
Warti berlari kencang menuju gang sempit dan ia langsung bersembunyi di sebuah dokar yang tertutup “huh huh huh.. selamat” kata warti merasa lega, namun tiba tiba ia langsung terperanjat saat baru menyadari ada seseorang di dalam dokar ini “siapo kau, keluar?” usirnya yang ternyata adalah seorang gadis yang cantik lagi menawan “eh tunggu tunggu sebentar, aduh SP gimana aku bicara sama nona ini?” keluh warti bingung setengah mati, lalu tiba tiba SP keluar dari jubahnya “eh putri rajo dita.. maap putri sebelumnya, inyo adolah pahlawan anda nan sadang di kaja kaja sudara kembar anda” kata SP, ia juga sempat terkejut karena tidak menyangka akan bertemu putri raja.
“siapo namanya?” Tanya putri, kini ia sudah tahu situasinya “wartiyah. Inyo tidak bisa berbicara bahasa padang, jadi ambo nan akan membantunya bicaro dengan anda” jawab SP yang membuat warti manggut manggut sambil tersenyum “pelayan ayo kito pulang” pinta purti sehingga dokar ini pun berjalan “udah aman?” Tanya warti hati hati kepada SP “udah, anda ada yang mau di sampaikan kepada purti?” Tanya balik SP yang membuat warti menatapnya “katakan apa dia akan membawa aku ke istana?” kata warti.
“apo anda akan membao ambo ke istana?” Tanya SP kepada putri.
“yo benar, inyo harus jadi pelayan den” jawab putri sehingga warti tersenyum, ia tahu jika kalimat itu “katakan padanya, anda tenang saja aku akan membantu anda menjadi penguasan ratu kerajaan ini” pinta warti kepada SP “anda tenang sajo adek akan membantu anda menjadi menguasa ratu kerajaan iko” kata SP kepada sang putri yang membuat warti dan dirinya saling melempar senyum.
__ADS_1
Sedang di sisi lain dari kota ini, kedua pria yang ternyata adalah pangeran albi dan elbi tampak kesal karena prajuritnya tidak bisa menangkap warti sosok gadis yang kabur tadi “dimano gadih itu, inyo pasti pahlawannya dita?” kata abli yang mendapat anggukan kepala elbi “maap kakak, aden lalai tidak bisa menangkok nya tadi” kata elbi, ia menyesal harusnya bergerak cepat saat mendengar warti menggunakan bahasa asing tadi terlebih ia juga tidak membawa senjata panahnya tadi “tidak mengapa, ayo kita pulang” ajak abli, sehingga mereka berdua pun kembali ke istana.
Di dalam istana tepatnya di kamar putri dita, warti masih duduk terdiam bersama SP di sampingnya “kok kamu gak ngomong sih kalo di level ini pake bahasanya padang, aku kan jadi hampir mati tadi?” keluh warti lirih kepada ponsel ajaibnya ini “maaf nona aku luka” rasanya warti ingin sekali menampol kepala SP mendengar jawaban ketus itu beruntung saat akan melakukannya tiba tiba sang putri keluar dari kamar mandi membuat SP selamat.
“awak harus ganti baju dulu” kata sang putri kepada warti “iya siap, tapi bajunya mano putri?” sahut SP kini ia sudah menjadi penerjemah tuannya lalu tiba tiba putri langsung mengambil pakaian dari lemarinya “nona pakai lah ini” pinta SP saat warti sudah mendapatkannya lalu warti menurutinya dan langsung pergi ke kamar mandi “tok tok tok” tiba tiba terdengar suara ketukan pintu “capek bersembunyi” pinta sang putri pelan tanpa berbicara SP langsung terbang keatas langit langit atap kamar ini sedang putri langsung membukakan pintu.
“kakak..” teriak elbi sedang putri yang melihat pertarungan itu langsung menyerang elbi dengan tangan kosong “SP bantu tuan putri” pinta warti sehingga SP segera melaksanakannya “gadih kurang ajar” umpat albi sedang warti hanya tersenyum tipis saat goloknya sudah kembali di pegang tangannya “biarkan saudari mu menjadi ratu” kata warti yang membuat albi terdiam sesaat karena ia tidak mengerti bahasa yang di gunakan warti untuk bicara “ah iya lupa, hmm repot kalo begini mah” keluh warti lirih karena ia pun bingung menerjemahkannya dengan bahasa minang.
__ADS_1
“brak” mereka berdua di kejutkan dengan suara itu yang ternyata adalah sang putri yang terpental saat menangkis serangan anak panah yang di lesatkan busur panah elbi “bertahan lah pu..” baru juga warti ingin bicara albi tiba tiba menyerangnya dengan membabi buta “nona gunakan kemampuan golok itu” teriak SP saat tuannya mulai terdesak “ah sial tidak ada cara lain” warti langsung memusatkan konstrasinya kepada goloknya itu sehingga tenaga dalamnya kini merasuk kedalam golok yang membuat golot itu bercahaya biru terang.
“tring” mata elbi juga mata albi membelalak bahkan sang putri juga ikut terkejut saat pedang elbi di hancurkan oleh golok warti “hiaa..” warti berteriak lalu ia langsung menerjang tubuh albi yang tidak siap menerima serangan itu “Aaa..” albi berteriak saat tubuhnya terpental membentur kaca jendela yang membuat tubuhnya melayang bebas di udara “bruk” warti langsung terduduk ia begitu lelah sehingga cahaya yang menyelimuti goloknya mulai memudar “kakak..” teriak elbi tidak percaya, namun melihat warti yang juga tampak sekarat itu langsung ia bidikan anak panahnya itu kearah warti “mati awak gadih terkutuk” bersamaan dengan suara teriakan itu elbi melepas anak panahnya sehingga putri yang melihatnya langsung menghadang anak panahnya itu dengan tubuhnya.
“jleb” mata warti membelalak saat melihat anak panah itu menancap di tengah dada putri “tidak, putri..” saat sang putri hendak terjatuh warti buru buru menangkapnya “nona jangan kuatirkan putri, itu bunuh dulu pangeran elbi” kata SP yang membuat warti terkejut namun saat ia menatap wajah sang putri tiba tiba kepalanya mengangguk samar “baik lah aku akan cepat putri” selesai mengatakan itu dengan hati hati warti membaringkan tubuh sang putri.
“aden pasti akan membunuh mu” kata elbi yang membuat warti tersenyum tipis “aku akan membunuhmu lebih dulu” sahut warti lalu ia berlari sambil memegang goloknya dengan kedua tangan “aku mohon bunuh dia, bantu aku..” kata hati warti ia seolah berbicara kepada senjatanya itu lalu warti langsung menangkis serangan anak panah elbi yang kecepatannya tidak terhingga itu.
__ADS_1