
1 tahun kemudian.....
Lala terlihat menangis di makam Rido bersama putra nya yg kini berusia 1 tahun setengah.
Ia tak pernah lagi menunjuk kan wajah nya di depan keluarga alberto. Pewaris keluarga alberto itu ia besar kan sendiri.Bahkan saat pemakaman Rido pun ia tak hadir,ia memilih menatap dari jauh,walau ingin tapi ia masih waras,ia tak ingin ibu mertua nya kembali mencabik cabik nya.
Ia juga tak lagi mengharap kan apa pun dari Rizky,bisa hidup berdua dgn putra nya itu sudah cukup bagi nya.
"Rido...kenapa kamu ninggalin luka sesakit ini,kenapa aku tak bisa mengharap kan apa pun dari mu,bagaimana cara nya aku memberi tahu anak kita tentang keluarga nya,tentang ayah nya dan tentang papa kandung nya"Lala menangis sesenggukan di atas nisan yg terlalu terlihat terawat.
πΈ
Sementara jauh di dlam perusahaan alberto corp ada seorang pria dewasa yg terlihat di sibuk kan dgn pekerjaan nya.Pria yg menjaga diri dari mahluk yg nama nya wanita,dan pria yg tak ingin lagi berurusan dgn wanita
sepeninggalan Lala ia berubah dingin dan irit bicara dgn siapa pun.ia menganggap wanita dan pernikahan adalah mimpi buruk.
Ia lebih pokus bekerja dan membangun perusahaan yg kini ia pimpin agar lebih maju.
"Apa jadwal ku hari ini jo?"sapa nya pada jona sang sekretaris yg setia pada nya.
"Tidak ada tuan,tuan sudah bisa beristirahant"jawab jona dgn sopan.
"Ok ! kamu hendel semua nya jo aku mau pergi ke suatu tempat"ujar nya menepuk bahu jona.
__ADS_1
"ah nee tuan selamat beristirahat"jona menunduk kan kepala nya hingga Rizky benar benar pergi.
πΈ
Di sini lah kini Rizky berada,di makam milik Rido.Setiap hari ia memang selalu ke tempat ini sbg bukti rasa bersalah nya krna tlh jadi penyebab saudara nya itu tiada.
"Hei !"ucap nya dgn senyuman.
"Apa kabar?mau tau ada berita apa hari ini"berlahan ia menghela napas kemudian terkekeh.
"masih spt biasa tak ada yg istimewa,aku bahkan belum bisa menemukan istri mu dan anak kita"
Berlahan ia menyeka air mata di pipi kemudian merubah raut wajah nya menjadi datar
"Tapi lo tenang aja gue punya banyak orang suruhan yg bisa mencari nya,gua ngga akan biarin pewaris keluarga alberto terlantar di luar sana"
Berlahan ia meletak kan bunga di atas makam itu.
"oh ya ! kemaren laura nemuin gue dan dia hamil,anak lo bukan?"Rizky terkekeh sendiri dgn kata kata nya.
"Dia minta gue nikahin,enak aja dia,ngga mau lah gue,gue bakal ngge pernah menyentuh nya,tapi lo tenang,gue bakal lakuin tes DNA dan kalau emang terbukti anak lo gue janji akan gue jaga"
kemudian ia berlalu meninggalkan area pemakaman itu.
__ADS_1
πΈ
Bu Amel terlihat menuruni tangga dgn anggun nya.Ia masih terlihat cantik di usia nya yg terbilang tak muda lagi.
"Gimana apa kau punya berita soal menantu dan cucu ku?"ucap nya pada pria kepercayaan nya yg ia suruh utk mencari keberadaan Lala.
"Tidak ada nyonya,tapi beberapa jam lalu ada seorang wanita yg membawa anak kecil ke makam den Rido dan ciri ciri nya mirip dgn den Rizky"
Senyum bu Amel mengembang."Aku tau dia pasti kembali"ucap nya.
"cari imformasi tentang wanita itu"lanjut nya.
"baik nyonya"
Lelaki itu mohon pamit dan mundur.
"Tin tin tin !"
Mobil Rizky terlihat memasuki lokasi rumah nya.
"Selamat sore Rizky"ucap bu Amel menyambut nya dgn hangat.
"selamat sore"balas nya malah terlihat menjaga jarak.
Dgn wajah datar nya ia melewati bu Amel begitu saja dan langsung menuju kamar nya.
__ADS_1
Bu Amel menghela napas melihat putra nya yg spt menjaga jarak dgn nya.
πΊπ±πΈ