Rumah Kos Sebelah

Rumah Kos Sebelah
EPS 19


__ADS_3

Fitrah langsung di bawa ke rumah sakit.


"Bagaimana dok?"sapa Rizky terlihat cemas.


"Tdk ada yg perlu di khawatir kan,kaki nya cuma terkilir dan ini resep utk obat nya"balas si dokter usai memeriksa.


"Makasih dok"Rizky menerima kertas itu berlahan.


"Rizky perhatian bgt sama Fitrah"batin Lala mulai bicara.


"Oh ya ampun apa yg yg kamu fikir kan La,itu kan sahabat mu mungkin saja dia cuma merasa bersalah krna Fitrah sakit krna ulah Rido"sela nya merutuki diri nya sendiri.


"Ky...Rido biasa kek gitu?"Arsya bertanya.


"Ngga sering sih cuma....biasa nya dia spt itu krna kesal dan marah"jawab nya.


"Loch...sma siapa???"ucap yg lain berubah bingung.


"Dari kecil penyaķit nya itu selalu manja in dia,begitu juga mama dan papa"Rizky mulai bercerita.


"Emang nya Rido sakit apa?"kali ini Tia yg bertanya.


"Kelainan jantung"


"Dia harus minum obat tiap hari dari kami kecil,dokter yg resepin obat nya bahkan uda meninggal"Rizky mulai bicara panjang lebar.


"Apa pun yg dia mau harus di turutin,kadang aku merasa ngga di anggap krna terlalu sering mengalah"Rizky tertawa miris.


"Wahhh !! ngga adil bgt tuh bonyok lo"desis Asrul lirih.


"Dan kali ini aku yakin dia pengen sesuatu yg aku punya"lanjut nya.

__ADS_1


"Apa ky? tas lo? sepatu lo atau baju lo?"


"Lo Fikir dia kekurangan modal"jawab Rizky terkekeh.


"Utk kali ini aku yakin dia pasti pengen Lala"


Hahhh !!!!!


Para remaja itu berucap bersamaan."Ih ngapain sih becanda,omongan mu serem tau,jgn bilang-bilang yg ngga-ngga dech"sela Lala kecut.


"Aku srius syang"ucap nya mengelus kepala Lala.


"Belum pasti sih,berdoa aja"


"Aminnnn"balas Lala lirih.


🌸


"Hmm. kalau misal kan tebakan mu benar harus rupa nya kamu nyerah in aku juga"kedua nya bicara lewat telpon.


"Tapi aku beneran takut ky,aku takut kamu menyerah dan aku ngga mau mencintai siapa pun selain kamu"


Baaarrr !!!!


Rido membuka pintu dgn kasar."Do dari mana aja?"Rizky mendekati saudara nya itu.


Tapi sama sekali tak di hirau kan."Uda dulu ya nanti kita sambung lagi"Rizky langsung mematikan ponsel nya.


"Gimana luka kamu?"Rizky kembali mendekat.


"Apa masih sakit?"

__ADS_1


"Ngga"Rido menjawab singkat dan mengganti baju nya.


"Lo mau kemana lagi?ini uda malam"sela Rizky menahan kakak mya itu.


"Apa urusan lo,gua mau keluar"Rido malah membentak nya.


"Tapi luka lo harus di obati do"sela Rizky berusaha terus mengalah.


"Apa perlu lo obati hah !!" Rido mendorong nya kasar.


"Gua uda gede dan luka ini akan sembuh dgn sendiri nya".


Berlahan ia melangkah tapi...


Aisssss"Desis nya memegangi kaki nya yg terlihat bengkak.


"Duduk dulu ya"kembali Rizky membujuk.


"Achhhh !!!!"


Lagi-lagi Rido mendorong nya sambil memegang dada nya."Minum obat dulu ya"ujar Rizky menduduk kan Rido di pinggir ranjang.


Kali ini Rido menurut krna ia sadar dari siang ia belum minum obat.


"Ini minum dulu"Rizky menyodor kan segelas air dan obat Rido spt biasa nya.


"Kalau lo ada masalah cerita,jgn marah-marah kek gini"guman Rizky lembut.


"Apa lagi yg kamu ingin kan?"


Tapi Rido tak menghirau kan itu,berlahan ia berbaring."ya sudah kalau kamu ngga mau cerita,istirahat dulu,jgn fikirin apa pun dulu"lagi-lagi Rizky mengalah dan mundur.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian ia masuk lagi sambil membawa kotak P3k.Dgn telaten ia mengobati luka-luka di tubuh Rido kemudian di perban nya.


🌼🌸🌻


__ADS_2