
''Bagaimana itu bisa terjadi?'' tanya warti heran ''Anda sudah berhasil melepas segel nya jadi anti virusnya mematikan semua virus yang menyebar termasuk di tubuh para zombie dan akar akarnya pun sudah mulai menyebar luas sehingga pohon itu tumbuh rimbun hingga sebesar ini'' jelas SP panjang lebar yang membuat warti mengerti sekarang.
''Anda makan buahnya ya?" pinta SP sehingga warti tampak terkejut ''Eh itu tidak beracun?'' tanya warti namun Sp tidak menjawabnya dan tangannya langsung memetik buah berwarna merasa seperti buah apel lalu di berikan kepada tuannya ''Makan lah'' pinta SP sehingga warti menurut saja.
Dan saat warti memakannya matanya langsung berbinar menatap buah itu ''Enak banget manis, aku suka dia lebih enak dari apel'' kata Warti sehingga SP tersenyum kecil ''Ya sudah habiskan, itu manfaatnya banyak untuk menambah imun tubuh anda supaya mata anda tidak lagi berdarah'' jawab SP yang membuat warti manggut 'manggut sehingga ia pun menghabiskan buah itu.
Kini Warti dan SP telah kembali pulang kerumah sehingga Warti bisa rebahan santai di tempat tidurnya yang empuk dan nyaman ''Dapat uang sebanyak ini repot juga ya membaginya'' Keluh Warti ia merasa bingung karena telah mendapat banyak uang masuk kedalam rekening atm-nya ''Gimana kalo anda sumbangkan untuk sodara sodaran anda yang membutuhkan?'' Ujara Sp memberi saran yang membuat Warti tersenyum senang ''Aku bakal melakukan itu, kau tenang saja. Aku juga akan membayar zakat tapi kenapa sisanya masih juga kebanyakan ?'' Warti masih mengeluh karena ia memang kebingungan untuk menghabiskan uangnya ini.
''Nona kan anda punya ayah yang perlu biaya besar perawatan dan ibu juga adik. belum lagi anda harus membeli setiap senjata di level selanjutnya jadi saran ku anda bijak lah dalam menggunakan uang. Karena orang yang kaya aja bisa bangkrut karena kecerobohannya'' Pinta SP sungguh ia tidak ingin hal yang menakutkan terjadi di diri tuannya ini karena itu ia mewanti-wanti Warti supaya bertindak dengan benar.
__ADS_1
''Aku mengerti terimakasih banyak sudah memberi nasehat terbaik Sp. Eh tapi aku merasa aneh tahu saat suda memakan buah itu tubuhku jadi lebih ringan dan mataku juga tidak sakit lagi'' Ujar Warti ia merasa takjub karena buah dari pohon beringin merah itu seperti obat yang menyembuhkan luka di dalam tubuhnya ''Itu buah seperti obat nona anda ingat dengan telaga kehidupan yang dulu aku pernah ceritakan nah buah itu seperti telaga itu manfaatnya'' Ujar Sp menjelaskan secara singkat karena memang mereka sangat berkualitas tinggi sehingga mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.
''Begitu keren juga ya? Eh terus selanjutnya misi kita apa nih?'' Tanya warti yang membuat SP menatapnya ''Misi ini di level 21 sampai 30, anda pernah dengar game mortal combat?'' Tanya balik SP yang membuat Warti terkejut namun kepalanya langsung manggut manggut ''Ya aku bahkan pernah memainkannya'' Jawab Warti tampak senang dan antusias sehingga SP tersenyum.
''Nona ada 3 penjahat pengacau semua kota di dystopia 21 sampai dystopia 30, nama mereka adalah Renal, Arbian dan Lukaka. Mereka sangat bengis sehingga para penduduk kota sangat ketakutan dan tidak bisa berbuat apa apa saat di tindas mereka. Nah misi kita kali ini membunuh mereka tapi harus mencari dulu sosok mereka dari semua kota dystopia'' Jelas SP panjang lebar yang membuat Warti menganggukkan kepalanya.
Semilir angin malam yang begitu lembut menyapa wajah warti hampir mengusik ketenangan tidurnya namun ia tidak terbangun dan saat itu lah sosok pria bermata biru berdiri di sampingnya ''Kau sudah tumbuh sangat cepat, aku tidak menyangka kekuatan Leonardo bisa bertahan di dalam tubuhmu. Tapi selanjutnya lebih sulit kau harus kuat ya gadis kecil ku sayang karena tiga penjahat itu adalah pembunuh sadis yang suka menfataliti korbannya, jadi mungkin saat kau melihatnya kekuatan mu akan meledak keluar'' selesai mengatakan itu pria bermata biru itu langsung duduk di samping warti lalu wajahnya mendekat dan bibirnya mulai mengecup lembut kening warti membuat gadis itu merasakan hawa dingin yang berhasil membuatnya terbangun dari tidurnya.
''Ah kenapa aku merasa ada yang menaruh Es batu di keningku ya?'' Kata Warti bingung lalu ia memegangi keningnya namun tidak ada apa apa di sana ''Aku paling cuma mimpi'' Karena warti merasa ini tidak nyata dan bukan masalah besar sehingga ia melanjutkan tidurnya kembali ''Hmm lucunya'' Pria bermata biru yang melihatnya itu langsung tersenyum kecil lalu ia pun pergi dari kamar itu setelah puas memandangi wajah warti sang wadah kekuatan yang telah ia ciptakan.
__ADS_1
''Nona bangun.. anda tidak solat subuh?''
Tanya SP sambil tangan kecilnya memegangi lalu menepuk nepuk pelan pipi tuannya ini sehingga Warti perlahan membuka kedua matanya ''Mmm.. SP aku ingin makan sup buntut dan nasi anget'' Kata warti yang membuat SP melongo dan ia pun langsung menghela napas dengan berat ''Ah iya lah nanti di pesankan, udah sekarang buka dulu mata nona dan sana bangun mandilah lalu solat'' Kata SP yang membuat warti tersenyum lalu ia langsung bangun dan segera ke kamar mandi.
''Dasar nona dia pasti semalam mimpi makan enak jadi pingin'' Kata SP lirih sambil ia mencari restoran penjual sup buntut di ponsel warti lalu memesannya sedang warti yang baru sampai ke dapur tampak senyam senyum ''Anda kenapa ekspresinya begitu?'' Tanya SP heran namun warti hanya tersenyum lagi ''Ais pasti ada hal yang menyenangkan terjadi, apa nih cerita kan dong?'' pinta SP penasaran karena ia tidak biasa melihat tuannya ini sebahagia ini.
''Apa kau tahu, 3 hari lagi aku akan berulang tahun hahaha'' Jawab Warti lalu tertawa lepas yang membuat SP terbengong namun ia mengerti sekarang mengapa tuannya ini bersikap begitu ''Oalah aku kira kenapa, ya sebentar lagi anda bertambah tua bukannya sedih malah senang'' Kata Sp yang membuat warti yang tadinya tersenyum langsung terkejut.
"Kau nyebelin banget sih, Eh kamu gak mau memberiku hadiah Sp?'' Tanya warti yang membuat kepala SP langsung mengangguk ''Tentu, anda mau apa?'' Tanya balik SP sehingga Warti tertawa kecil ''Hehehe gak ada, aku cuma ingin kau jadi teman ku selamanya jangan pergi'' Jawab Warti yang membuat SP tersenyum lalu kepalanya mengangguk.
__ADS_1