
“oke sekarang mari kita istirahat, bu, dik. Karena besok kita harus berangkat pagi pagi sekali” pinta warti yang langsung dituruti oleh ibu dan adiknya. Di kamar sang ibu dan adik sudah terlelap sedang warti masih terjaga hingga detik ini “00:00 dini hari” kata hati warti saat melihat layar ponselnya lalu ia pun memutuskan beranjak dari tempat tidur dan keluar rumah, ia naik keatas mobilnya lalu kepalanya menggadah ke langit yang di penuhi ribuan bintang yang menemani bulan.
“kenapa nona belum tidur?” suara SP tiba tiba menggema di gendang telingannya lalu SP duduk di samping warti “aku sudah tidak punya uang lagi” suara warti terdengar lirih namun SP tetap masih bisa mendengarnya “ya benar, tapi besok kita bisa menyelesaikan misi lagi” kata SP yang membuat warti tersenyum kecil “kau benar, hmm SP di level 8 apa lebih sulit?” Tanya warti yang membuat SP menatapnya “meskipun sulit anda pasti tidak akan menyerah” jawab SP, ia memang sengaja tidak mendeskripsikan semuanya namun SP yakin tuannya ini pasti bisa berhasil menyelesaikan misinya.
“baik lah yuk masuk, kita gak boleh begadang terlalu lama” ajak warti sehingga mereka berdua pun kembali masuk kedalam rumah tanpa mereka sadari ada sosok pria yang sedari tadi memperhatikan mereka. Saat pagi datang warti dan keluarganya pun berangkat ke Bandar lampung dan di sana adik dan sang ibu langsung pergi ke rumah sakit karena menunggu sang ayah menjalani operasi sedang warti sibuk pergi kesebuah daerah terpencil supaya bisa kembali menyelesaikan misi.
“ini tempat apa?” Tanya warti saat mobil mereka masuk kedalam sebuah gerbang yang berkarat tanpa di gembok “ini adalah rumah mewah nyi darmi, dulu keluarga nyi darmi tinggal di sini tapi ada tragedy pembunuhan berantai di rumah ini jadi di biarkan begitu saja” jawab SP yang membuat buluk kudup warti jadi merinding “ya berarti angker dong ini rumah?” Tanya warti takut yang membuat SP menatapnya “entah lah, tapi jika anda percaya sama hantu bisa jadi” jawab SP yang membuat warti cemberut.
__ADS_1
“kau bilang hantu gak ada?” kata warti ketus.
“memang gak ada karena itu aku gak takut sama kata angker” sahut SP santai yang membuat warti melongo. “ya sudah yuk keluar?” ajak SP namun kepala warti segera menggeleng “kau belum jelaskan misi kita apa?” Tanya warti yang membuat SP langsung berkata “buka misi” setelah itu terlihat lah sebuah perlombaan adu memasak yang di ikuti oleh para koki.
“apa maksudnya ini?” Tanya warti tidak paham.
“gak pernah belajar aku, paling Cuma bisa masak mie instan dan telur ceplok. Udah itu aja..” jawab warti jujur sehingga SP manggut manggut “eh tapi senjata kita apa?” Tanya warti tiba tiba ia teringat akan hal itu “buka senjata” kata SP yang membuat muncul gambar sebotol kecil serbuk berwarna kuningan “lah apa itu bumbu?” Tanya warti yang mendapat anggukan kepala SP “itu adalah penyedap rasa, ya kalo di dunia kita seperti masako, micin..” jawab SP yang membuat kepala warti manggut manggut “oke gas ken lah kita mulai misinya” ajak warti, yang langsung di setujui oleh SP sehingga mereka pun kini segera masuk kedalam dunia pararel setelah portal pintu dimensi terbuka.
__ADS_1
“eh tumben kita gak di hutan?” Tanya warti tidak percaya karena kini mereka berada di sebuah rumah yang sederhana “ini adalah rumah linda, seorang juru masak istana nah di anda berperan menjadi dira sang muridnya. Berhubung diranya masih liburan di kampungnya jadi aku menyamarkan identitas anda saja biar gak ribet” jelas SP yang membuat warti mengerti “oke lah, ini kita perlu ganti kostum gak nih?” Tanya warti lagi lalu tiba tiba SP terbang yang langsung warti ikuti, ternyata SP pergi kekamar milik dira dan setelah memilihkan baju untuk tuannya warti pun segera mengganti pakaiannya.
“udah nih..” kata warti setelah ia selesai mengenakan kebaya “oke mari kita berangkat nona” sahut SP sehingga mereka pun langsung pergi ke istana, dan SP langsung warti sembunyikan di dalam tas kecilnya karena SP sudah kembali menjadi ponsel dan sang kuda ciptaan SP sudah tinggal jalan saja dengan aman karena sudah di kendalikan oleh SP. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam kini warti sudah sampai di istana dan segera mendaftar untuk mengikuti lomba memasak “untung tadi udah di kasihkan senjata ku yang ternyata micin hmm, tapio gak papa lah yang penting aku harus bisa masak yang enak” ya itulah kalimat yang warti ucapkan di dalam hatinya saat ia kini sudah berbaris di arena perlombaan bersama peserta lainnya.
“para hadirin sekalian, tamu undangan, penonton juga peserta lomba memasak kami ucapkan terimakasih karena sudah hadir dalam acara tahunan ini. Yang selalu kita peringati di bulan rajab sebagai rayaan berdirinya kota MULIA kita ini. Dan mari lah kita sambut sang perdana mentri yang akan menjadi juri pada perlombaan memasak kali ini tuan adi puta wijaya” teriak sang pembawa acara yang membuat para tamu undangan dan seluruh penonto dan peserta bersorak ria jugu bertepuk tangan saat mereka melihat sosok gagap perkasa sang perdana mentri bernama adi itu.
“wah berotot banget, tapi sayang udah tua..” kata hati warti yang membuatnya tersenyum geli sendiri “terimakasih atas sambutan untuk saya yang sangat meriah, baik lah saya tidak akan banyak bicara lagi. Untuk para peserta kalian semua mendapatkan pesan dari sang raja, akan saya bacakan.” Kata adi lalu membuka surat raja itu di depan masyarakat nya “aku menunggu hidangan terlezat, jadi semangat lah membuat makanan lezat yang sehat” adi membacakan pesan raja yang membuat warti bengek ingin tertawa namun ia tahan sekuat tenaga karena menggira pesannya akan panjang lebar kali tinggi seperti pidato saat upacara bendera ternyata singkat padat dan jelas “hahaha ternyata raja lucu juga ya, ya udah deh yang penting hidangannya lezat banget, aku harus membuatnya” kata hati warti bertekad dengan semangat “terimakasih sudah membacakan amanah sang raja, beri tepuk tangan untuk perdana mentri kita” pinta sang MC yang membuat mereka kembali bersorak ria sehingga adi melemparkan senyumannya berkali kali kepada masyarakatnya.
__ADS_1