Rumah Kos Sebelah

Rumah Kos Sebelah
EPS 42


__ADS_3

Waktu berlalu begitu saja tanpa ada yg bisa menghenti kan.Dan seiring berjalan nya wktu Rido yg masih berperan sbg Rizky buat Lala berhasil mengubah hari hari gadis itu dgn kebahagia an.


Spt hari ini...


Remaja-remaja itu menghabis kan hari nya di pantai dan berjemur.


"Rido kayak nya bahagia ya"Lala memecah ke heningan antara ke dua nya.


Ia pokus menatap Ke dua insan yg terlihat sedang main pasir.


"Dia benar benar menjauh spt ke inginan nya"Lala menunduk,wajah nya terlihat memerah.


Bukan karna alasan ia merasakan perasaan itu dan bukan pula krna ia memiliki perasaan lebih,tapi pria itu sudah banyak membantu nya dan saling diam spt ini membuat nya tak nyaman.


"Belum tentu juga"Rido akhir nya bersuara.


"Lagi pula banyak hal yg harus ia jaga termasuk perasaan Fitrah"Rido akhir nya menoleh dgn senyuman.


"Kamu ngga ngancam dia kan?"Lala berubah curiga.


"Mengancam nya buat apa"jawab Rido terlihat rilex.


"Ini bukan Rizky..."kali ini batin Lala yg berucap.


Karna ia baru menyadari sikap pria yg belakangan ini bersama nya.Lebih cendrung penyabar dan tak arogan.


"Rido tdk berubah tapi...keadaan lah yg memaksa nya berubah"ucap Rido lagi.


"Ia Rido tdk berubah tapi kamu yg barubah"Ia memandang lekat kekasih nya itu.


"Dgn kamu ngga agresif lagi aku merasa kamu sudah bosan dgn ku".


Sangat lama ke dua nya hening dan sibuk dgn lamunan masing masing."Aku harus merayu nya sekali lagi aku tdk mau spt ini,aku tdk mau dia melupakan ku"


"Kalau raspon nya masih sama berarti dia punya kekasih lain".


Dgn mengumpul kan semua keberanian nya Lala naik ke pangkuan sang kekasih yg membuat pria itu gelagapan.


"Kenapa?alesan lagi?aku berat?"Lala terlihat mengerucut kan bibir nya.


"Bu-bukan "Pria itu terlihat panik.Sungguh ini bukan diri nya,menunjuk kan kemesraan spt ini di depan umum membuat nya benar benar malu.


"Ihhh !!!! Rizky...kamu tuh kenapa sih"gerutu lala menarik tangan pria itu agar memeluk nya.


Rido belum ada reaksi,ia kurang faham dgn maksud gadis itu.


"Kamu tuh pura pura lupa atau uda bosan sih,ini kan kemauan kamu,aku duduk di pangkuan kamu dan ini selalu kita lakukan"ucap nya berubah jengkel.


"Atau kamu uda bosan,ia"Lala melotot.


"Eh...bukan gitu sayang"Rido panik dan menyela.


"kan lagi rame,malu lah di liat in orang orang"


"Biasa nya juga ngga peduli,mau sepi mau rame sama aja"desis Lala pelan.


"Ok"Rido akhir nya mengalah dan memeluk gadis itu yg masih duduk di atas pangkuan nya.


"Kalau kek gini trus aku ngga ada beda nya sama casanova yg ngga ada ahlak itu"batin Rido lirih.

__ADS_1


"Rizky...."Lala merengek lagi.


"Apa?"balas nya.


"Mesra an dikit kek"Lala memukul lengan nya berlahan,ia benar benar kewalahan dgn sikap pria yg 1 ini.


"Ngga usah ngambek ah"sela Rido mengalah dan mengecub leher Lala.Lalu keduanya berciuman mesra.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yg marah krna hal itu.Ia tak lagi bisa pokus pada gadis yg lagi berusaha ia rebut hati nya.


"Kamu pake lensa mata ya?"Lala memperhati kan warna mata Rido yg terlihat berbeda.


"Hahh !!!"


"Itu mata kamu biru"


Rido sekedar tertawa kecil krna nya.Hati nya bergemuruh,ia takut gadis itu menyadari hal itu.


"Ngga papa sih makin cakep"ucap Lala tersipu dan bersandar ke badan Rido.


"Tuhan..............aku sudah gila.....!!!!"Rizky berteriak ke langit dgn kecemburuan yg tak bisa ia bendung lagi.


