Rich Girl With System

Rich Girl With System
Imbalan mati atau kekuatan


__ADS_3

‘’Maksudnya gimana?’’ Tanya Warti lagi masih kurang jelas ia dengan perkataan SP ‘’Singa itu adalah hewan uji coba dari ilmuwan gila, ia menyatukan DNA manusia kedalam tubuh singa itu dan jadilah dia hewan percobaan yang mempunyai kekuatan unik yaitu mata biru cerah yang di namai dreaming eyes atau lebih singkatnya D eyes dan kekuatan mata itu bias menghapus ingatan seseorang dan membunuh manusia dengan ilusi indahnya’’ jawab SP panjang lebar kali tinggi yang membuat warti kini langsung mengerti.


‘’Begitu.. jadi gak ada cara untuk mengalahkannya?’’ Tanya Warti lagi yang membuat SP kali ini menatap wajahnya ‘’sayang nya informasi itu sengaja di blokir oleh penciptaku nona’’ jawab SP sehingga warti kembali tercengang ‘’Ah baik lah, kita coba saja masuk dulu. Bismillah’’ ajak Warti meski ia merasa takut dan tidak punya harapan, bukan saatnya menyerah. Ia tetap pasrah apapun yang akan terjadi di dalam gerbang itu, yang terpenting coba dulu. Ya itulah prinsip pola pikir Warti.


‘’Baik lah nona’’ selesai SP mengatakan itu seluncurnya pun kembali terbang dan kini sudah masuk kedalam gerbang ‘’gelap banget, kau gak mau menciptakan senter?’’ kata warti ia hamper tidak bias melihat apapun karena begitu gelapnya tempat ini ‘’Tetap waspada nona, jangan ngomel terus’’ Sahut SP ketus yang membuat warti dongkol sehingga ia langsung memegang tubuh SP lalu melemparkannya ke depan.


‘’Nona maaf..’’ pinta SP namun Warti telah melakukannya sehingga SP benar benar melayang bebas di udara sedang warti langsung cemberut ‘’Dia kira boss, jelas jelas aku yang mati matian berjuang disini dasar SP gak guna’’ gerutu Warti ia mulai ngomel tidak jelas karena ulas SP yang membuatnya kesal setengah mati.

__ADS_1


‘’Eh tapi kok aneh ya? Gak ada tanda tanda singa, kemana dia?’’ Warti mulai kebingungan karena ia sedari tadi masih berdiam diri saat seluncur ini terus berjalan, namun ia tidak menyadari saat ini seluncurnya terus terbang kearah depan dan masuk kedalam sebuah istana yang sangat besar dengan bangunan pilar dimana mana.


‘’Ih ini SP juga kemana lah, malah gak nongol nongol aku kan jadi parno’’ gerutu warti lagi karena ia mulai panic karena kegelapan ini sangat mencekam ‘’SP dimana kau?’’ kata warti ia sengaja mengeraskan suaranya berharap ponsel ajaibnya itu mau membalas sahutannya ‘’Grr..’’ warti langsung terperanjat saat mendengar suara gertakan itu dan ia pun langsung waspada menatap sekitarnya dan memasang indra pendengarannya.


‘’Bruaakk’’ suara itu adalah suara seluncur Warti yang terjatuh akibat di serang oleh mahluk yang belum terlihat wujudnya sedang Warti sendiri masih tersungkur di lantai karena terjatuh dari seluncurnya ‘’Sial aku bahkan tidak bisa melihat mu, kau curang karena tidak mau menampakan dirimu!’’ Gerutu Warti ia pun langsung berdiri lalu mulai mengangkat tombaknya sehingga kini permata biru yang ada di tombaknya itu menyala.


