Sahabat Pelangi Untukmu

Sahabat Pelangi Untukmu
Bab 8. Pria Berjaket


__ADS_3

Betapa rumitnya kisah cinta ini. Melihat sahabatnya yang sedang sangat berbahagia itu, mampukah Gadis merusak semuanya dengan menceritakan pengkhianatan yang di lakukan oleh kekasih dan sahabatnya itu?


“Tapi, Dis...entah kenapa aku ngerasa kayaknya Kevin itu udah berubah banget deh...” ucap Tiara, yang kemudian menerawangkan pandangannya ke langit-langit kamar milik Gadis, sambil mendekap erat boneka sapi yang sedari tadi dimainkannya.


Apa? Jadi, Tiara pun merasakannya? kata Gadis dalam hati.


“Dulu... dia itu sweet banget. Senyumnya nggak bisa aku lupain. Yang paling aku suka waktu dia manja sama aku. Sering jahilin aku, tapi dia juga sering kasih aku hadiah. Walaupun bukan sesuatu yang mahal, paling nggak dia memberikannya dengan sejuta cinta,” sambung Tiara dengan sedikit mem-flashback memorinya untuk mengingat kenangan yang telah ia terima dari Kelvin, kekasih yang sangat ia cintai.


Sejak awal pertama jumpa, Tiara sudah jatuh hati pada Kelvin. Dia selalu mengajak Tiara mengobrol, menceritakan hal-hal lucu, sampai kadang membuat Tiara tertawa terbahak-bahak. Berada di dekat Kelvin membuat Tiara bisa melupakan semua rasa sepinya.


Tapi, entah apa yang ada di pikiran Tiara saat itu hingga dalam waktu sekejap saja Kelvin mendapatkan hati Tiara.


“Ditambah lagi waktu kedatangan Vania jadi sahabat kita, aku kayak punya keluarga baru. Setiap hari kita sama-sama. Vania itu udah aku anggap kayak kakak aku sendiri,” ucap Tiara sambil tersenyum dan kembali memainkan boneka yang didekapnya.


“Ra...” tiba-tiba Gadis memeluk Tiara. Terdengar suara isakan tangis dari Gadis.


Gadis tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana untuk menghadapi semua ini. Hatinya ikut terluka mengingat apa yang akan dialami oleh Tiara, sahabatnya, yang memiliki hati sebaik dan setulus ini.


Kevin! Vania! Gadis benar-benar muak mendengar nama itu. Dua insan dengan wajah sok polosnya, dengan menyebut atas nama cinta, mereka telah melukai hati Tiara.


Tiara, yang dengan segenap hatinya menyayangi mereka. Tiara, yang dengan kepolosan hatinya mempercayai mereka.


“Keterlaluan!” ucap Gadis lirih di pelukan Tiara.


“Ada apa, Dis? Kamu kok nangis?” tanya Tiara heran sambil melepaskan pelukan Gadis darinya.


“Semua berawal saat kamu memperkenalkan Kelvin pada Vania,” ucap Gadis sambil menatap tajam mata Tiara dengan matanya sendiri yang masih berkaca-kaca.


“A... Apa maksud kamu?” tanya Tiara bingung.

__ADS_1


“Awalnya aku berpikir untuk tidak menceritakan semuanya sama kamu. Tapi, mendengar perkataanmu tadi, aku benar-benar muak dengan mereka,” ucap Gadis emosi.


Tiara mengerutkan dahinya mendengar kalimat yang keluar dari tuturan Gadis.


“Kelvin dan Vania, mereka berselingkuh Ra. Selama ini mereka menjalin cinta di belakang kamu,” ucap Gadis serius sambil menggenggam jemari Tiara.


“Hahaha... Apaan sih, Dis. Kalau ini cuma bercanda, kamu udah kelewatan...” jawab Tiara setengah bingung dengan pernyataan Gadis yang baru saja ia dengar.


“Coba kamu lihat aku? Apa aku terlihat sedang bercanda? Sadarlah Ra!” tegas Gadis dengan nada tegas namun tetap lembut kepada Tiara.


Tiara menatap wajah Gadis dengan serius. Ia sangatlah bingung antara ingin percaya atau tidak. Gadis adalah sahabatnya sejak dulu. Dan, wajah Gadis ketika itu sama sekali tidak menunjukkan kebohongan.


“Bohong! Aku nggak percaya!” ucap Tiara keras.