"Lo kenapa sih,lo cemburu sama mereka"ucap Fitrah menarik kekasih nya itu.


Achhh !!!!


Rizky mendorong nya kasar."Jawab gue Rido,gua ngga mau kek gini"kembali Fitrah menarik tangan nya.


"Gua bilang jgn ganggu gua"suara rizky meninggi.


Ia membentak gadis itu dan mendekati Lala dan Rido.


"Rido"Lala terkejut akan kedatangan cowok itu.


"Apa an sih lo do"Rido berdiri dan kesal dgn parlakuan dadakan Rizky.


Tapi Rizky tak menghirau kan itu ia menarik pinggang Lala dan semakin merapat kan diri nya.


"Rido lepasin"Lala meronta dan merasa risih.


Hal itu mengingat kan nya pada ke usil an Rizky dulu yg sekarang tak ia temui lagi dalam diri Rizky yg bersama nya saat ini.


Lala mendorong Rizky dan meninggalkan ke duan nya.


"Hahah !!! li liat kan reaksi nya kalau lo gangguin gue sama dia"ujar rizky sinis.


"Lo tuh kenapa sih,lo urusin fitrah lah ngga usaha ganggu in kesini"gerutu Rido jengkel.


"Lo liat gua bakal tunjukin ke lo gimana hal yg akan lo rasa in kalau nekad menemui nya"Rizky melangkah menyusul Lala.


"Lo tuh kenapa sih do,kenapa lo gangguin gue"gertak nya menoleh.


"Gua ngga mau fitrah sala faham"


Setelah itu Lala kembali melangkah,tapi belum beberapa langkah..


Achhh !!!


Rizky kembali ber acting dan pura pura sakit.Ia memegang dada nya.

__ADS_1


"Rido lo ngga papa"


Dan berhasil Lala panik dan mendekati nya.


"Rizky...."Lala berteriak memanggil.


Sebenar nya Rido malas mengurus acting Rizky yg menurut nya lebay,tapi kalau ia diam saja itu akan menambah ke curigaan Lala nanti.


"Rizky ayo bantuin"desis Lala llirih.


"Aku ngga papa"ucap Rizky pura pura lemah.


"Oh ya ampun do,untung gua bawa obat lo tadi,kalau nga gimana"Rido pura pura panik pula.


"Lo sih buru buru jadi lupa kan,Ayo minum dulu"


Rido memasuk kan butiran butiran itu ke mulut Rizky.


"Haha !!! mampus lo"umpat nya dalam hati.


Saat merasakan pil itu dlam mulut nya raut wajah Rizky langsung berubah.


Ayo kita ke sana bentar aku mau tunjukin sesuatu"Rido menarik Lala pergi.


"Tapi..."Lala terlihat ragu.


"Pacar lo gua apa dia"Rido membentak ia mulai hilang ke sabaran.


Lala tak berkutik lagi,ia mengikuti langkah Rido.


"Maaf in aku ya,ntah kenapa aku merasa semua ini aneh"Lala masih trus menoleh kebelakang.


Ada perasaan aneh yg sulit ia ungkap kan,dan ia merasa berat meninggal kan pria yg masih mematung itu.


"Cuihhh !!!"


Rizky mengeluar kan kembali pil itu dari mulut nya.


"lo fikir gua mau minum obat sialan lo itu"gerutu nya geram.


"Kalau kek gini trus ini nama nya aku menjebak diri sendiri"


achhh !!!!


Rizky mengacak acak rambut nya prustasi.


Dan tanpa ia ketahui fitrah memperhatikan semua nya dari kejauhan.Ntah kenapa ia merasa ada yg aneh, ia merasa Rido yg ia kenal dulu jauh berbeda dgn rido yg saat ini bersama nya.


Pelan pelan ia mundur dan pergi.


"Kenapa lo?cemburu?nyesel? Atau minta perhatian?"Arsya mendekat.


"Ya uda gampang sih tinggal minta maaf aja"


"Lo fikir gue peduli"Rizky berubah membentak.


"Gua bisa aja nemuin dia kapan pun gua mau,dia ngga akan nolak gue"


"Dan ingat gua ngga butuh nasehat lo,karna dia ada di tangan gue"ucap Rizky masih bersama ego nya.

__ADS_1


Ia kemudian meninggalkan Arsya begitu sja."Lo pasti akan menyesal ky,dan kalau masa itu datang smua nya uda ngga bisa lo perbaiki lagi"ucap Arsya membatin kemudian melangkah menemui yg lain.


🌷🌹🌱


__ADS_2