
"Dengerin gue please..."Rizky berucap dgn nada lembut.
Setelah Lala terlihat tenang dan tak lagi memberontak Rizky melepaskan tangan nya berlahan.
"Ikut aku sekarang ke rumah sakit,kondisi Rido kritis,aku ngga mau anak ku ke hilangan ayah nya.."
"Anak ku ngga pernah punya ayah"Suara Lala kembali meninggi.
"Ini anak ku dan bukan keturunan siapa pun"ucap nya dgn air mata berderai.
Sungguh ia tak sanggup bertemu dgn Rizky utk saat ini,krna luka yg di toreh kan oleh Rizky belum kering.
"Ikut aku sekarang"Suara Rizky meninggi dan hampir menyeret Lala.ia kesal dgn jawaban gadis itu.
"Ngga mau...lepasin..!."Lala menjerit dan meronta.
Tapi Rizky tak memeperdulikan itu,ia menyeret gadis itu hingga kepintu.
"Jangan paksa aku tolong...biar kan aku spt ini"Tangisan Lala berubah pilu.
"Aku tdk mau di paksa dgn hal yg tak ku ingin kan.."
Tangisan Lala malam itu kembali melintas di fikiran Rizky yg membuat ia melepas kan genggaman nya.
__ADS_1
"Tolong jgn sakiti aku lagi"ucap Lala sesenggukan.
"Semua ini sudah cukup bagi ku"
"Ok...!"
Akhir nya Rizky kembali bersuara."Sebaik nya kamu tau kondisi Rido sekarang"
"Aku tau kesalahan aku tak bisa di maaf kan tapi...tolong jgn biar kan dia menanggung akibat nya,aku menyuruh nya menikahi mu krna aku tau dia benar benar mencintai mu,tak spt aku..."Rizky menunduk dan spt menahan ke pedihan.
"Aku tak pernah mencintai siapa pun"sambung nya mencoba menyembunyikan ke nyata an sebenar nya.
Lala menatap mata pria itu dgn nanar.Hati nya seolah remuk mendengar kalimat itu.
"Sejak kamu pergi dia berhenti minum obat dan..."ucapan Rizky terpotong.
"Hhh ! sudah lah..."
"Maaf kalau aku hanya membuat mu terluka"
Setelah mengucap kan kalimat itu Rizky melangkah pergi meninggal kan nya.Tangisan Lala meledak.Ia jongkok berlahan dan menangis di atas ke dua lutut nya.
Kebarsamaan yg mereka lalu i selama ini spt tak ada arti nya di mata Rizky lagi.
__ADS_1
πΊ
Karan terlalu sakit dgn kalimat yg di ucap kan Rizky Lala nekad ke rumah sakit dan bertekat memperbaiki hubungan nya dgn Rido.mungkin ini memang sudah takdir yg di garis kan tuhan utk nya.
Tek Tek tek..!
Suar sepatu Lala mendekati Ruangan Rido di rawat.
Ceklek !
Ia mem buka pintu,Semua yg di ruangan itu menoleh termasuk bu Amel yg sedari tadi menangis sambil meng genggam tangan Rido yg terlihat terbaring dan memejam kan mata nya.
Tangis bu Amel meledak melihat ke hadiran nya."Rido Bangun sayang Lala sudah datang"ucapan wanita iti menyayat hati.
Tak bisa ia pungkiri kalau hati nya tersentuh.
Lala men dekat berlahan Dan berdiri di dekat Rido.Ia mengelus kepala pria yg masih ber status suami nya itu dgn lembut.
Setelah itu ia menangis dan memeluk nya.Ia menangis di atas Tubuh Rido yg terlihat tenang dan memejam kan mata nya.
Sangat Lama suasana itu itu ber langsung hingga 1 per 1 orang yg ada di ruangan nya itu keluar dan meninggal kan nya sendiri.
πΊπ±πΈ
__ADS_1