
“saya tahu dok, butuh sekitar 500 jt lagi. Namun biaya itu bisa di cicil karena itu saya merasa lega” setelah mengatakan itu warti tersenyum membuat rudi mengangguk samar “saya tahu biaya pengobatan ayah anda sangatlah besar dan mahal, karena itu saya berterus terang kepada anda. Karena tubuh lansia memang rentan terkena penyakit apa lagi jika dari awal sudah terbiasa hidup tidak sehat” kata rudi yang membuat warti menatapnya.
“anda benar namun sebagai anak saya hanya di pandang anak kecil meski saya sudah besar jadi apa yang saya katakan tidak lah di dengar oleh ayah saya, ya memang ia egois tapi meski begitu tetap sebagai anak saya harus berbakti kepadanya dok itu perintah agama saya” jelas warti, ia secara tidak langsung memberitahu tentang hubungannya kepada ayahnya.
“kau cukup dewasa..” sanjung rudi ia merasa terpesona dengan kepribadian warti “hehehe jangan seperti itu pak, saya hanyalah anak kecil yang di besarkan oleh masalah” kata warti merasa malu karena bagi dirinya sendiri warti hanyalah seorang gadis yang tidak punya apa apa, “baik lah dari sini saya sudah bisa menyimpulkan bahwa saya mau menerima kontrak menjadi dokter yang merawat ayah kamu di rumah sakit ini hingga sembuh” jawab rudi yang membuat warti terkejut namun matanya langsung berbinar dengan senyuman tulus di bibirnya telah merekah.
“beneran dok?” Tanya warti ingin memastikan lagi.
__ADS_1
“iya, lagi pula kau juga anak yang baik jadi saya ingin membantumu” jawab rudi.
“ah iya terimakasih banyak dok” kata warti senang sekali yang membuat rudi tersenyum sambil menatap wajah warti yang berseri seri itu dan setelah perjanjian kontrak ini di buat dengan bertanda tangan di atas matrai warti pun telah menyelesaikan urusannya sehingga warti langsung kembali ke ruang ayahnya di rawat, terlihat ibu dan adiknya tampak letih duduk di kursi tunggu “ibu, adik yuk pulang?” ajak warti lembut “tapi ndok, bapak mu gimana?” Tanya sang ibu yang mendapat anggukan kepala adiknya “bapak biarkan istirahat, ibu sama adik juga makanya ayo pulang. Aku sudah di beri tahu dokter kita pulang dulu gak apa apa” jawab warti tenang.
“pulang kerumah mu mbak?” Tanya sang adik yang membuat warti tertawa kecil “hehehe ya iya lah dek, yuk gas lah udah malam nih nanti kalian malah ikutan sakit kalo maksa tidur di sini” ajak warti kembali yang membuat sang adik dan ibunya pun menurut saja, sehingga mereka bertiga pun pulang ke rumah warti.
Kini warti sedang berada di dalam kamarnya, ibu dan adiknya tidur di kamar tamu “nona sudah jam 9 anda kenapa belum tidur?” Tanya SP sehingga warti menatapnya “uang ku habis, tapi hutang dan biaya rumah sakit masih banyak yang belum lunas” kata warti sehingga kini SP mengerti mengapa tuannya ini tampak murung “anda sudah solat dan doa kan? Katanya kalo udah melakukan itu gak akan terpikirkan lagi” warti tiba tiba langsung tersenyum saat mendengar perkataan SP barusan “iya kau benar, harusnya aku gak perlu memikirkannya. Tapi.. ah dasar manusia, aku harus yakin jangan ragu sedikit pun kepada allah” kata warti sehingga SP menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“iya ini tidur, makasih banyak..” setelah mengatakan itu warti memaksa tubuhnya untuk beristirahat dan saat warti sudah benar benar terlelap SP segera mematikan lampunya sehingga terlihat cahaya biru tepat di jendela namun herannya SP tidak menyadari ada sosok mahluk itu sedang mengintai mereka sedari tadi. “tap tap tap” langkah kaki seseorang tiba tiba mendekati warti yang sedang asik bermimpi ria “kau terlihat baik, aku akan buat penderitaan sedikit untuk menambah ujian mu gadis kecilku yang pemberani” lagi lagi sosok seorang pria bermata biru itu kembali datang kepada warti dan setelah ia mengatakan hal itu dengan lirih, ia pun kembali pergi dari kamar ini.
“mbak.. woy mbak war bangun udah subuh..” seraya mengatakan itu sang adik juga menggoyang goyangkan tubuh warti supaya kakaknya ini terbangun dari tidurnya “Mmm.. nanti 1 jam lagi..” tentu sang adik langsung tersentak kaget saat mendengar suara serak warti barusan “ya mana ada 1 jam lagi, bangun bangun sebelum aku siram air nih?” ancam sang adik namun warti mengabaikannya karena ia masih merasa sangat mengantuk “ih kenapa gak mempan sih, oke pake cara terakhir” setelah mengatakan itu sang adik tiba tiba langsung naik keatas ranjang warti lalu dengan kuat kakinya langsung menendang tubuh kakaknya ini hingga warti terjatuh dari tempat tidur.
“Ya..” bentak warti setelah ia terbangun 100% dengan wajah yang membara dan tatapan tajam namun sang adik hanya tersenyum “bagus deh kalo gak di gitu kan kau gak akan bangunl, udah sana kau wudhu lalu solat aku mau bantu ibu masak lagi” selesai mengatakan itu sang adik langsung berlari begitu saja tanpa merasa berdosa sedikit pun “hahaha” belum juga reda rasa dongkolnya tiba tiba warti mendengar tawa renyah SP yang sangat menjengkelkan itu “baru kali aku melihat nona di tendang sampai nyunsep gitu” kata SP merasa lucu saat melihat adik tuannya tadi.
“ya kau berani banget tertawa di atas penderitaan ku, sini kau biar aku tampol kepalamu” kata warti kesal lalu ia berusaha menangkap SP sehingga SP langsung terbang tinggi “ya curang kau, is gak seru” keluh warti karena kesal ia gagal menangkap ponsel ajaibnya itu “hehehe maaf nona, lebih baik aku kabur dari pada anda merusak ku” kata SP namun tidak di gubris oleh tuannya karena warti memutuskan untuk segera ke kamar mandi supaya bisa berwudhu dan segera melaksanakan solat subuh.
__ADS_1
Selesai solat dan berzikir warti langsung mengangkat kedua tangannya seraya ia berdoa “ya allah yang maha pengasih lagi maha pemurah dan maha penyayang tolong tambah kan lah nikmat mu kepada ku. Supaya aku bisa mendapatkan rizki yang banyak untuk membantu membiayai pengobatan ayahku, melunasi hutang hutang orang tua ku dan supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga ku. Aamiin ya rabb..” ya itulah doa yang warti panjatkan pagi hari ini berharap tuhannya segera mengabulkannya, karena warti yakin jika meminta tolong kepada allah tuhan semesta alam juga rab nya maka masalah akan terselesaikan dengan mudah, itulah ajaran yang di berikan kepada guru ngajinya sebagai salah satu solusi di setiap masalah.
“doa adalah senjatanya orang muslim” ya itulah kalimat yang membuat warti tidak pernah berputus asa untuk mengharap rahmat juga ridho tuhannya.