
“Gavin?!”
Deny terkejut, dia langsung memutar kepalanya dan mengintip keluar jendela di mana mobil yang menurutnya dikendarai Gavin sedang berbelok ke kanan dengan manuver yang indah, begitupun super car Pemburu yang cukup baik dalam bermanuver.
“Dia kah?”
Deny pun menyalakan mobilnya dan langsung putar balik mencoba mengejar super car Pemburu beserta mobil yang sedang dikejar itu, kecepatannya dalam keadaan biasa saja yang penting menurutnya bisa mengekor mereka.
“Aku penasaran, tapi ... Jangan juga membahayakan diri, pelan-pelan saja jangan sampai lewat dari 100 Km/H!” gumam Deny sambil memfokuskan diri untuk lebih hati-hati saat ini.
Deny pun mendapatkan visual kedua mobil yang saling kejar-kejaran, dia menghubungi super car Pemburu untuk membantu backup untuk sementara waktu karena menurutnya pengemudi dari mobil sedan itu terlalu brutal dalam mengendarainya.
“Heaarghh!”
Di depan, super car beserta mobil Kriminal itu membelokkan arah ke kanan secara tajam, suara decitan ban benar-benar nyaring menggema di malam yang sepi ini, tentu saja akan membangunkan para Warga yang sedang istirahat.
“Upps! Markas Pusat Pemburu Aezak bakalan kena komplain nih!” gumam Deny.
Namun, dia masih belum memikirkan ke depannya, dia masih mencoba untuk menutupi rasa penasarannya yang sangat tinggi, tak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya, tetapi satu hal yang pasti adalah dia sangat memikirkan keselamatannya karena bagaimana pun mobil jika overheat akan meledak kemungkinan terburuknya.
“Cih!”
Deny berdecak kesal, mobil Kriminal itu putar balik dengan melakukan spin yang sangat rapi, bahkan mobil sekelas super car saja kebablasan hingga menabrak tiang lampu jalan, beruntungnya Deny dengan cekatan menginjak kopling dan menurunkan persneling, kombinasi yang cukup baik hingga mampu membuat mobilnya memutar 180° ke arah sebaliknya.
“Sialan!”
“Sini kau!!!” pekik Deny di alat pelantang suara. “Peringatan ketiga, atau kami tindaklanjuti!”
Deny mempersiapkan pistol di tangannya, secara cepat mengisi magazine dan langsung menyiapkan tangan kirinya untuk memakai pistol itu sesaat jarak antara mobilnya dan juga mobil Kriminal itu cukup dekat.
“Aisssh!”
__ADS_1
Deny pun langsung menembakkan sebutir peluru, dengan kondisi mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi ditambah mengendalikan pistol hanya satu tangan tentu sulit, tetapi ketika Proses Pendewasaan telah diajarkan bagaimana cara menanganinya.
Peluru itu melesat, hingga menembus bodi mobil bagian belakang, sayangnya bukan target ke arah ban demi memperlambat laju mobil tersebut.
“Huh, kalau tahu bakalan gini, harus ada rekan di sampingku, setidaknya membantuku, bukan membahayakan dirinya,” keluh Deny sambil menyimpan pistolnya dan kembali fokus ke setir kemudi nya.
Deny tetap melajukan mobilnya, dengan keributan pada tengah malam seperti ini tentu mengundang perhatian para Warga, sehingga dengan mencoba untuk lebih tenang, Deny menyimpan pistolnya terlebih dahulu dan lantas kembali mencoba hal berbahaya bagi dirinya.
“Setidaknya dicoba, lewat beberapa RPM aja nggak masalah sih,” celetuk Deny yang langsung memindahkan persneling dan menambah kecepatannya.
Deru mesin benar-benar menggema, meraung begitu nyata dengan sesekali terdengar suara nyaring yang sepertinya itu adalah efek dari mencoba menaiki ambang batas dari kecepatan mobil itu sendiri.
“190 Km/H !!! YUHUUUU~!!!”
Jaraknya dengan mobil Kriminal itu pun semakin dekat hingga dua mobil ini saling berdampingan, Deny membuka kaca mobilnya dan meneriakkan sebuah kalimat di alat pelantang suara.
“Mohon menepi!”
“Eh!! Ja–Jangan menabrak, peringatan terakhir!!!” seru Deny di alat pelantang suara.
