Rich Girl With System

Rich Girl With System
Gerbang Raja monyet


__ADS_3

Terlihat bangunan tua yang sudah rapuh dan berserakan kemana mana, sehingga bisa di pastikan bahwa tempat ini sudah terbengkalai dan tidak berpenghuni lagi "mau keluar sekarang?" tanya SP yang membuat warti langsung membuka pintu mobil dan ia keluar "nona mau jalan jalan dulu gak?" kepala warti langsung menggeleng sehingga SP tertawa kecil.


"open.." setelah SP mengatakan itu pintu portal dimensi pun terbuka di hadapan mereka sehingga sp dan warti masuk kedalamnya "ya allah tolong lindungi aku dan bantu aku untuk bisa menyelesaikan misi ini, aamiin.." ya itulah kalimat doa yang arti panjatkan di dalam hatinya berharap karena doa itu tuhannya mau menghilangkan kesulitan dan rasa takutnya.


"tempat apa ini?" tanya warti saat sudah memasuki dystopia 10, sungguh kota ini benar benar mati. banyak bangunan pencakar langit yang runtuh dan gedung gedung yang rusak hingga hancur membuat kota ini benar benar mati "dimana para penduduknya?" tanya warti "mereka bersembunyi di distrik one, tempat itu paling aman di kota yang bernama dystopia ten ini" jawab SP yang membuat warti mengerti.


"jadi disini hanya ada kita?" tanya warti lagi "bisa jadi iya dan tidak" jawab SP singkat yang membuat warti keheranan "maksudmu?" tanya warti ingin lebih jelas lagi "di kota ini ada banyak orang yang memburu monster nona, karena 1 monster di hargai 1 juta bisa juga kalo monster itu lebih kuat kita tangkap bisa dapat ratusan juta" jelas SP sehingga warti tiba tiba tersenyum "jelaskan lagi misi kita sebenarnya apa?" tanya warti kali ini ia tampak sangat serius.


"membunuh bapaknya si monster nona, karena dialah inangnya jika kita bisa membunuhnya tidak akan ada monster lagi. namun sebelum kita bertemu dengan monster tersebut kita harus melewati penjaga kota ini, ada 4 kota nona di ini yang ke satu kita harus mengalahkan si raja monyet" jelas SP lagi yang membuat warti mengerti sekarang.

__ADS_1


"baik lah tolong berikan jubah ku!" pinta warti yang langsung di laksanakan oleh SP "senjata dystopia 9" setelah SP mengatakan itu muncul di hadapan mereka jubah bella swan lalu dengan cahaya putih di dalamnya membuat jubah itu langsung menyatu dengan tubuh warti dan kini muncul tombak silver bermata dua sudah di pegang tangan kanan warti.


"sudah siap bertempur nona?" tanya SP.


"tentu saja.." sahut warti cepat dang penuh semangat "oke lest go" warti langsung naik ke atas seluncur yang di buat sp sehingga mereka terbang bersama menuju tempat persembunyian raja monyet "bismillah.." kata hati warti ia kini sudah semangat 45 dan yakin namun tetap memasrahkan dirinya ini kepada Tuhan nya.


di saat warti sudah masuk kedalam sebuah gerbang distrik raja monyet, ia menemukan banyak sekali nyawa yang bergelempangan di jalanan "apa ini?" tanya warti tidak percaya dengan kejadian sadis yang ia lihat "nona ttap fokus" pinta SP karena ia merasakan ada energy yang sangat besar mendekati mereka "deg" mata warti membelalak saat melihat segerombol monyet zombie tiba tiba muncul dari balik bangunan yang ada di hadapannya.


"kau gak bisa buat robot aja?" tanya warti karena semakin melawan semakin banyak pra monyet ini menyerang sudah hampir 50 monyet yang ia bunuh namun belum juga berkurang banyak jumlahnya "untuk level ini aku hanya bisa menggunakan tekhnologi ini nona, jika di realita aku pun hanya sanggup membuat dua 2 mobil robot. maafkan aku ya.." jawab SP yang membuat warti menghela napas panjang "ha ah baik lah tidak ada cara lain" selesai mengatakan itu warti tiba tiba mengangkat tombaknya keatas lalu dengan ayunan tangan kanannya "bunuh mereka semua" teriak warti lalu ia melemparkan tombaknya itu kearah para monyet yang sedang bertarung melawan drone SP.

__ADS_1


"Duarr.." mata SP membulat sempurna saat melihat ledakan bangunan gedung itu hancur karena serangan tombak warti barusan "cus.." suara tombak yang melesat kencang saat warti kembali memanggilnya dan kini sudah di pegang tangan kanannya "aneh kenapa aku gak merasa kelelahan ya?" tanya warti heran, karena biasanya tubuhnya akan kehabisan banyak tenaga jika terlalu banyak menggunakan energi senjatanya.


"nona tetap waspada!" bentak SP yang membuat warti terperanjat namun saat ia menatap kedepan matanya langsung membelalak saat melihat sosok raja monyet yang seperti raksasa benarnya "itu apa/" tanya warti saat melihat mosnter monyet itu menatapnya "dengan tatapan datar namun menusuk tajam seolah merendahkan warti yang bak semut itu "Grr.." monyet itu tiba tiba mengeretakan giginya sehingga taringnya yang tajam terlihat jelas.


"Sp adakah cara untuk melawannya?" tanya warti saat melihat monyet itu mengangkat pilar lalu melemparkannya kearah warti "menghindari serangannya nona" mendengar itu tentu warti sudah mengetahuinya sehingga ia berlari kencang supaya tidak kejatuhan pilar itu "kepalanya nya nona" kata SP saat ia sudah berdiri di bahu warti.


"buat drone lagi, alihkan perhatian nya" pinta warti sehingga SP melakukannya segera dan saat itu lah konsentrasi raja monyet terganggu karena drone SP mulai menyerangnya "sekarang.." teriak hati warti sehingga tubuhnya langsung reflek merespon cepat dan ia segera melemparkan tombaknya itu "jleb" mata warti menatap tajam saat tombak itu mengenai kepala sang raja monyet tepatnya di keningnya.


"kita berhasil?" tanya warti tampak senang namun anehnya sang raja monyet tidak tumbang dan menatap warti yang tampak tercengang itu "wus.." mata warti membelalak saat melihat raja monyet itu mencabut tombak itu dengan santainya lalu melemparkannya kearah warti "bruaakk.." karena warti menghindarinya ia telah gagal fokus sehingga saat itu pula raja monyet melemparkan pilar yang langsung mengenai tubuh warti.

__ADS_1


"Nona.." teriak SP saat melihat warti terkapar di tanah sedang tubuh tuannya ini tertimpa reruntuhan bangunan "Ah sakit sekali" kata warti ia merasakan tulangnya serasa remuk karena banyaknya reruntuhan bangunan yang menimpanya "deg" belum juga ia bernapas dengan lega tiba tiba sang raja monyet berlari kencang kearahnya dengan membawa sebongkah bebatuan besar di tangannya yang tentu hal itu membuat Warti semakin panik dan berusaha terus supaya terlepas dari himpitan reruntuhan bangunan ini karena jika ia mati di sini maka gagal sudah misi di level 10 ini.


__ADS_2