Rich Girl With System

Rich Girl With System
Serangan serigala


__ADS_3

"Di belakang nona.." teriak SP namun sudah terlambat saat sang serigala kembali menerkam bahu kanan warti dengan brutal sehingga jubahnya benar benar hancur yang melindungi bahunya itu.


"Ah sakit bego!" teriak warti ia hampir saja mati merasakan rasa sakit ini dan dengan sisa tenaga yang ada di tangan kirinya warti langsung menancapkan tombaknya itu mengenai kepala serigala yang satunya "bruk" tubuh warti langsung tersungkur di tanah sedang sang serigala tampak kesakitan mendapat luka tusukan tombak itu, melihat sang serigala sudah hampir kalah SP pun sigap langsung mengerahkan seluruh senjata drone nya ke leher serigala.


"Cus" bagaikan tembakan laser yang sangat cepat dan besar membuat sang serigala yang menerima serangan itu langsung tumbang karena serangan itu mengenai organ vitalnya tepat di bagian otaknya sehingga sang serigala pun tumbang dan akhirnya mati.


SP buru buru langsung mendekati tubuh warti yang bersimbah darah itu "nona sadar lah, tolong buka mata anda" pinta SP ia panik karena detak jantung warti mulai melemah "obat regenerasi " teriak SP sehingga setelah mengambil obat itu SP segera membuka mulut tuannya itu dan meneteskannya.


"cukup SP.." suara warti sangat lirih, tangannya yang lemah berusaha menahan tangan SP supaya tidak menumpahkan cairan obat itu ke luka yang di derita bahu kanannya "tapi ini belum cukup nona" kata SP ia sangat kuatir kepada warti yang sudah sekarat ini, rasanya ia tidak bisa menahan lebih lama lagi melihat wajah warti yang tampak tersiksa itu karena menahan rasa sakitnya.


"tenang lah SP, biarkan aku istirahat sebentar.." kata warti, ia tersenyum kecil dan matanya mulai terpejam "nona sesungguhnya aku tidak suka melihat anda terlalu lama tidurnya, karena aku takut anda akan memilih.." Sp tidak menyelesaikan perkataannya, entah mengapa ia sakit juga merasa sedih jika tuannya ini terluka parah hingga hilang lah nyawanya.

__ADS_1


"hei aku tidak selemah itu ya" sahut warti lalu ia tersenyum kecil sehingga SP yang melihatnya langsung memeluk tubuh tuannya ini "nona, saat anda mengalami dilusi tadi anda sudah merasakan yang namanya traumatis. itu akan membekas di pikiran anda tapi aku senang anda masih mampu mendengar suara ku jadi anda sadar, aku hampir saja sudah kehilangan harapan saat melihat anda sempat kehilangan kesadaran tadi.." kata SP yang membuat warti menatapnya "sejak kapan kau jadi bucin begini sama aku?" SP langsung cemberut saat mendengar pertanyaan warti yang baginya menyebalkan itu "dasar nyebelin" gerutu Sp yang membuat warti tertawa kecil.


"hehehe, bercanda loh. tapi terimakasih banyak SP karena kamu sudah menolongku" kata warti sehingga SP menatapnya kesal namun warti tetap memberinya senyuman tulus "nona apakah anda ingin menyelesaikan misi ini?" tanya SP yang membuat warti menatapnya lalu mengangguk samar.


"aku tidak ingin menyerah, jadi aku mohon kerja samanya ya?" pinta warti.


"baik lah nona, tapi anda istirahat dulu sejenak karena luka anda akan pulih namun memerlukan waktu" kata SP sehingga warti pun kembali memejamkan kedua matanya sedang SP terdiam membiarkan tuannya ini beristirahat sejenak "nona sebenarnya aku sengaja tidak memberi solusi karena aku ingin melihat bagaimana cara anda menghadapi situasi sulit ini. ternyata anda sangat berani juga masih ceroboh, maaf ya tapi setelah ini aku benar benar tidak akan membiarkanmu terluka lagi. aku juga akan coba yang terbaik untuk membantumu menyelesaikan misi level 10 ini"


‘’Nona bangun lah’’ pinta SP yang perlahan membuat mata warti terbuka ‘’Mmm sudah berapa lama aku tertidur?’’ Tanya warti, ia tampak terkejut karena ketiduran ‘’Anda baru tidur 2 jam nona’’ jawab SP yang membuat warti terperanjat sehingga ia menatap tidak percaya wajah SP yang tampak imut itu.


‘’Kenapa engkau tidak bangunkan aku?’’ Tanya Warti tampak kecewa namun tiba tiba bibir SP tersenyum. ‘’Anda sudah kehilangan banyak tenaga, jadi perlu waktu lama untuk pulih. Lagi pula obatnya tinggal beberapa tetes jadi aku memang sengaja membiarkan anda tertidur selama itu’’ Jelas SP yang membuat warti tersenyum kecil lalu mengangguk lah kepalanya.

__ADS_1


‘’Terimakasih banyak SP, aku sudah merasa lebih baik sekarang. Tapi jubbah ku tidak bisa di perbaiki’’ Kata Warti saat ia melihat retakan parah di jubbah bahu kanannya itu ‘’tidak ada hal yang bisa membuat jubbah itu kembali utuh nona’’ Sahut SP sehingga kepala Warti manggut manggut lalu ia pun segera berdiri yang membuat SP terbang lalu berdiri di pundaknya.


‘’Mau berangkat sekarang?’’ Tanya SP, namun warti masih terdiam karena ia sedang memperhatikan tombaknya yang berwarna silver itu ‘’Ada apa nona?’’ Tanya SP lagi yang membuat warti tersenyum ‘’Tombak ini tidak rapuh sama sekali, apa ini artinya dia benar benar senjata yang kekuatannya sangat besar?’’ Guma Warti sungguh ia pun di buat heran karena tombak ini tetap dalam keadaan baik berbeda dengan jubbah yang ia kenakan.


‘’tombak itu sangat kuat, anda hanya menggunakan kemampuannya 50% saja’’ Sahut SP, yang membuat Warti terkejut ‘’Sungguh? Bagaimana cara mengeluarkan kekuatannya 100% ?’’ Tanya Warti penasaran ‘’anda jika sudah mampu mengendalikannya secara sempurna pasti bisa, nona kali ini kita akan melawan singa yang jauh lebih kuat dan brutal dari monyet dan serigala. Saran ku fokuslah serang dia di kepalanya’’ Jawab SP namun Warti tampak kecewa karena bukan jawaban itu yang ia inginkan.


‘’SP ayo berangkat’’ Pinta Warti sehingga seluncur kembali muncul dan ia segera naik ke atasnya ‘’dia tidak memberitahu ku cara mengendalikannya, ha ah ini sulit tapi aku gak mau mati di sini’’ Ya itulah kata hati warti yang sangat kuatir dengan dirinya sendiri karena ia tidak dapat berbuat banyak kecuali berusaha terus dan pantang menyerah sedikit pun.


Warti terkejut saat menatap gerbang istana singa karena di atasnya banyak mayat di gantung dan di biarkan mengering begitu saja.


‘’SP sebenarnya tempat apa ini?’’ Tanya Warti sehingga SP pun menghentikan laju seluncurnya tepat di depan gerbang ‘’Singa itu sangat besar nona, dia punya mata biru yang jika anda melihatnya bisa jadi anda akan mati karena terkena ilusi. Tapi ilusi itu bersifat indah jadi seperti mati dalam keadaan bahagia’’ warti tentu melongo dan terheran heran saat mendengar penjelasan SP barusan.

__ADS_1


__ADS_2