Namun, hal yang membuatnya terbelalak adalah mobil sedan itu langsung mengambil akselerasi di luar akal sehat, suara deru mesin bertenaga mengerikan keluar, meraung bagai sedang mengamuk.
Zzyuuung~!
“Anjir~! Itu ... NOS!”
NOS adalah singkatan dari Nitrous Oxide System, yaitu sebuah mesin di mana oksigen yang dibutuhkan untuk pembakaran bahan bakar berasal dari dekomposisi nitrous oksida daripada udara.
Cara kerjanya cukup sederhana, tetapi sangat berdampak signifikan atas suatu kendaraan bermesin.
NOS dapat berguna mempercepat laju mobil dengan mencampur oksigen pada nitrous dengan senyawa hidrokarbon –Senyawa yang terdapat pada bensin, solar dan bahan bakar lainnya– pada pembakaran yang akan terjadi, oksigen membantu dengan tekanan tinggi.
__ADS_1
Dengan alat ilegal itu, potensi peningkatan kecepatan suatu kendaraan menjadi nyaris tak terbatas, itu terkadang, tetapi tak jarang juga kendaraan yang memakai alat ini akan mengalami kerusakan parah akibat mesin yang dipacu mencapai potensi maksimal dan malah mengalami kebocoran hingga meledak.
“Ka–Kalah, aku sudah pesimis kalau dengan alat itu!”
Mobil sedan yang dikejar oleh Deny pun melesat dan menghilang begitu saja di perempatan selanjutnya, sementara itu, Deny memberhentikan mobilnya dengan perasaan hancur karena rasa penasarannya tak bisa terbayarkan.
Super car Pemburu menghampiri Deny, pengemudi turun dan langsung mendatangi bagian kaca jendela yang langsung terhubung dengan kursi pengemudi di mana Deny duduk.
“Kamu bagus juga, sayang kita kurang beruntung!” ucap Pemburu dengan kumis tipisnya dan rambut yang sedikit memutih.
“Ah, begitu, ya,” balas Deny dengan canggung hingga sebuah dentuman kecil dari arah kap mesin mengagetkan Deny dan dua Pemburu yang sedang berbincang.
“Alamak! Meledak udah ... Yaa beruntungnya ini fasilitas Pemburu, jadi akan dibiayai, huuu ... Beruntungnya!” celetuk Deny dengan senyum sumringah.
Sementara itu, dua Pemburu yang nampak telah cukup tua hanya tertawa bersama, mereka sudah cukup bisa beradaptasi di dunia yang kejam ini, meski begitu di hari tua mereka yang seharusnya menikmati sisa hidup, malah ditekan dengan beratnya hidup di dunia ini.
“Ba–Bapak-bapak Pemburu, saya mau laporan ke Mabes Pemburu Aezak!”
Dua Pemburu yang sudah terlihat tua itu pun menganggukkan kepalanya dan kembali masuk ke super car yang langsung melesat di jalanan sunyi dan senyap tersebut.
“Bapak-bapak gaul, kapan lagi lihat orangtua naik super car kebut-kebutan,” celetuk Deny dengan senyuman kikuknya.
Deny pun memanggil mobil derek yang dikelola oleh para NPC, jadi perusahaan mobil derek itu pun bekerja 24 jam tanpa henti, benar-benar khas NPC yang suka akan pekerjaan dan hal-hal sibuk.
Sesampainya Deny di Markas Pusat Pemburu Aezak, di sana para Pembalap Liar Kriminal telah diringkus, dan hanya satu saja yang sama sekali tak tertangkap, itu adalah bagian Deny serta dua Pemburu tua lainnya yang harusnya mendapatkannya, tetapi tentu merasa kesulitan juga.
“Hoaaam~ Ngantuk,” gumam Deny yang nyaris tertidur di ruang tunggu untuk mendapatkan hasil dari laporan miliknya.
Hasil laporan miliknya pun jadi dan dirinya mendapatkan uang sebesar Rp 2.500.000,00 yang didapatkan olehnya atas kerja samanya dalam mencoba meringkus para Kriminal jalanan yang mengganggu kedamaian suatu wilayah.
“Heh, seandainya ini bukan Penghakiman Dunia, sudah dikonversi menjadi Dollar ke dunia nyata dan tentu konversi balik ke Rupiah,” celetuk Deny dengan sorot mata penuh arti.
__ADS_1