
Saat itu, Gadis yang baru saja pindah ke sekolah barunya, ia tidak ingin berteman dengan teman perempuan lainnya. Ia menganggap teman perempuan tidak ada gunanya. Mereka hanya bisa bergosip dan bergosip.
Ia mengikuti latihan basket di sekolahnya. Yah, Gadis memang lebih suka bergabung dengan cowok-cowok dari pada harus menjadi penggosip cowok-cowok keren di sekolah.
Di kantin Gadis lebih suka duduk sendirian. Lagi pula teman-teman cewek yang lain juga tidak ingin dekat dengannya. Mungkin karena sikap cueknya.
Kala itu Tiara yang sangat dikenal di sekolahnya, terlebih ia mempunyai paras yang cantik dan kepribadian yang ramah. Jadi, mendapatkan teman bukanlah hal yang sulit baginya.
“Hai, aku boleh duduk disini?” tanya Tiara kepada Gadis sambil membawa sebotol minuman ringan.
Gadis menarik napasnya, “Ya, silahkan. Aku juga mau pergi!”
Gadis sangat kesal, ia benar-benar tidak ingin berdekatan dengan siapa pun. Tidak ada alasan yang penting tentang hal itu. Ia memang tidak ingin berteman yang akan membuatnya susah.
Melihat tingkah Gadis yang tidak ingin akrab dengannya, kala itu Tiara menjadi penasaran. Ia merasa Gadis berbeda dengan teman lainnya yang ia kenal.
Setelah kejadian itu banyak tingkah konyol yang dilakukan oleh Tiara untuk mendapatkan simpati dari Gadis.
Saat Gadis latihan basket.....
"Gadis...!!! Semangat...!!!" teriak Tiara memberi semangat. "Gadis go.. go... go.. Semangat!!!"
Teman-teman wanita yang lain terheran-heran melihat Tiara yang sedang memberi semangat pada Gadis. Disaat para wanita memberi semangat pada para pemain pria, dia malah memberi semangat pada seorang wanita.
"Hei, Tiara... kamu ini suka sesama jenis ya?" kata salah satu teman Tiara.
"Apa kamu bilang?! Enak aja! Aku ini temannya Gadis! Jadi, nggak salahkan aku memberikan semangat!" teriak Tiara.
__ADS_1
"Hei, kalian! Bisa diam nggak?" teriak Gadis marah.
Semua jadi terdiam. Dan mereka pun melanjutkan latihannya lagi. Gadis terlihat fokus. Sebentar lagi dia akan melempar bolanya ke dalam ring.
"Gadis! Ayo... Sedikit lagi!" Tiara berteriak lagi.
Karena teriakan itu, Gadis menjadi tidak fokus dan hasil lemparannya jadi meleset. Saat itu Gadis sangat murka pada Tiara.
"Awas ya kamu!" teriak Gadis sambil berlari ke arah Tiara. Tiara melihat wajah yang seram itu, lalu ia lari terbirit-birit menghindari kejaran Gadis.
Lalu...
Saat di koridor sekolah....
Gadis dan Tiara berpapasan. Gadis sangat bosan bertemu dangan Tiara. Ia sungguh ingin cepat menyingkir dari hadapan wanita aneh itu. Tapi, Tiara malah menghalangi Gadis. Saat gadis bergeser ke kiri, ia pun ikut bergeser ke kiri. Saat Gadis bergeser ke kanan, ia pun ikut ke kanan.
"Kamu mau nggak temenan sama aku?" ucap Tiara sambil bergeser.
Gadis tidak menanggapinya. Dan begitu lah seterusnya. Membuat darah Gadis mendidih. Gadis mencubit kedua pipi Tiara dengan kuat sambil menggeser Tiara dari hadapannya, "Berisiiiiiiiik!"
Tiara begitu kesakitan sampai matanya berair. Ia mengusap-usap pipinya agar sakitnya berkurang.
