Rich Girl With System

Rich Girl With System
Pergi ke misi 10


__ADS_3

Karena sudah merasa puas menatap langit malam, warti pun kembali melangkah kearah tempat tidur setelah membaringkan tubuhnya dan membaca doa tidur warti berucap di dalam hatinya "ya allah terimakasih untuk hari ini, dan jika besok aku masih hidup jadikan lah hari esok lebih baik lagi dari pada hari ini. dan semoga besok adik dan ibu pulang kesini aamiin" ya itulah doa yang warti panjatkan sebagai harapan asa asanya besok jika ia masih terbangun untuk hidup kembali di dunia ini.


"cengep" suara pintu terbuka, perlahan namun pasti langkah kaki seorang pria bermata biru itu mendekati warti yang sudah terlelap pulas "hatimu sangat kuat, aku senang akhirnya kau sembuh. tenang saja aku tidak akan melakukan apapun pada keluarga mu jika mereka tidak mengganggumu, aku hanya ingin melihat sudah sejauh mana perkembangan mu dan besok kita akan lihat mampu kah engkau menyelesaikan misi 10 di dystopia level 1 ini? selamat kembali berjuang gadis kecilku yang manis!" selesai mengatakan itu pria bermata biru itu langsung keluar dari kamar warti namun kali ini ia tidal lewat jendela melainkan lewat pintu kamar warti karena ia ingin memberikan sesuatu kedalam makanan yang akan di santap oleh warti untuk sarapan paginya nanti.


"semoga ini bisa membantumu untuk menjadi lebih agresif karena para monster itu cukup banyak dan merepotkan" guma si pria bermata biru itu saat meneteskan cairan berwarna biru lau kedalam ayam goreng warti setelah semua selesai ia pun dengan santainya keluar dari pintu rumah dan menguncinya kembali karena ia memiliki duplikatnya.


kini pagi telah datang, sehingga warti tengah selesai berisap siap untuk melanjutkan misinya "nona lahap banget anda makannya" kata SP yang membuat kepala warti manggut manggut karena mulutnya penuh makanan baru setelah menelannya ia pun berkata "tumben banget ini ciken lebih enak dari biasanya" kata warti jujur karena memang begitu lezat ia sampai tidak ingin berhenti memakannya.


"benarkah? hmm padahal cuma ciken biasa loh yang sering anda makan?" sahut SP sehingga warti langsung tersenyum "mungkin lagi masa pemulihan ini jadi napsu makan ku bertambah hehehe" ujar warti lalu ia mulai melahap kembali sisa makanannya "SP apa ibu dan adikku baik baik saja?" tanya warti setelah ia selesai sarapan.

__ADS_1


"anda tenang saja nona, mereka baik kok hanya saja ada yang belum selesai masalahnya jadi belum bisa kembali pulang kesini" jawab SP sehingga kepala warti mengangguk samar "begitu, ya sudah lah yang penting mereka baik baik aja" begitu kata hati warti sungguh ia pun sebenarnya sudah menelepon sang ibu untuk mengetahui keadaannya namun tetap saja awalnya warti kuatir.


"nona mau berangkat sekarang?" tentu pertanyaan SP barusan berhasil membuat lamunan warti buyar sehingga warti menatapnya "lest go" kata warti penuh semangat yang membuat SP tersenyum senang "eh tunggu. kita naik apa kan mobilnya di bawa ibu?" tanya warti, ia baru mengingat hal itu sekarang.


"tenang saja nona, aku sudah membuatkan yang lebih canggih" jawab SP santai yang membuat warti merasa senang sekali bahkan matanya sampai berbinar dengan senyuman merekah menatap ponsel ajaibnya itu "kau memang terbaik SP ku, ya sudah lest go" setelah mengatakan itu warti langsung berlari keluar dari rumahnya dan benar saja di halaman sudah terparkir mobil berwarna biru langit yang sama persis dengan mobil yang ia berikan kepada sang ibu dan adiknya.


"lokasinya dimana?" tanya warti karena sudah 1 jam lebih mobil ini melaju belum juga berhenti "anda pernah mendengar gudang lelang?" tanya SP sehingga warti tampak heran "enggak.." jawab warti singkat dan SP sudah menduganya "bagus lah kalo gak tahu itu" kata SP lagi yang membuat warti terkejut "kok gitu? emang kenapa sama tuh tempat?" tanya warti penasaran.


"tempat itu awalnya menjadi pusat perdagangan ikan terbesar di kota ini namun tiba tiba muncul peristiwa yang sangat mengerikan dimana para penjual di sana di bunuh dengan sadis dan kasusnya belum terungkap jadi pelakunya belum tertangkap" jawab SP yang membuat warti terperanjat, ia juga langsung di buat merinding karena begitu mengerikannya cerita tersebut "is ngapa sih tempatnya harus seseram itu, aku jadi parno" keluh warti yang karena meski ia bermental baja parahnya jika sudah di hadapkan pada hal begituan akan membuat nya langsung ketakutan setengah mati.

__ADS_1


"nona takut?" kepala warti langsung manggut manggut untuk menjawab pertanyaan SP "nona mengapa anda takut, itu hanya sebuah tempat pembunuhan" mata warti langsung melotot dan tangannya langsung memegang tubuh ponsel ajaibnya itu saat mendengar perkataan itu "nona jangan menatapku seperti itu, sangat menakutkan.." keluh SP ketakutan.


"kau kenapa sih santai banget, kalo kita ketemu pembunuhnya gimana atau ketemu sama hantu yang bergentayangan di sono gimana?" kata warti murka yang membuka amarah nya meledak dan SP langsung keteteran, Sp kelabakan karena berhasil membuat tuannya ini marah besar "iya iya nona maafkan aku aku kira anda akan senang karena bisa menangkapnya jika bertemu pembunuhnya" tentu perkataan Sp barusan berhasil membuat warti terperanjat dan sangat terkejut ia tampak menatap SP dengan lekat.


"kau benar, tapi apa kita mampu menangkapnya?" tanya warti pada dirinya sendiri, namun karena kalimat itu juga di dengar oleh SP sehingga SP langsung tersenyum "nona aku berharap anda tidak hanya jadi pahlawan untuk keluarga anda tapi juga untuk orang lain" kata SP yang membuat warti tersentak kaget sehingga ia kembali menatap SP dengan tatapan mata yang sulit di artikan.


"iya, kau benar. aku tidak boleh punya rasa takut pada apapun kecuali kepada tuhan ku" kepala SP langsung manggut manggut untuk merespon perkataan warti barusan "nah gitu dong, semangat nona" kata SP bersorak untuk tuannya ini sehingga warti tersenyum "terimakasih banyak SP" setelah mengatakan itu warti kembali meletakan SP di sampingnya dan kini ia sedang merenung.


"nona apa yang anda pikirkan?" tanya SP karena ia penasaran "tidak ada, hanya tentang masa depan yang aku pun tidak bisa melihatnya namun bayanganku aku bisa berharap supaya semua bisa aku bantu" jawab warti "nona jangan memikirkan banyak hal, anda sekarang harus fokus pada misi kita. udah sampai di tempatnya nih" tentu warti tampak terkejut saat mendengar perkataan SP dan benar saja saat warti menatap ke jendela mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2