Rich Girl With System

Rich Girl With System
Sampai rumah


__ADS_3

Dan saat pagi datang, warti terkejut karena ia di bangunkan oleh SP “ini jam berapa?” Tanya warti sambil ia terduduk merenung “jam 8 nona” jawab SP membuat warti terkejut “ah begitu, semalam aku bermimpi bertemu pria tapi gak jelas wajahnya karena gelap” kata warti lalu ia menatap SP yang juga sedang menatapnya “hanya mimpi nona, bunga tidur jangan terlalu di ambil pusing. Karena anda terlalu lelah karena itu mimpinya penuh misteri” sahut SP yang mendapat anggukan kepala warti.


“kau benar, iya sudah aku mandi dulu ya?” pinta warti.


“oke nona. Aku akan pesankan makanan untuk sarapan pagi anda” sahut SP.


“terimakasih” kata warti dan ia segera beranjak dari tempat tidur, setelah mengambil handuk ia masuk kedalam kamar mandi “apa itu mimpi? Atau kenyataan sih?” warti ingin tidak percaya namun karena tadi malam perestiwa itu tampak nyata membuatnya bimbang “suara itu juga mirip dengan Justin” tiba tiba warti kembali teringat dengan sosok pria tampan yang baik hati itu “tapi gak mungkin Justin, mana bisa dia masuk kan udah aku kunci pintunya dan SP juga tidak memberitahuku adanya penyusup. Ya mungkin karena aku terlalu memikirkan nya” ya warti akhirnya mencoba terus berpikir positif karena ia tidak ingin berprasangka buruk kepada siapapun.

__ADS_1


“nona ngapain aja sih?” tentu warti melongo saat ia keluar dari kamar mandi SP langsung bertanya begitu “hehehe lama ya, maaf karena tadi aku pup dulu terus mandi.. terus bengong” jawab warti jujur yang membuat SP menggelengkan kepalanya “dasar nona lama, ya sudah sana sarapan nasi uduknya sudah siap di dapur tuh” pinta SP yang membuat warti langsung tersenyum “siap, makasih ya” selesai mengatakan itu warti langsung berlari ke dapur sedang SP memeriksa kamar sebelum menyusul tuannya itu “lah kok di buka? Hmm untung aku periksa coba kalo gak bisa berabe dasar nona kikuk” keluh SP karena ia melihat jendela terbuka sehingga langsung di tutupnya dan setelah selesai memerika tidak ada yang terlewat SP segera menyusul tuannya itu ke dapur.


Perjalanan menuju desa memakan waktu sekitar 5 jam sehingga warti sampai di rumah pukul 2 siang “ini rumah anda nona?” Tanya SP tidak percaya ketika mobil terparkir di halaman rumah yang tampak tua dan sudah reot itu “iya, tapi kau gak bisa jadi robot. Ubah dirimu segera” pinta warti yang langsung di laksanakan oleh ponsel ajaibnya itu lalu setelah meletakan SP di dalam tasnya, warti langsung keluar dari mobil.


“kok sepi ya?” kata hati warti, lalu ia melangkah mendekati pintu “assalamualaikum, bu aku pulang” kata warti sedikit keras namun tidak ada respon dari dalam sehingga warti langsung menelepon sang ibu “halo assalamulaikum, uwes teko endi ndok?” Tanya sang ibu saat menerima panggilan “waalaikum salam, aku wes teko omah iki bu. Ibu dimana kok sepi hehehe” jawab warti yang tampak canggung ini “oh wes teko, syukurlah. Ya udah kamu istirahat dulu di rumah, nanti adik mu pulang. Ibu masih di rumah sakit jaga bapak mu” kat sang ibu yang membuat warti mengerti.


“oh enggeh bu” sahut warti, “ya sudah ibu matikan ya, nanti kalo udah gak cape ke rumah sakit ya?” pinta sang ibu “siap komandan” kata warti semangat yang membuat sang ibu tersenyum di sebrang sana lalu terputuslah panggilan yang membuat warti langsung pergi ke pintu belakang, di samping pintu ada sebuah batu berukuran sedang. Di balik batu itulah sang ibu menyembunyikan kunci rumah sehingga kini setelah membuka pintu warti langsung masuk kedalam rumahnya ini yang tidak berubah sedikit pun.

__ADS_1


“aku anak pertama jadi sudah menjadi naluriku untuk mengalah, aku tidak pernah meminta hal lebih dari kedua orang tuaku dan menahan semua keinginan ku” kata warti lalu ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur sedang SP duduk di sampingnya “nona, tenang saja anda akan segera kaya raya jadi gak hidup susah lagi” sahut SP seolah memberi semangat yang membuat warti tersenyum tipis “mbak war..” baru juga warti ingin membuka mulutnya warti sudah di panggil oleh adiknya “eh adikku datang” warti langsung buru buru berlari untuk membukakan pintu sedang SP segera kembali menjadi ponsel.


“itu mobil siapa mbak?” warti sempat melongo baru juga berjumpa bukannya memeluk atau apa? Adiknya ini langsung bertanya hal yang tidak penting “ah itu mobil ku lah, mobil sapa lagi?” setelah mengatakan itu warti langsung menarik lengan adiknya itu supaya masuk kedalam rumah lalu warti memeluknya “loh deh, kok kamu kurus banget?” warti tampak terkejut saat ia merasakan tubuh adiknya ini tidak se gemuk dulu.


“ah diet aku” setelah mengatakan itu adiknya langsung mendorong pelan pundak warti supaya mereka berhenti berpelukan “tumben banget diet mu berhasil biasanya Cuma wacana, eh gimana kalo kita makan dulu aku beli jajanan tadi sama lauk?” ajak warti yang membuat adiknya tersenyum lalu kepalanya manggut manggut “oke sabar ya, kau mandi dulu sana” setelah mengatakan itu warti langsung cus pergi ke dapur meninggalkan sang adik yang tampak terkejut itu.


Kini makanan sudah di hidangkan dan kedua kakak beradik itu sudah siap menyantapnya “selamat makan” kata mereka berdua lalu melahap nasi dan ayam goring di piringnya “enak kan hehehe” kata warti yang membuat adiknya mengangguk kan kepalanya “iya lah kan ini ayam kfc” kata warti lagi yang membuat sang adik menatapnya “sisakan untuk ibu ya?” Tanya sang adik “tentu saja, udah makan lah yang banyak biar kau gak kurus lagi” pinta warti sehingga sang adik melahapnya kembali makanan itu.

__ADS_1


“kabar bapak gimana?” Tanya warti.


“entah lah..” jawab sang adik yang membuat warti terkejut “maksudnya?” Tanya warti serius sehingga sang adik menatapnya lalu tersenyum tipis “sebenarnya ibu bohong bilang bapak kangen kamu, bapak kondisi tubuhnya semakin memburuk. Sekarang bapak aja sulit bernapas karena paru parunya rusak” jawab sang adik lirih membuat warti terdiam, ia merasa tidak berselera lagi untuk makan “kau gak usah kuatir, bapak kan emang gitu udah kita suruh berhenti merokok malah gak mau jadi sekarang gini kena kangker paru paru” kata sang adik, sehingga warti menatapnya “mau pergi kerumah sakit sekarang?” Tanya warti hati hati yang langsung mendapat anggukan kepala sang adik.


__ADS_2