
"Rul...buruan"Arsya menyeru dari pintu saat akan berangkat ke kampus.
"Ia bawel gua datang nih,Rido juga masih di dalam"jawab Asrul muncul di pintu.
"Gua uda di sini bego"sahut Rido tiba-tiba sudah berdiri di belakang nya spt jelangkung.
"Loh Fitrah,paen lo !!"guman Asrul melihat sosok yg tdk asing lagi berdiri di hadapan nya.
"Hai do...bareng ya"ucap Fitrah dgn senyuman nya yg membuat Rido tercengang.
"Uda...anter aja,kita juga ama yg lain,dari pada lo sendiri an kayak jones kan ngga enak"ucap Arsya menepuk bahu nya dan melangkah di ikuti Rizky dan Asrul.
Agak terkekeh juga kedua nya mendengar ucapan Arsya barusan.
"Y-ya uda dech"desis Rido menggaruk kepala yg tak gatal walau sebenar nya ia tak ingin.
"Makasih"balas Fitrah girang.
Berlahan Rido menyerah kan helm,dgn cepat pula di terima Fitrah lalu menaik di boncengan Rido.
"Jumpa di kampus ya"seru Rizky melaju bersama Lala.
Tak sadar tangan Rido terkepal,harus nya ia yg di posisi itu,harus nya ia yg membonceng Lala.
"pegangan ya"ucap Rido menggas sepeda motor nya dgn kecepatan penuh.
__ADS_1
"Aduh ngga usah ngebut do,gini-gini aku aku belum pengen mati,aku masih muda do,belum merid"desis Fitrah merengkuh pinggang Rido dgn perasaan was-was.
Tapi pria itu tak menghirau kan nya,ia semakin menambah laju kecepatan nya.Kebersamaan Lala dan Rizky benar-benar membuat nya cemburu.
Ia melewati Rizky dan Lala dgn kecepatan laju nya spt di terbang kan angin saja.
"kenapa lagi si rido"batin Rizky memperhati kan.
Brukkkk !!!!
Sepeda motor Rido terhempas dan kedua nya terlempar.
"Rido...!"
"Lala...!"
"Au..."Rintih Fitrah memegang lutut nya yg berdarah.
"Lo ngga papa kan?"sapa remaja-remaja itu mendekat.
"Kalau lo lagi kesal jgn di jalanan,kalau mau bunuh diri pas lagi sendiri"oceh Rizky memarahi saudara nya itu.
"Uda jgn di marah-marahin,lo ngga pa-pa kan do?"sela Lala menenangkan amarah kekasih nya itu lalu jongkok di hadapan Rido.
Berlahan ia ingin membersihkan luka Rido dgn sapu tangan nya,tapi...
__ADS_1
"Ach...!"
Di luar dugaan Rido malah mendorong nya .
"Lo kenapa sih,ada masalah sama gue"gertak Rizky menarik leher baju Rido,kelakuan saudara nya itu benar-benar membuat nya naik pitam.
"Rizky uda..."lagi-lagi Lala melerai kekasih nya itu dan menarik Rizky.
"Kasian Rido luka nya juga harus di obati"desis Lala lirih.
"Awas lo ngulangin lagi"ancam Rizky menarik Lala menjauh.
Dgn cepat Rido meraih helm nya dan melajukan sepeda motor nya meninggalkan para sahabat nya tanpa memikir kan luka nya.
"Gila ya,saudara lo ada kelainan"ujar Asrul.
"Ngga ada angin ngga da hujan uda kambuh aja"Asrul geleng-geleng kepala.
"Biarin aja terserah dia,ayo kita bawa Fitrah ke rumah sakit biar luka nya di obati"sela Rizky mengulur kan tangan nya.
"Tapi ky Rido juga terluka,dia perlu di obati"sela Lala terlihat khawatir.
"Biarin aja,dia uda gede di pasti mengobati luka nya sendiri"sergah Rizky pula.
Berlahan Fitrah menerima uluran itu lalu berdiri.
__ADS_1
πΌπΈπ»