Rich Girl With System

Rich Girl With System
Berbicara serius


__ADS_3

“sepertinya sudah nona, tapi bagaimana dengan anda?” Tanya balik sang prajurit.


“aku.. aku sudah mendingan kok” warti langsung berusaha berdiri saat ia mengatakan hal itu lalu tiba tiba SP terbang menghampirinya “selamat nona misi anda berhasil di selesaikan” tentu warti terperangah saat mendengar perkataan SP barusan, ia seolah tidak percaya namun saat melihat sang prajurit tiba tiba mulai menghilang warti langsung menatap SP kembali “tap tap tap” tidak lama berselang ada suara langkah mendekati warti dan hal itu membuat warti terkejut karena langkah itu milik sang raja.


“kau telah membuat ku merasa bahagia, bukan hanya masakan mu yang lezat namun kau telah mendekatkan aku kepada putra ku kembali sehingga aku merasa damai dan kini aku bisa hidup dengan tenang karena tidak ada penjahat lagi di istanaku” setelah mengatakan itu tiba tiba tubuh sang raja mulai menghilang “aku juga berterimakasih kepada anda” kata warti dan raja pun tersenyum kepadanya sebelum menghilang “bruk” tentu SP tersentak kaget saat melihat warti tiba tiba terduduk di lantai “nona anda tidak apa apa? Masih ada yang sakit kah? Yang mana..” Tanya SP tampak panic karena saat mendekati warti terlihat kedua mata tuannya itu bulir krystal bening mengalir deras di pipinya.


“hiks.. SP terimakasih” warti menangis lalu memeluk tubuh ponsel ajaibnya itu penuh suka cita “iya sama sama nona, tapi mengapa anda menangis?” Tanya SP ia panic karena it uterus bertanya sedang warti tiba tiba tersenyum dalam tangisnya “karena aku tidak menyangka akan berhasil menyelesaikan misi ini, aku sudah takut jika gagal ayah ku… hiks” warti kembali menangis ia tidak sanggup berkata lagi karena takut akan menjadi kenyataan pahit bagi hidupnya yang susah ini.

__ADS_1


“nona ternyata karena hal itu anda menangis membuat takut saja, harusnya anda jangan pesimis gitu kan anda mengandalkan tuhan anda jadi ia mempermudah urusan anda..” tentu warti langsung terperanjat saat mendengar perkataan SP barusan “hiks.. iya kau benar, alhamdulilah makasih banyak ya allah..” kata warti bersuka cita, ia lalu berhenti memeluk SP dan segera melakukan sujud syukur kepada sang tuhan karena telah mempermudah segala urusannya sehingga hati warti kembali tenang dan tentram.


“mau pulang sekarang?” Tanya SP yang langsung mendapat anggukan kepala warti “lest go!” sahut warti mereka pun kembali ke realita “SP buruan setir mobilnya, udah mau magrib nih. Takut penunggu rumah ini muncul..” kata warti sudah ketakutan setengah mati saat ia masuk kedalam mobil “nona kenapa anda parno banget sih, kan aku udah bilang hantu itu gak ada” sahut SP yang langsung mendapat tampolan tangan tuannya “ya nona sakit” keluh SP untung tidak keras jika keras sekali memukulnya bisa melayang ini kepala SP dari tubuhnya.


“buruan setir jangan ngoceh mulu..” gerutu warti ia sudah membara membuat SP ketar ketir langsung tancap gas mobilnya sehingga warti pun merasa lega “nah gitu dong, hmm rumah itu beneran sudah gak di huni jadi energy mistisnya sangat terasa” kata warti yang membuat SP menatapnya “karena sudah mau magrib jadi suhu udaranya berubah, karena malam biasanya memang lebih dingin” sahut SP ia berusaha membuat tuannya ini merasa tenang “tapi kalo tuhan itu gak ada, kenapa ada orang kesurupan?” Tanya warti tiba tiba sontak membuat SP menatapnya heran.


Hampir 1 jam berlalu, kini warti akhirnya sampai di rumah sakit pukul 7 malam. “maaf aku lama ibu, adik ada banyak hal yang aku urus. Gimana operasi nya?” Tanya warti kepada ibunya yang sedang menunggu sang ayah di luar ruangan bersama sang adik “alhamdulilah lancer, tapi ndok kamu gak apa apa kan?” Tanya balik sang ibu karena tampak kuatir sehingga warti tertawa kecil “hehehe alhamdulilah sehat bu, kalian sudah makan?” Tanya warti yang mendapat gelengan kepala adik dan ibunya “ya sudah yuk makan dulu aku juga belum makan kok? Ini aku sudah bawa bekel aku buat nasi goring spam hehehe” ajak warti lalu menunjukan rantang yang di pegang tangannya.

__ADS_1


“ndok sebenarnya, kau di cari oleh dokter rudi. Yang mengoperasi bapakmu..” kata sang ibu sehingga warti terkejut “eh benarkah, kalo gitu ibu sama adik makan lah dulu ya. Aku akan ke ruangannya” sahut warti lalu memberikan rantangnya kepada sang ibu “jangan tunggu aku, makan lah lalu nanti istirahat ya” pinta warti, meski sang adik dan ibunya merasa enggan namun mereka tidak menolak permintaan warti karena takut membuatnya kecewa.


“oke aku pergi dulu..” setelah mengatakan itu warti langsung berjalan menuju ruangan dokter rudi yang ada di pojok koridor lantai 4 rumah sakit ini setelah di beri tahu oleh sang suster yang tadi ia Temui “ini kah ruangannya?” saat warti hendak mengetuk pintunya tiba tiba dari dalam ada seorang membuka pintunya sehingga warti reflek langsung melangkah mundur “ah dokter kebetulan saya baru saja ingin mengetuk pintunya” kata warti, entah mengapa ia yakin saya pria paruh baya ini adalah rudi karena jas putih yang ia kenakan.


“apakah kau warti, anaknya pak di ?” Tanya rudi.


“iya saya orangnya dok” jawab warti singkat “oke mari masuk” ajak rudi ramah yang membuat warti masuk kedalam ruang kerjanya. Kini mereka sudah duduk di kursi yang Saling berhadapan hanya ada meja sebagai pembatasnya “jadi anda sudah membayar sisa tagihannya?” Tanya rudi setelah ia membaca bukti pembayaran biaya operasi bapak di yang di berikan oleh warti “benar dok, lalu apa kah ada masalah saat anda melakukan operasi pada tubuh ayah saya?” Tanya warti hati hati yang membuat rudi tersenyum kecut sehingga warti tampak terkejut.

__ADS_1


“operasi paru parunya memang sudah berhasil, namun anda pasti sudah tahu ada penebusan lain juga biaya perawatan..” jawab rudi yang membuat warti menganggukkan kepalanya.


__ADS_2