
Suara Alarm ambulans terlihat memesuki rumah sakit yg membawa Rido dlam keadaan kritis.Pria itu di nyatakan koma.
Tit-tit-tit !!
Lala tetlihat menangis sambil menggenggam tangan Rido yg menutup rapat kedua mata nya.Sesekali ia melihat kearah komputer yg menunjuk kan detak jantung Rido yg kian melemah.
"Maaf kan aku Rido,aku ngga bermaksud menyakiti mu...maaf..."ucap Lala bicra pada Rido.Ia berharap pria itu bisa mendengar suara nya.
"Kamu harus bangun Rido,jgn buat aku merasa jadi orang paling jahat,kamu harus bangun,aku minta maaf,aku fikir aku ngga ada arti nya buat kamu,aku mohon bangun"
Berlahan bulir bening meluncur dari sudut mata Rido yg ia tutup rapat,spt nya ia mendengar suara rintihan Lala.
Dgn gemetar Lala menghapus air mata itu dgn jari nya dgn tangisan yg semakin pilu.
"Semua ini salah kamu Rizky,Kenapa kamu masih saja mengganggu rumah tangga nya"Bu Amel memonolog sendiri.
"Uda berapa kali mama bilang jauhi Rido,jgn terus -trus an membuat nya sakit,kenapa kamu ngga mau dengar"
Lalu aku harus apa ma?membiar kan aku yg hancur?membiar kan nya terus bahagia tanpa memikir kan perasaan ku yg menderita begitu?kenapa mama hanya belain dia,apa aku bukan anak mama"jawab nya melawan.
"Harus nya mama tanya apa yg membuat dia jadi spt ini"
"Ya krna kamu...krna kamu selingkuh sama istri nya"jawab bu Amel dgn nada tinggi.
Hati Lala spt di remas mendengar nya."bukan nya kelakuan dia yg menjijijk kan"Rizky tak mau kalah.
plaaak !
Bu amel menanpar wajah Rizky dgn emosi."dari kecil mama selalu spt ini,Aku selalu di paksa mengalah utk ke egois an nya,mama ngga pernah adil"ucap nya dgn mata yg mulai berair.
"Apa kata adil itu perlu utk anak pembangkang spt mu,anak tdk tau diri,anak yg tdk bermoral ,kerajaan mu hanya mabuk,ke bar,poya-poya dan main perempuan"bals bu Amel dgn berapi api.
__ADS_1
Barrrr !
Rizky memukul Dinding hingga tangan nya terluka."Terus kan ma ! terus kan"gertak nya dgn api amarah yg membara.
"Berhenti ! Rido bisa mendengar kalian"desis Lala dgn suara yg mencekat tapi tak 1 pun yg memperdulikan nya.
"Apa kalian pernah tanya aku spt ini krna apa? Apa kalian pernah tanya aku sudah makan apa tidak?apa aku sehat? apa kalian pernah bertanya makanan kesukaan ku,lalu apa pantas aku menurut sama kalian"
bugh !
Pak Anton melayangkan bogem mentah di wajah nya.
"Pukul lagi pa ! pukul lagi"ujar nya menarik kerah baju pak anton.
Kembali pak anton membulat kan tinju nya.
Bugh !
"Kalian memang jahat,kalian tak pantas jadi orang tua"oceh Rizky dgn emosi yg meletup letup.
Tiba-tiba tubuh Rido terlihat kejang-kejang,"Rido...kamu kenapa sayang"pekik bu Amel histeris.
"Dokter !!!" jerit nya hampir lupa kalau ada alaram darurat di dekat nya.Hingga terdengar bunyi
Tittttttttttttt !---------------------
Dgn garis melintang di komputer pertanda perjuanga Rido selesai.Tubuh Lala berubah lemah,ia terjatuh ke lantai.
"Dokter !"
Dgn inisiatif Rizky menekan alarm darurat utk memanggil dokter.
__ADS_1
"Permisi "
Seorang dokter berlahan masuk."Selamat kan anak saya dok cepat"ujar bu Amel ambil menarik narik kerah jas putih si dokter.
"Tenang ma ! tenang"pak Anton berusaha menenangkan istri nya.
Dgn berlahan Dokter memegang pergelangan tangan Rido yg terlihat sudah tergantung dan lemas.Kemudian menghembus kan napas nya.
"Maaf ! anak bapak dan ibu sudah tdk ada"ucap nya.
"Bohong ! periksa sekali lagi dokter,anak ku tdk mungkin mati"Sela bu Amel kembali mengguncang guncang tubuh si dokter.
"Maaf bu lebih baik kita mengiklas kan nya"ucap si dokter turut prihatin.
"Rido,,,"Suara bu Amel melemah dan mendekati putra nya berlahan.
Sedang kan Rizky terlihat tertunduk dgn mata berkaca kaca,ia tdk mengira akan berpisah dgn Rido secepat ini,walau terkadang Rido menyebal kan tapi Rido tetap lah saudara nya,dan banyak sekali memory yg telah mereka lewati bersama.
"Semua ini gara gara kamu"tiba tiba bu Amel menyerang Lala.
Aku ke hilangan anak ku gara gara kamu...pergi kamu dari sini"bu Amel mendorong Lala dgn kasar.
"Ma tenang ma! "sela Rizky memegangi bu Amel.
"Pergi kamu !! jgn pernah kembali dan mengganggu Rizky lagi,Kamu menyakiti putra ku"jerit Bu Amel nyarus kehilangan aKal.
Berlahan Lala mundur dan berlari dari tempat itu.
"Lala !" seru Rizky tapi tak bisa berbuat banyak krna ada bu Amel yg melemas dlam pelukan nya.
"Aku membencinya,dia menyakiti kedua putra ku"ucap bu Amel sebelum ia pingsan.
__ADS_1
πΊπ±πΈ