
"Gimana La?jadi kan?"
"Doa in aja soal nya masih minta izin sama tante Leli"
"Oh,aku dan anak-anak tunggu di persipangan ya"
"Ok"
Itu lah isi chat Lala dan Rizky saat kedua nya berencana akan liburan ke villa.Melihat hubungan antar 2 rumah kos sangat lah tdk akur jadi itu lah ke simpulan yg di ambil ke dua nya.
Rekkk !
Pintu kamar di buka."Gimana?"sapa Lala was -was melihat wajah para sahabat nya yg tak bergairah.
"Pastu ngga di izin in ya"lanjut nya lesu.
Ketiga sahabat nya itu sama-sama mengangguk.
"kita berangkat.....! "ucap Silvia tiba-tiba melompat bersama yg lain.ke 4 sekawan itu kemudian berpelukan.
"Cepetan-cepetn ke buru bu Leli berubah fikiran"ujat Tia meraih tas di ikuti yg lain.
Mereka langsung memanggil angkot dan berangkat menuju persimpangan.
"Hmmm aku uda ngga sabar mau main api unggun sama Arsya"ujar Tia saat masih di angkot.
"Ia pasti seru apa lagi kita ke villa,pasti villa nya kren"tambah silvia juga.
"itu dia"ucap fitrah tiba-tiba menunjuk mobil mewah yg stand by di depan angkot.
"Pak stop pak"seru ke 4 gadia itu serentak lalu berlari berhamburan setelah membayar ongkos.
pandangan para penghuni angkot tak pernah lepas dari ke hebohan ke 4 remja itu."dasar anak muda"ucap si supir kemudian melajukan kembali angkot nya.
"Hai...."seru Silvia melambai sambil mendekat di ikuti yg lain.
"Lama bgt sih bruan"cetus Asrul sambil masuk ke dlam mobil.
__ADS_1
"Nyolong mobil siap rul"spa silvia tiba-tiba terlihat norak.
"sembarangan,buruan"sela Asrul.
"Eh..!"Silvia terkejut setelah melihat Rizky duduk santai di depan stir.
Buru-buru ia masuk di ikuti yg lain."Wahhh ini mobil lo ky,krennn"ujar Silvia memperhatikan tiap sudut mobil itu.
"Norak bgt sih lo"bisik Fitrah melotot.Sedangkan Rizky hanya terlihat tersenyum sambil pokus menyetir.
"kita mau ke villa yg mana sih?"sapa Tia memecah suasana."villa keluarga Rizky"jawab Asrul pula.
"wahh !!! hebat lo La,dapat cowok tajir"bisik Tia ke telinga Lala.
Sedangkan gadis tersebut masih merasa bingung dgn semua ini,apakah Rizky anak orang kaya,tapu kenapa ia memilih kos kalau memang di rumah nya ia bisa memakai pasilitas apa pun.
"Ky lo yakin Rido di tinggal di sana?"spa Asrul kembali memecah keheningan.
"Ia,dia ngga akan kuat sampe kesana,nanti siang juga di balik kata nya"balas Rizky masih dgn posisi yv menyetir.
"Kita sampai......."seru asrul keluar mobil sambil merentangkan kedua tangan nya.
"wahhh kren...."guman silvia kagum dgn pemandangan alam sekitar nya.
"jadi pengen berdua an"ucap nya mendusel bahu nya dgn bahu Asrul.
"ceileh ganjen bgt"cibir Fitrah meledek di sambut tawa yg lain.
"Selamat dgn den"ucap pak amir si penjaga villa menyambut di pintu.
"Siang pak amir,siapin makanan ya saya sama teman -teman saya mau nginab di sini"balas nya masuk di ikuti yg lain.
"cari kamar masing-masing ya mau di kamar yg mana aja terserah,kecuali...."ucap nya melirik kearah Lala.
"Ia-ia gua faham"sahut Tia melangkah bersama yg lain,sementara yg di tatap berubah tersipu.
Para gadis dgn cepat meraih kamar utk nya."kita bareng aja,biar ngga takut,siapa tau villa nya angker kan"ucap Tia sambil membereskan baju-baju nya.
__ADS_1
"Ia bener bgt"balas Silvia pula.
Tek !
Tek !
Tek !
suara hagt tinggi Lala mengdekat ia meletak kan tas nya berlahan."bagi gua tempat dong"
Otomatis para sahabat nya menoleh."No! uda penuh"balas Tia melotot.
"Lo ngga dengar tadi cowok li bilang apa"lanjut nya.
"Ya...lo tega ama gue,mana mungkin kan gua tidur bareng dia"sela nya kecut.
"Ayo"tiba-tiba Rizky menarik tangan nya dan tak bisa ia tolak.
"Hahaha ! selamat panas-panas an Lala"seru Silvia cekikikan.
"kenayang ngga sih gimana muka Lala sekarang "ujar Silvia lirih.
"Hmmm Lala enak bisa meraih apa yg dia mau"batin Fitrah.
"Ach kok gua jadi mikirin si soak sih,pokus Fitrah,lupain hati lo sekarang milik Rido ok,jgn jahat,jgn ambil kebahagian Lala"ucap nya masih membatin.
"Ini kamar kita,beresin gih"cetus Rizky membawa Lala ke kamar mewah nya.
"Emang kamu nanya aku mau apa ngga tidur bareng kamu"ujar Lala kecut.
"Ya harua mau,kalau ngga mau aku paksa"balas Rizky terlihat rilex.
"Apa an sih sma aja"sela Lala jengkel."Ya uda sana beresin"guman Rizky mengacak-ngacak pucuk kepala nya lalu melangkah meninggalkan nya.
"Ok,fositip thingking La,Rizky ngga akan macam-macam,ngga usah dengar kata orang"batin nya menyingkir kan fikiran kotor dari otak nya kemudian meraih tas nya dan tas Rizky lalu di susun nya ke lemari.
πΈπ΅π»πΊ
__ADS_1