
Sudah se minggu Lala menunggu Lala tak ber pindah dari tempat nya walau se bentar pun.
"Rido bangun...masa Tidur terus...buka mata kamu...aku uda disini..."ucap nya seraya menggenggam tangan Rido.
Sesekali ia masih terlihat meng hapus air mata nya.
Ceklek !
Pintu ter buka menampil kan sosok Bu Amel.
"Lala"Ia mendekat dan memegang pundak sang menantu ber lahan.
"Kamu makan ya ini uda hampir siang"ucap bu Amel lirih."Sebentar lagi ma...aku masih menunggu Rido makan"balas nya lirih.
"Menunggu Rido sadar juga perlu makan kan?"
" Ayo Nanti kamu sakit,gimana kamu bisa jaga in Rido kalau kamu sendiri lemah"tambah bu Amel lagi.
Lala menunduk,apa yg di ucap kan mertua nya benar."Kasian anak kamu...anak kamu juga butuh makan biar dia sehat"bu Amel menambahi.
"Kamu mau anak kamu kenapa napa,dia pasti sedih melihat bunda nya spt ini"
__ADS_1
Lala tersenyum dan meraba perut nya berlahan."maaf in bunda ya sayang kalau bunda udah nyakitin kamu"ucap nya membatin.
Ceklek !
Pintu ter buka kali ini Rizky yg masuk."Ini aku beliin nasi bungkus ayam ke sukaan kamu"ucaap nya menyodor kan.
Lala tak langsung menerima,ia menatap pria yg kini ber status mantan pacar nya itu dgn raut wajah yg sulit di artikan.
"kamu belum makan kan.?ayo ambil"tambah Rizky lagi.
Bu Amel menepuk bahu Lala dan mengangguk pertanda ia.Lala menerima nya ber lahan.Tak habis fikir oleh nya dari mana Rizky tau kalau ia sedang ingin memakan nasi bungkus dari beberapa hari yg lalu.
"Maaf in aku Lala aku tak bisa menuruti ngidam mu terang terang an...Aku hanya bisa spt ini demi kebaikan semua nya.Aku juga akan belajar melupakan mu mulai sekarang"batin Rizky pula.
"Uhuh uhuk...!"
Tiba tiba Rido terlihat batuk."Rido kamu ngga papa"desis Lala panik.Dgn segera ia memanggil dokter dgn alarm darurat.
Seorang dokter masuk tergopoh gopoh bersama 1 orang suster.
"uhuk uhuk"
__ADS_1
Rido terus trus an batuk dan terlihat ber napas dgn sesak."Sebentar saya periksa dulu"ujar si dokter mendekat.
Buru-buru di periksa dgn alat yg di miliki nya.Suasana berubah tegang.
"Gimana dok"sapa si suster spt memastikan.
"Cabut alat nya"balas Si dokter.
"Apa yg terjadi dgn anak saya dok"sapa bu amel was- was."Alhamdulillah dia berhasil melewati masa kritis nya,kondisi pasien mulai membaik,kita hanya akan menunggu nya sadar"tutur si dokter tersenyum lega.
"Hhhhh ! syukur lah"guman Lala dan bu Amel lega.
Tapi tidak dgn Rizky,Ia spt tak senang dan meremas dada nya berlahan.Apa kah ia akan sanggup bertahan dan menyaksikan secara langsung ke mesraan Lala dan Rido atau malah menyerah.
Ia meninggalkan ruangan itu berlahan dan tak ingin Larut di dlam nya.
Kini semua alat pernapasan Rido di cabut dari tubuh nya kecuali jarum impus yg masih melekat di tangan nya.
Kira kira begitu lah kondisi Rido saat ini,abaikan bantal di dada nya ya😃
__ADS_1