Tiara menjauh dari Gadis dan berlari keluar. Gadis masih mematung. Ia tahu betul hati Tiara sangat perih.


***


Ia berjalan tanpa arah sambil menangis. Sepanjang jalan pipinya dibanjiri oleh air mata. Lalu, beberapa saat kemudian, langkahnya terhenti.


“Kelvin...” ucapnya pelan.


Ia melihat sosok pria yang menurutnya mirip dengan Kelvin dari jarak yang cukup jauh. Bahkan ia mengenali motornya. Pria itu baru saja pergi dari rumah Vania.


“Apakah benar itu Kelvin? Tidak, aku belum pernah melihatnya memakai jaket kulit itu. Pasti bukan dia,”  ucap Tiara dalam hati.


Hatinya memang berkata tidak, tapi pikirannya sedang mengacau itu mengatakan bahwa pria yang dilihatnya itu benar adalah Kelvin.


Dengan segera ia berlari menuju rumah Vania. Saat sedang berlari kecil, ia sebenarnya tidak menyadari bahwa ia telah berjalan sejauh ini, hingga tidak ada kelelahan yang terlihat dari raut wajahnya kecuali bekas kesedihan karena tangisnya di sepanjang jalan tadi.

__ADS_1


Setibanya di depan rumah Vania, ia menekan bel pintu rumah Vania dan memanggilnya. “Van...” ucap Tiara setengah terengah dan masih terisak.


Kemudian, Vania membukakan pintu. Saat membuka pintu, Vania terkejut melihat Tiara yang tiba-tiba datang ke rumahnya. Sedangkan Kelvin baru saja pergi. Jantungnya berdegup kencang. Apakah Tiara telah mengetahuinya?


“Tiara, ada apa? Kok kamu tiba-tiba ke rumah aku?” tanya Vania gugup.


“Boleh aku masuk?” ucap Tiara, masih terengah dan sedikit  menahan isakannya.


Vania mengangguk dan membawa Tiara masuk ke rumahnya. Vania melihat Tiara seperti sedang sangat tertekan batinnya. Ia sangat takut jika Tiara telah melihat semuanya, tentang Kelvin dan dirinya.


“Van, yang tadi itu Kelvin ya?” tanya Tiara pelan sambil memandang halus ke pada Vania.


“Ke.. Kelvin? Yang mana? Oh, yang tadi itu? Itu teman les piano aku,”  jawab Vania sambil tersenyum takut dan sedikit gagap.


“Oh, hmmm... aku kira itu dia. Soalnya mirip banget apalagi motornya,” tutur Tiara sambil tertunduk lesu karena kelelahan dan juga karena kesedihan.


“Kayaknya kamu capek banget deh, Ra. Mau aku ambilin jus?” tawar ramah Vania.


Tiara mengangguk, kemudian Vania bergegas pergi mengambilkan minuman untuk sahabat yang terlihat sangat kelelahan dengan peluh di sekitar kening dan juga dengan mata yang sedikit sembab. Sembab mata Tiara yang masih belum Vania ketahui apa penyebabnya.


Sementara itu, di ruang tamu, Tiara masih terduduk lesu. Matanya masih berkaca-kaca. Semua kata-kata Gadis masih terngiang di telinganya. Tiba-tiba Tiara mendengar getaran dari Hp Vania yang ditinggalkannya di sofa. Tiara menutup matanya. Ia tidak percaya akan melakukan hal ini.


Perlahan ia mengambil Hp tersebut. Saat ingin membukanya, ternyata hp itu terkunci dengan menggunakan pola tertentu yang tidak diketahui olehnya.  Kemudian di letakannya kembali Hp tersebut. Tidak lama Vania datang membawa minuman. Vania meletakkannya di atas meja di hadapan Tiara. Lalu, ia duduk di samping Tiara.


Vania mengambil HP-nya. Diam-diam Tiara mengintip pola yang di buat Vania untuk membukanya. Tidaklah sulit mengingat pola tersebut, pikir Tiara. Lalu, ia meminum jus hingga setengah gelas.


Tiara sudah tidak sabar ingin mengetahui isi dari pesan yang ada di Hp Vania. Apalagi melihat Vania membalas pesan sambil tersenyum bahagia.


Tiara bertanya-tanya dalam hati, mungkinkah itu pesan dari Kelvin, kekasihnya?

__ADS_1


***


__ADS_2