
“ya bisa jadi begitu, karena semakin level ini naik juga semakin sulit, tapi saran ku tetap lah percaya kepada kemampuan anda” jawab SP berusaha menyemangati tuannya ini supaya tidak gampang menyerah “baik lah, bismilah.. uang hadiahnya 900 jt kan?” kepala SP langsung mengangguk untuk menjawab pertanyaan warti “semangat nona, anda bilang banyak hutang jadi jangan sia sia kan kesempatan ini” ujar SP yang membuat warti tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dengan mantap.
“kau benar, aku gak boleh kalah. Bantu aku ya SP” pinta warti.
“itu pasti nona kan anda tuan saya” warti langsung sumringah saat SP mengatakan hal itu, dan tidak lama kemudian mereka pun sampai di laut teluk yang memang ombaknya sangat besar dan menjulang tinggi “cuacanya sangat buruk, kalo ada tornado atau badai gimana?” Tanya warti saat ia keluar dari mobil lalu di sambut oleh angin kencang “tenang saja nona, mobil kita aman kok karena jika ada bahaya dia bisa merasakannya melalui sensor getaran sehingga ia bisa melaju mencari tempat yang aman” tentu warti langsung melongo saat SP menjelaskan hal itu.
“serius mobil kita sehebat itu?” Tanya warti terpukau namun juga tidak percaya.
“iya nona, aku menciptakannya dengan kecerdasan buatan juga..” jawab SP sehingga warti menatapnya takjub “ah begitu, masya allah keren banget” kata warti masih terpesona dengan hal yang bisa ponsel ajaibnya ini lakukan “oke mau berangkat sekarang?” Tanya SP yang membuat kepala warti mengangguk “open..” setelah SP mengatakan itu muncul sebuah pintu yang besar di hadapan mereka lalu setelah pintu portal dimensi itu terbuka warti dan SP pun masuk kedalamnya.
__ADS_1
“wah ini dimana?” Tanya warti saat matanya berbinar menatap langit biru yang begitu cerah sedang di bawahnya di penuhi padang rumput yang terbentang luas “nona ini adalah hutan kerajaan ardinata, di sini anda akan mengambil jubbah yang terpendam di tanah ini” tentu warti tampak terkejut mendengar jawaban dari pertanyaannya “jubbah? Jadi aku harus menggalinya dulu gitu?” Tanya warti lagi namun SP segera menggelengkan kepalanya “nona tidak seperti itu, buka senjata” setelah SP mengatakan itu muncul tombak silver yang langsung warti pegang dengan kedua tangannya.
“pusatkan kekuatan anda pada tombak itu lalu tusukan ke tanah yang anda injak” pinta SP yang membuat warti segera menutup kedua matanya, ia berkonsentarsi penuh “tombak percayalah kepadaku, aku tidak akan membuat mu berdosa dan hanya membunuh sesuatu yang di haruskan” setelah kalimat itu terucap di dalam hati warti, tiba tiba warti membuka kedua matanya “wus” SP tercengang saat melihat pusaran angin mengelilingi tubuh warti.
“hiaa…” berteriak lalu dengan sekuat tenaga ia menancapkan tombaknya itu kedalam tanah. Sehingga ledakan langsung terjadi, sangat dahsyat hingga membuat SP terpaksa berlindung di pungung tuannya itu dan saat pusaran angin itu telah sirna barulah SP bisa melihat bongkahan lubang yang sangat besar karena tusukan tombak tuannya itu “bruk” tiba tiba tubuh warti kehilangan keseimbangan sehingga terjantu di tanah “huh huh huh” napas warti tersengal karena begitu banyaknya energy yang ia gunakan.
