Rich Girl With System

Rich Girl With System
Pertarungan sengit


__ADS_3

"Draakk" warti sudah menutup kedua matanya rapat rapat karena ia mengira nyawanya akan melayang dan saat mendengar suara dentuman yang keras itu perlahan warti membuka kedua matanya.


ternyata tanduk banteng yang kepanjangan itu membuat mulutnya tidak bisa menggapai tubuh warti karena tanduknya terhalang oleh pilar yang besar itu "ah Alhamdulillah masih selamat" kata warti lalu dengan cepat ia pun memanggil tombaknya kembali "nona cepat pergi dari situ sebelum dia menggergaji mu" teriak SP karena warti juga melihat mulut banteng itu terbuka dan muncul di dalam tubuhnya gergaji berbentuk bulat yang berputar kencang mulai mendekati tubuh warti yang terduduk di pilar itu.


"oke kita adu, kekuatan senjata kita" kata warti malah tertantang sehingga ia memegang tombaknya dengan kedua tangannya lalu dengan sekali hentakan warti mengayunkan tombaknya itu kearah depan "mati kau" teriak warti yang membuat tombaknya itu kembali bercahaya biru dan memanjang sehingga menembus ke tubuh sang banteng membuat banteng tersebut gagal berfungsi sehingga hancur lah tubuhnya.


"Duaarr" beruntung SP segera melindungi warti dengan drone nya sehingga tuannya ini tidak terkena ledakan tubuh sang banteng yang terbuat dari baja itu "ha ah syukurlah nona selamat dan berhasil mengalahkan nya" kata SP senang yang membuat warti langsung menampol kepalanya dengan keras sehingga tubuh kecilnya itu terpental jauh.

__ADS_1


"rasakan tuh, dasar ngeselin!" gerutu warti saat melihat SP nyunsep di reruntuhan tembok namun tiba tiba tubuh warti melemas sehingga ia duduk bersandar pada pilar "aku mohon jangan pingsan, masih ada 3 lagi" pinta hatinya pada dirinya sendiri "nona.." panggil SP yang membuat warti menatapnya "bolehkan aku minta sedikit tetesan obatnya, aku sudah mulai kehilangan tenaga" pinta warti, melihat tuannya sudah mulai tidak berdaya itu SP langsung sigap "obat regenerasi" setelah SP mengatakan itu muncul sebotol kecil cairan biru yang langsung di ambil olehnya.


setelah membuka tutupnya SP langsung memberikan beberapa tetes obat itu ke mulut warti "terimakasih, kau gak apa-apa kan tadi aku tampol?" SP langsung tertawa kecil saat mendengar pertanyaan itu "hehehe iya gak apa apa nona, anda masih merasa ada yang sakit?" tanya SP yang membuat kepala warti mengangguk samar "sakit sih enggak karena masih bisa di tahan, tapi kalo gak bertenaga ia. aku bahkan belum bisa berdiri" jawab warti.


"ya sudah santai saja nona, istirahat lah sebentar" kata SP.


tiba tiba warti berdiri yang membuat SP menatapnya "ayo berangkat" ajak warti yang langsung membuat SP melongo "eh serius? tidak mau membuat strategi dulu?" tanya SP heran namun kepala warti langsung menggeleng "kau bilang serigala itu sangat kuat jadi aku pun tidak tahu rencana apa yang palin tepat di susun untuk mengalahkannya" setelah mengatakan itu warti pun mulai melangkah kan kakinya "nona naik lah" pinta SP bersamaan dengan itu muncul seluncur yang membuat warti naik ke atasnya "dia terlihat begitu dingin dan serius, sebenarnya apa yang dia pikirkan ya?" pikir SP saat ia sesekali menatap wajah warti yang tampak datar itu "serigala.. gimana caraku mengalahkannya ya?" kini giliran hati berbicara sungguh ia pun kehabisan ide untuk membuat strategi baru.

__ADS_1


"nona kita sudah sampai" tentu warti terkejut saat SP mengatakan hal itu sehingga saat warti menatap kearah depan, ia tampak tersentak kaget "kenapa gelap banget?" kata warti heran karena saat masuk kedalam gerbang serigala kembar siam ia tampak kesulitan melihat sesuatu karena memang begitu gelap dan sunyi tempat ini "Auuu.." warti dan SP langsung waspada saat mereka mendengar lolongan serigala yang tampak nyaring sekali suaranya "tempat ini adalah kota yang lebih mati nona karena awalnya kota ini adalah kota tertutup yang di bangun mengikuti konsep mal mal di realita" jelas SP sehingga warti kini mengerti "begitu.. tapi kenapa suara serigala itu tampak jelas sekali ya?" tanya warti di dalam hatinya dan saat ia sedang berpikir itu lah "wus.." gerakan itu sangat cepat bahkan sang drone SP tidak bisa mendeteksi pergerakan yang seperti angin berhembus kencang.


"bruaakk" tubuh warti langsung terpental dari seluncur hingga tubuhnya tersungkur di sebuah bangunan yang sudah robot itu "Ah ini sakit sekali" keluh warti ia benar benar merasakan sakitnya menerima serangan dadakan itu "Deg" namun jantung warti langsung berdebar kencang saat ia merasakan bahu kanannya terkoyak hingga membuat jubah nya retak parah.


"SP.." warti langsung teringat kepada ponsel ajaibnya itu sehingga ia berusaha berdiri dan betapa terkejutnya ia melihat SP yang di bantu drone nya sedang bertarung sengit dengan serigala berkepala dua itu "dimana tombak ku?" warti mulai menatap sekitarnya namun tidak melihat tombak tergeletak di sana "aku mohon datang lah tombakku" pinta warti ia mulai frustrasi karena sudah memanggil tombaknya tidak juga datang.


"Auu.." lagi lagi serigala itu melolong keras yang membuat warti yang mendengarnya langsung terduduk "Ah sakit sekali" warti merasakan bahu kanannya sedang di cabik cabik oleh sang serigala "nona sadar lah" teriak SP yang membuat Warti membuka kedua matanya yang sudah tertutup rapat rapat itu "anda hanya terkena dilusi, karena terlalu sakitnya rasa itu. panggil kembali tombak anda!" pinta SP secara tidak langsung ia meminta supaya tetap mau berkonsentrasi pada pertarungan ini "wus" tiba tiba sang tombak langsung terbang kearah warti dengan cepat "ah ternyata kau masih di seluncur toh" kata warti senang karena kini senjatanya sudah di pegang tangan kirinya dan sang serigala yang melihatnya tampak menggeretakan giginya sehingga terlihat taring taring yang tajam itu memenuhi mulutnya yang besar.

__ADS_1


"rasakan ini.." baru juga warti ingin melemparkan tombaknya itu tiba tiba sang serigala menghilang yang membuat warti tersentak kaget.


__ADS_2