‘’Jika engkau memaksa menyerang ku, kematian yang akan engkau dapatkan’’ Warti tentu terkejut saat mendengar suara yang besar menggema di istana ini ‘’Kalo begitu, tunjukan wujudmu dan mari berdamai’’ Kata Warti sehingga tetap di hadapannya terlihat cahaya biru yang menyala terang sehingga membuat warti langsung terduduk kembali ‘’huh huh huh’’ napasnya tersengal karena ada rasa takut yang sangat besar saat menatap cahaya biru itu.

__ADS_1


‘’Nama ku adalah Leonardo, aku adalah singa yang hidup sebagai manusia. Aku sangat kuat dan k au tidak akan mampu mengalahkan aku meski kau menggunakan senjata mu itu’’ jawab singa bernama Leon yang membuat Warti menatapnya takjub ‘’Sungguh sangat keren, jadi kau tidak jahat tuan Leon?’’ Tanya Warti lagi, entah mengapa ia merasa sangat senang dan hilang lah rasa takutnya padahal sosok Leon sangat lah besar tapi indah.


‘’Aku tidak jahat, mereka yang mau memburuku karena itu dia mati’’ Jawab Leon yang membuat kepala warti manggut manggut lalu ia tiba tiba berdiri ‘’tapi aku harus mengalahkan mu tuan Leon untuk bisa mengalah mu bagaimana?’’ Tanya warti lagi sehingga Leon tertawa ‘’hahaha kau polos sekali, begini saja aku mau memberikan darah ku jika kamu meminumnya dan kau masih hidup aku akan mengakui kekalahan ku. Bagaimana?’’ Warti tentu terkejut saat mendengar permintaan Leon barusan sehingga ia terdiam karena sedang berpikir.


‘’Aku takut mati tapi?’’ Kata Warti sungguh ia pun tahu jika DNA monster masuk kedalam tubuhnya, akan memberikn reaksi yang sangat besar dan ia takut jik tubuhnya tidak kuat maka ia akan mati ‘’jadi kau ingin bertarung dengan ku, mustahil tahu akan menang karena aku punya mata ini?’’ Tanya Leon sehingga warti cemberut lalu ia menghela napas dengan berat ‘’baik lah, sini mana darahnya’’ sahut Warti ia pasrah Karena memang tidak punya pilihan lain sehingga Leon pun tersenyum tipis sekali.


‘’Tusukan tombak mu itu kedalam tubuh ku saat darah ku keluar minum lah segera’’ Pinta Leon yang membuat Warti benar benar melakukannya ‘’Tidak sakit?’’ Tanya warti heran karena saat tombak itu tertusuk di tubuh Leon ia seolah tidak merasakan apa pun ‘’Apa yang kau tunggu cepat minum’’ kata Leon sehingga dengan cepat Warti langsung mencabut tombaknya itu dan ia langsung menadahi darah itu dengan tangannya dan segera meminumnya ‘’Deg’’ mata warti membelelalak saat jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya langsung menggigil hebat saat darah itu sudah tertelan.

__ADS_1


‘’Ah ini sakit sekali…’’ Warti benar benar menderita sekarang karena luka ini cukup nyata menyiksa tubuhnya dan yang lebih parahnya lagi Warti langsung merasakan tubuhnya begitu dingin, ia merasa membeku ‘’Biar aku bantu mengalihkan rasa sakitnya’’ Selesai Leon mengatakan itu Leon pun langsung menggigit bahu kanan Warti yang membuat warti meronta keras sekali ‘’Aaah..’’ ia berteriak sangat kencang hingga SP yang berada di luar istana ‘’Nona, apa dia sudah meminum darahnya?’’ pikir SP sehingga ia pun bergegas terbang masuk istana.


‘’Ah lepaskan itu tambah sakit bego’’ umpat Warti ia sangat keras dan karena itu Leon langsung melepaskan gigitannya yang membuat darah warti keluar dengan derasnya namun anehnya tiba tiba darah itu kembali terserap di pori pori tubuhnya dan kulit yang terluka itu kembali beregenerasi sehingga pulih dengan cepat dan hal itu membuat mata Leon terbelalak.


__ADS_2