
Di dlam ke heningan kamar nya para remaja-remaja itu masih terbuai dlam mimpi nya.
Uwekkkk !!!!
Samar samar Tia mendengar suara itu hingga mengganggu tidur nya.
Uwekkk !!!
Tia mengerjab -ngerjab mata nya dan mencari asal suara itu.Ternyata asal nya dari kamar mandi.
Uwekkk !!!
Suara muntah itu semakin jelas di telinga nya.Dgn rasa penasaran nya Tia mendekat ke kamar mandi.
Lagi lagi duga an nya tdk meleset,itu suara Lala.
"Lala"ucap nya.
"Lo kenapa?"lerasaan Tia berubah tak enak.
Isak tangis Lala langsung terdengar,ia membiar kan diri nya merosot ke lantai.
"Gue hamil Tia"ucap nya menunjuk kan tespek bergaris 2 di tangan nya.
Tia berubah terkejut dan syok.
"Aada apa?"Fitrah dan Silvia ikut mendekat.
Dgn kasar Fitrah merampas tespek itu."Lo murahan atau ke ganjenan sih"Fitrah berubah marah marah.
"Lo lakuin itu berkali kali sma dia,dan lo ngga perduli soal kesepakatan kita"Nada Fitrah meninggi.
Tangis Lala berubah pilu."Gue bisa apa kalau gua cinta sama dia"balas Lala histeris.
"Kenapa ngga ada 1 pun yg ngerti in gue"rintih nya.
"Gue ngga bisa kalau lo suruh membenci nya,gue ngga bisa"tambah nya tersedu sedu.
"Uda fitrah ngga usah marah marah kenapa sih,krna bukan lo aja yg di posisi nya"Tia masih saja membela.
"Ia bener"Silvia ikut menyahut.
"Lo bilang apa?harus nya lo sadar efek dari yg uda dia lakuin itu,emang Rizky mau tanggung jawab nikahin dia,belum tentu kan?lo kayak ngga tau Rizky aja"gerutu Fitrah jengkel.
"Hhhaa !!! udalah terserah lo,urus aja urusan lo sendiri,gua uda ngga perduli"Gadis tomboi itu meninggalkan para sahabat nya dgn perasaan campur aduk.
"Ya uda lo kasih tau Rizky pelan pelan ya"bujuk Tia lembut.
__ADS_1
"Pelan aja ngomong nya,gua yakin Rizky mau tanggung jawab kok"
Ia memapa sahabat nya itu berlahan dari kamar mandi.Ia meraih ponsel nya dan menekan nomor Rizky.Langsung terdengar bunyi
Tutt tutt tutt !!
"Ia hallo kenapa?"
Terdengar suara Rizky di seberang sana.
"Ky...aku hamil"
Lala mengucap kan hal itu dgn suara bergetar.Spontan Rizky menguat kan suara spiker ponsel nya agar bisa di dengar Rido.
Otomatis Rido dan kedua sahabat nya kini pokus pada ponsel itu.
"aku takut Rizky...kamu harus nikahin aku"
Degh !
jantung Rido spt terhenti,Ia menatap Rizky spt mengintrogasi.Karna yg bersama Lala selama ini adalah dia,dan mana mungkin Lala hamil,ia selalu berada dlam batas sewajar nya.
Dia tak pernah menyentuh gadis itu walau berulang kali Lala menggodo nya dan meminta ia sentuh.
"Ok ! nanti malam kita ketemu ya,kita bahas ini,jgn panik ok"
Bugh !!!
Rido tak bisa menahan emosi nya lagi,ia memukul saudara nya itu tepat di hidung nya.
"Jadi selama ini lo nemuin dia hah ! lo nyentuh dia"
Rido bicara dgn amarah yg meletup letup.Tapi dgn cepat Arsya memegangi nya.
"Lepasin gue sya"sela Rido meronta.
Sedangkan Rizky hanya terkekeh sambil memegang darah yg keluar dari hidung nya.
"Ya lo kan tau gua uda ngga bisa maen sama yg lain,kalau gue pengen ya gue ajak lah"jawab nya tanpa dosa.
"Dan spt nya aku uda kecanduan sma goyangan nya"
Kembali Rido ingin memukul nya Tapi lagi lagi di tahan Arsya."Uda do uda"
"Lo tau seberapa brengsek nya dia jadi jgn di ladenin"ucap Arsya lirih.
Dgn lesu Rido menjatuhkan diri nya kembali ke sofa.
__ADS_1
"Kalau uda kek gini apa yg bakal lo lakuin"ujar Rido mencoba meredam emosi nya.
"Kalau uda hamil kan bagus lo tinggal nikahin"jawab Rizky Rilex tanpa dosa.
Whattt !!!
ketiga nya di buat terkejut.
"Lo yg harus nikahin dia"kembali Rido membentak.
"bodo amat ! yg ikut dia selama ini kan lo ya lo lah nikahin,lagi pula...rasa nya aku belum siap,masa depan ku masih panjang,se panjang rel kereta api,aku masih mau bebas"jawab Rizky terkekeh.
"Mau lo apa sih?apa lo waras"gerutu Rido mengacak ngacak rambut nya.
"Kenapa?bukan nya dari dulu lo suka ngambil apa yg gua punya,ya lo nikmatin lah sisa gue dan tanggung jawabi anak gue"cetus Rizky masih dgn senyuman nya.
Kali ini Rido menjambak rambut nya,Rizky menjebak nya sampai sejauh ini.
"Gua baru tau lo ternyata lebih bejat dari yg gua kira"Arsya berdiri dgn emosi.
"Kelakuan lo memalukan"ia kemudian meninggalkan Tempat itu.
"Eneg gua lama lama liat lo,gue benar benar kecewa"tambah Asrul melangkah pula.
"Harus nya gua sadar siapa lo,harus nya gua ngga nurutin lo"Rido terlihat mengacak ngacak rambut nya prustasi.
"Kenapa bukan nya lo cinta sama dia?kalau lo ngga mau anak gue ya ngga papa tinggal gugurin aja,beres kan"ujar Rizky dgn bersedekap dada.
"Lo fikir pernikahan itu lelucon,lo fikirin ngga perasaan nya,emang lo fikir dia mau nerima tanggung jawab gue"cetus Rido lirih.
"Ya jangan sampai dia tau lah peak,lo pura pura aja jadi gue kan bisa"ia menempeleng kening Rido.
"Utk hal se serius itu?apa lo waras?gerutu Rido.
"Udalah,lagi pula kayak nya dia kok nyaman sama lo,gua malas berdebat"Rizky berdiri.
"Lo jgn kasih tanggung jawab lo ke gua ky"gertak Rido jengkel.
Rizky menoleh dan menyergit kan mata nya
"Loch bukan nya lo senang nikah sama cewek yg uda buat lo gila setengah mati"ucap nya.
Rido berubah gelagapan,ia tak tau harus jawab apa lagi.
"Uda lah,ingat !! besok lo nemuin dia,dia pasti nunggu in"sambung Rizky melangkah meninggalkan Rido sendiri an.
__ADS_1
🌷🌹🌱