
Sementara itu Lala terlihat memasuki rumah kos bu Leli.Masih ada teman -teman nya disana dan ia sangat merindukan suasana disana.
"Hei Lala sayang kamu sudah datang"bu Leli menyambut nya dgn hangat.
"Banyak yg berubah ya tante"balas nya memperhatikan tembok pemisah yg kini sudah tdk ada.
"Ia,Rizky yg merenopasi kemaren"jawab bu Leli berhasil membuat wajah nya memerah.
"Rizky ?" Rasa nya konyol ia bisa mendengr nama itu kembali.
"Hmm ! anak yg manis seganteng paPa nya ya" bu Leli berujar kembali yg membuat lidah nya seolah kelu.
"Lala...!"
Tia muncul bersama Silvia dan Fitrah.Ke 3 sahabat yg sudah lama ia tinggalkan sama sama memeluk nya."Anak kamu mirip bgt sama papa nya"Lagi lagi Fitrah berujar hal yg sama.
"Ya mirip lah nama nya papa nya,kalau mirip orang apa ngga panik si Lala nya"celoteh Silvia masih sempat bergurau.
"Aku ngga lama kok,cuma sekedar melepas Rindu,aku harus cari kerja utk kebutuhan ku dan askah"ucap nya sambil duduk.
"Ohhh ! jadi nama si ganteng ini askah"balas Tia mencolek bocah dlam gendongan Lala.
"Ngapain lo kerja sih,lo capek cepek kerja malah bapak nya poya poya ngga tau mau habisin duit kemana"cetus Fitrah pula.
Lala memilih diam dan tak merespon.
"Rizky cepetan......!"terdengar suara bu Lela berteriak.
Degh !
"Ja-jadi Rizky disini"ujar nya gugup."lach emang lo ngga liat mobil mewah parkir di depan"jawab Silvia heran.
Berlahan Lala mengintip dari balik gorden sekedar memastikan.
Rizky terlihat santai bersama Arsya da Asrul di halaman.
"Makin keren kan dia"goda Silvia lagi.
"uda Silvia jgn buat Lala masuk ke lobang yg sama"sela Bu Leli tiba tiba.
Lala menunduk,ia meremas jari jari nya berlahan."Lo tau La dia uda sukses sekarang nama nya terkenal di mana mana,ngga ada 1 pengusaha pun yg ngga kenal Rizky Alberto pengusaha muda yg sukses itu,wahh ! Amazing La"Silvia semakin mengangkat Rizky di telinga Lala.
"Ia La dan lo tau,Dia sekarang uda berubah"
__ADS_1
"Jadi kulkas 12 pintu"tambah Tia yg membuat Lala tercengang.
"Behhh ...! lo ngga tau aja,dia sekarang menganggap setiap wanita itu musuh nya"
"Ia La,dia terkenal anti cewek dan irit bicara"Silvia menambahi pulam
"Lo liat aja kalau lo ketemu dia seberapa berubah nya dia"sambung Tia.
"Lo bayangin ni La seorang casanova tiba tiba menolak cewek mentah mentah,krna lo ngga pernah liat Aja Rizky dingin nya kek mana,muka nya datar kayak kenebo kering"Kali Ini Fitrah ikut menimpali.
"Apa nya yg berubah,itu dia masih jalan sama bu Lela"ujar Lala tiba tiba.
Ke tiga sahabat nya itu tercengang dgn jawaban nya.
"Itu "Lala menunjuk keluar dan memperlihat kan Bu Lela yg terlihat duduk di boncengan Rizky.
"ohh ! jadi cerita nya lo cemburu,ciehhhh !"ketiga gadia itu malah menggoda nya.
"Cemburu berarti masih cinta loch"goda Tia cekikikan.
"Siapa yg cemburu sih,emang ia kan"balas nya kecut.
Percakapan mereka berhenti setelah Askah menangis.Buru buru Lala meraih bocah itu dan di susukan nya."Jangan nangis ya sayang...askah kan anak pintar"Lala berusaha menggoda bayi nya.
πΈ
" Bu Leli kali lahiran" celetuk Asrul.
"Lahiran pala lo"jawab Arsya melotot dan melangkah ke kos cewek.
"Sya...tungguin"Asrul mengejar di belakang.
"Tuh kan bener Lala "ucap Arsya yg memang sudah menduga sejak tadi.Spontan Lala menutupi dada nya dari pandangan luar.
"Hai sya,rul"ucap nya menyapa dgn senyuman.Beralahan Lala menutup kembali dada nya dan menyudahi Askah menyusu.
"Wahh ! anak lo ganteng ya,uda gede lagi"ujar Asrul meraih bocah itu.
"ia,umur nya uda 1 tahun setengah"jawab Lala pula.
"Gila...mantap juga ya hasil adonan si casanova pengsiun itu"celetuk Asrul tak henti henti nya memperhatikan raut wajah Askah.
"Adonan,lo kira kue"balas Arsya lagi."lah ! dari pada gue bilang bibit unggul"jawab Asrul tak mau kalah.
"lucu nya..."tak henti henti nya Asrul menggoda askah.
__ADS_1
"Mirip bgt lagi sama Rizky"
"ya ia lah nama nya anak nya,gimana sih"kali ini Tia yg menjawab.
"Oh ya selama ini Rizky nyariin lo"ujar Arsya mengalihkan."Aku ngga mau bahas dia,dan tolong jgn kasih tau dia kalau aku kesini"jawab Lala.
Arsya tak bergeming."oh ya la lo nginab disini napa,pulang nya besok deh"ujar Tia memecah keheningan.
"Ia La biar kita bisa happy -happy ntar malam"Silvia menambahi dgn antusias.
"ho oh !Rizky uda jarang kesini kok kalau emang itu yg lo takutin, dia kan sibuk"sambung Tia lagi.
"lo bilang happy happy dgn anak ku yg sekecil itu,uda ngga waras lo"jawab Lala.
"Ya se enggak nya kita ngapain kek,kita kangen tau ngga sama lo" desis Silvia kecut yg membuat Lala mengalah.
"Arsya... Asrul !!!"
Bu Lela terdengar memanggil."kita cabut dulu ya pkok nya tunggu kita nanti malam ok !"Arsya berdiri dan melangkah di ikuti ASrul.
"Lah ! tante ngga jadi ke pasar kok balik lagi"sapa Asrul heran.
"Ya teman kamu si es balok nurunin di jalan kata nya ada rapat penting"jawab bu Lela terlihat jengkel.
"Hahaha !!"kedua anak kos nya itu malah menertawai nya.
"Rizky uda anti kali sama tante karna uda pernah di au-aum."celetuk Asrul lagi.
Pokkk !!
1 sendal melyamg ke arah Asrul di sambut tawa Arsya."sabar tante sabar,tante kayak ngga tau si kulkas aja"guman Asrul menahan tawa.
"uda,sekarang antarin tante ke pasar"cetus bu Lela tiba tiba.
"lah ! kok saya"desis Asrul lirih.
"Uda sana"desak Arsya memberi kode.Dgn wajah yg berlipat lipat Asrul meraih motor nya.
"Trus motor saya mana tante?"sapa Arsya tiba tiba.
"Ya di bawa sama Si kulkas,lo di suruh bawa mobil nya"jawab Bu Leli sambil naik ke ke boncengan Asrul.
"Tapi kan saya ngga bisa nyetir mobil tante..."gerutu Arsya merengek.
"Bukan urusan saya"jawab Bu Lela dgn ringan nya kemudian meluncur bersama Asrul.
__ADS_1
πΊπΈπ±πΈ