"Kamu sih, orang jutek kayak gitu kok didekati! Kalo aku sih males banget. Sombong!" kata salah satu teman Tiara yang menghampirinya.
"Iya, cewek aneh kayak dia mana ada temannya! Lagian aku semakin yakin Ra, kamu ini suka sesama jenis, ‘kan?" sambung temannya satu lagi.
"Hei, udah aku bilang, aku nggak seperti itu!" teriak Tiara pada temannya itu.
__ADS_1
"Hehehe... Maaf deh. Tapi, aku sarani kamu nyerah aja deh," usul temannya lagi. Tiara menarik nafasnya. Dalam hatinya dia tidak akan menyerah begitu saja.
Lalu...
Saat pergi ke sekolah, tanpa di sengaja Tiara berpapasan dengan Gadis. Tiara menjadi semangat saat itu. Saat ingin dihampiri Tiara, Gadis malah melarikan diri.
Dipikirannya Tiara adalah cewek gila. Dia selalu membuat Gadis kesal dan kewalahan.
Gadis pun, berlari memasuki gang-gang sempit. Dan Tiara pun mengikutinya. Gadis sampai bersembunyi di tempat ia bisa sembunyi. Lama-kelamaan akhirnya Gadis bisa lega karena ia tidak melihat tanda-tanda Tiara mengikutinya lagi.
"Hahhhh, gara-gara tersesat, aku jadi terlambat dan sekarang di hukum membersihkan sampah di halaman," gumam Tiara bersedih.
Tiara menghentikan pekerjaannya membersihkan halaman sekolah. Sejenak, ia memandang jauh kearah Gadis yang sedang latihan basket di lapangan sekolah, "Mungkin aku memang harus menyerah," gumam Tiara sambil melepaskan pandangannya dari Gadis.
Dengan wajah murung dan kelelahan karena kecewa sebab ia tidak berhasil berteman dengan Gadis dan harus menerima hukuman membersihkan sekolah karena terlambat, Tiara membawa sampah-sampah yang dikumpulkannya ke pembuangan sampah yang ada di luar pagar sekolah.
Dari kejauhan, Tiara melihat ada bola basket yang terlempar ke luar dinding pagar sekolah. Saat itu juga Tiara melihat ada Gadis yang sedang berlari menyusul perginya bola untuk mengambilnya. Itu Gadis, teman baru yang sangat ingin ia ajak untuk berteman, tapi Tiara pura-pura tidak mempedulikannya.
Walaupun begitu, Tiara tetap saja melirikkan matanya ke arah Gadis, secara diam-diam tentu saja.
Bola itu berhenti tepat di tengah jalan. Gadis yang sedang terburu-buru mengejar bola itu menjadi tidak terlalu memperhatikan keadaan di sekitarnya. Tiara yang sedang berada di tepi jalan melihat Gadis yang hanya fokus pada bola yang akan diambilnya di tengah jalan kala itu. Tiara menyadari dari kejauhan, ada sebuah mobil box berwarna putih yang melaju kencang ke arah Gadis. Kali ini Tiara tidak dapat menghiraukannya. Sontak saja Tiara berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan Gadis dari laju mobil tersebut.
“Gadis, awaaaassss!!!!!! dengan sekuat tenaga Tiara mendorong Gadis ke tepi jalan.Dan, Brruuuukkk!!!Mobil tersebut menabrak Tiara.
Setengah terkejut, Gadis yang baru menyadari bahwa tubuhnya sudah terpental jauh ke pinggir jalan kemudian melihat ke arah datangnya suara teriakan dan suara gaduh itu. Itu Tiara, yang tersungkur di tengah jalan itu.
Gadis melihat keadaan Tiara yang begitu mengenaskan. Kecelakaan itu membuat Tiara tidak sadarkan diri seketika.
__ADS_1
Spontan saja Gadis menangis dan langsung memeluk tubuh Tiara. Hari itu, untuk yang pertama kalinya, ia tidak ingin kehilangan seorang teman.
***