“aku hanya perlu istirahat sebentar” jawab warti yang membuat kepala SP mengangguk namun tiba tiba terdengar suara gemuruh yang membuat mereka terkejut “cling” lalu muncul sebuah kotak perunggu yang sangat benar dari dalam tanah yang sudah terkikis ini “itu adalah jubbah anda nona, sekarang anda hanya perlu menghancurkan wadahnya” kata SP yang membuat warti langsung berdiri meski itu sulit lalu dengan satu tangan kanannya warti melemparkan tombaknya itu tepat kearah wadah jubah itu.
Sehingga wadahnya itu mulai retak dan terlihat jubbah besi yang langsung terpecah lalu terbang dan langsung terpasang di tubuh warti “wah anda seperti seorang kesatrian nona” kata SP ia tampak terpesona dengan penampilan warti yang gagah berani layaknya satria baja hitam yang kuat namun tetap elegan “aneh ini terbuat dari perunggu tapi kok gak berat ya?” Tanya warti heran yang membuat SP tersenyum “armor anda” kata SP yang membuat warti menatapnya heran “maksud mu?” Tanya warti tidak mengerti.
__ADS_1
“jubah itu adalah armor anda, energy yang sudah menyatu akan membuat pelindung yang sangat kuat. Itulah mengapa jubah dan tombak anda begitu ringan” jelas SP secara singkat beruntung warti langsung memahaminya “oke aku mengerti, ayo pergi ke gladiatornya?” ajak warti, ia mulai merasa percaya diri karena mendapatkan senjata yang sangat keren dan kuat.
“baik lah nona..” kata SP, mereka pun langsung menunggang kuda hitam setelah itu langsung pergi menuju tempat pertarungan yang di namakan gladiator itu. Setelah menempu perjalan hampir 2 jam lebih akhirnya warti pun sampai di gladiator yang ternyata sudah di datangi oleh banyak penonton, dan sesuai perintah SP di perjalanan tadi warti diminta untuk mendaftarkan diri dengan nama robela setelah selesai mendaftar warti langsung masuk kedalam sebuah ruangan bersama para peserta lainnya “hei hei mengapa bisa ada anak kecil di sini? Nak tempat mu bukan di sini tapi di kursi penonto sana” kata seorang pria bertubuh besar lagi berotot dan saat menghampiri warti berbedaan tinggi tubuh mereka begitu mencolok ibarat raksasa adalah pria itu sedang warti adalah kurcacinya.
“jangan panggil aku anak kecil paman..” kata warti yang tentu tidak hanya membuat pria itu terkejut namu semua peserta “kau anak perempuan?” Tanya pria itu yang langsung membuat warti menganggukkan kepalanya “benar, dan namaku adalah robela” jawab warti dengan santai “hahaha” namun warti langsung terkejut saat mendengar tawa mereka yang pecah itu “kau.. kau berani sekali cah ayu. Apa kau tidak takut di terkam serigala, buas loh brutal juga?” warti yang memang sedari tadi dongkol karena terus di remehkan kini bertambah kesal lagi saat mendapat pertanyaan lawan bicaranya ini.
Sehingga warti langsung membuka tudung kepalanya sehingga membuat mereka semua tercengang sampai tidak bisa berkata apa apa ketika mata mereka melotot melihat pelindung kepala warti “maafkan kami satria pemberani” kata mereka semua sembari berlutut yang membuat warti terkejut sendiri “ya mengapa kalian berlutut bangun, jangan rendahkan dirimu kepada manusia” bentak warti karena ia merasa tidak suka dengan perubahan sikap mereka.
“anda belum memaafkan kami yang lancang ini” sahut pria tersebut dengan posisi masih berlutut yang membuat warti merasa jengah “baik lah aku memaafkan kalian, tapi pergilah dari sini karena aku yang akan melawan binatang buas itu” pinta warti sehingga mereka semua berbondong bondong lari keluar dari ruangan itu, “wah anda sangat keren nona..” suara SP tiba tiba terdengar karena ternyata sedari tadi SP mengamati tuannya itu dari atas sehingga warti berdecak kesal.
__ADS_1