mendengus kesal lalu ia menatap warti yang tampak canggung itu “baik lah karena aku tidak bisa ikut bersama mu ke hutan. Tunda saja mencari bahan obatnya dan kau segera masakan makanan lezat untuk ayah ku” pinta renan ia terlihat tampak kesal namun ada rasa posesifnya meski sedikit “baik lah, siap laksanakan pangeran” kata warti ceria karena hatinya merasa lega.


__ADS_2