Sahabat Pelangi Untukmu

Sahabat Pelangi Untukmu
Bab 20. Rencana yang Tidak Sia-Sia


__ADS_3

“Dengar ya, dari awal aku nggak pernah benar-benar mau sahabatan sama kalian. Kumpulan cewek aneh. Kalian kira aku betah bersahabat sama kalian?” ucap Vania kasar.


“Apa?” Tiara masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. “Terus, selama ini...”


“Jadi, kamu nggak ngerti juga? Ya ampun Ra, kamu tuh polos banget sih!” sambung Vania sambil menyungingkan salah satu sisi bibirnya. “Tujuanku hanya satu, yaitu... Kelvin.”


Tiara masih saja terdiam, bungkam, dan layu.


***


“Hahaha.... Rasain! Dasar anak cupu!” sorak gembira beberapa siswa.


Seorang siswi berkacamata, rambut diikat kuncir kuda dan memakai pakaian yang rapih lengkap dengan semua atributnya terduduk di lantai dan dikelilingi orang-orang yang menertawakannya.


Ia sedang menahan sakit di tubuhnya akibat ulah kakak kelasnya. Ya, Vania harus menerima berbagai macam hinaan dan aniaya dari para senior.


“Eh, udah.. udah!” kata seorang pria memecahkan kerumunan itu.


Mata Vania berbinar-binar melihat pria yang telah membelanya itu.


“Ah, kamu Vin! Nggak bisa lihat orang senang!” jawab salah satunya kesal.

__ADS_1


“Udah jangan protes! Tuh kalian dipanggil sama ketua osis!” ucap Kelvin.


Ketika para senior itu pergi, Kelvin membantu Vania untuk berdiri. Vania sibuk membersihkan pakaiannya yang terkena debu dan merapikan rambutnya.


“Aku minta maaf ya atas sikap mereka. Biasalah kalau udah waktunya masa orientasi mereka sedikit lebih galak,” kata Kelvin sambil tersenyum.


Dari sinilah Vania terkagum-kagum melihat Kelvin. Tidak bisa diukur dengan apapun kebahagiaannya. Kala itu ia sangat bersyukur dipertemukan dengan pria yang baik hati.


“Oh iya, selamat datang di putih abu-abu ya,” ucap Kelvin tersenyum sambil melambaikan tangannya kemudian berlalu pergi dari hadapan Vania.


Kelvin, pria ini telah membuat hati Vania berbunga-bunga. Senyumannya tidak pernah hilang dari benak Vania.


Setelah pertemuan itu, dari kejauhan ia selalu memperhatikan Kelvin. Hatinya sangat tenang ketika melihat senyumnya. Vania meletakan telapak tangannya di dada. Ia merasakan degupan yang kencang. Yah, Vania benar-benar jatuh cinta. Ia menginginkan Kelvin. Tapi, untuk saat ini Vania tidak punya daya untuk mengungkapkan cintanya.


Dan setelah lulus dari sekolah menengah, seperti yang sudah ia rencanakan, Vania masuk kuliah di universitas yang sama dengan Kelvin. Obsesinya sudah begitu besar. Kelvin tidak pernah lepas dari pandangannya. Dan untuk menarik perhatian pria yang dicintainya itu,  ia mulai memperbaiki penampilannya.


Tapi hatinya menjadi terbakar sekali saat ia tahu bahwa Kelvin telah mempunyai pasangan bernama Tiara. Hatinya begitu terluka. Tidak ada satu orang pun yang tahu rasa sakit yang dialaminya. Ia ingin mendekat, tapi ia tidak berani. Karena, Kelvin pun tidak mengenalnya. Hanya sekali pertemuan, kemungkinan besar Kelvin melupakannya tapi Kelvin tidak pernah terlupakan oleh Vania.


Saat itu, hari-hari yang dilaluinya terasa gelap gulita. Kemana-mana hanya bayangan Kelvin dan Tiara yang sedang bermesraan yang ada di pikirannya. Serasa gila ia memikirkannya. Namun, terjawablah sudah saat ia tahu ia akan sekelas dengan Tiara. Rencana jahat itu mengalir begitu saja. Ia memanfaatkan situasi dan persahabatannya dengan Tiara.


“Ra.., Kelvin bilang ke kamu nggak? Apa yang disukanya dari kamu?” tanya Vania sambil tersenyum.

__ADS_1


Saat itu Vania diundang oleh Tiara untuk menginap di rumahnya. Tiara begitu banyak curhat pada Vania. Saat itu Vania juga tetlihat senang mendengar segala celotehan Tiara.


“Dia pernah bilang, sebenarnya dia suka cewek yang sifatnya keibuan, lembut, sabar, pandai masak dan nggak cerewet. Terus, dia bilang itu hanya tipe aja. Yang paling terpenting kami sama-sama saling sayang dan dia selalu nyaman waktu sama aku,” jelas Tiara.


Dan hal itu menjadi bahan untuk membuat Kelvin tertarik pada Vania. Saat itu Vania tidak melihat Kelvin dari kejauhan lagi. Karena, Tiara sudah memperkenalkan Vania pada Kelvin. Dari situ mereka sering mengobrol dan semakin dekat. Ditambah dengan sifat yang sengaja dibuatnya untuk menarik perhatian Kelvin. Apa yang pernah dituturkan oleh Tiara, ia langsung mempraktikannya. Ia juga sering memberikan makanan hasil masakannya sendiri pada Kelvin.


Lama-kelamaan Kelvin pun tersadar bahwa Vania adalah gadis impiannya sesuai tipenya. Ia menjadi jatuh hati pada Vania. Gejolak cinta itu tidak bisa dihentikan. Kelvin berada dalam kebimbangan di satu sisi ia telah mempunyai pacar dan di sisi lain ada gadis impiannya.


Akhirnya Kelvin tidak bisa menyimpan perasaannya lagi. Ia pun menyatakan perasaannya pada Vania. Tidak disangka Kelvin secepat itu menyukainya. Vania sangat bersyukur karena rencananya tidak sia-sia untuk mendapatkan Kelvin. Tapi, ada satu masalah lagi.... Tiara.


“Tapi, Vin, kamu kan pacaran sama Tiara?” tanya Vania cemas.


“Iya, itu juga yang lagi aku pikirin. Aku bingung, tapi aku nggak mau kehilangan kamu,” jawab Kelvin sedih.


“Nggak bisa, Vin. Kamu harus memilih. Jujur aku juga cinta sama kamu. Kalau kamu berniat menjadikan aku pacar kamu... kamu harus memutuskan Tiara. Atau kita nggak pernah bersama,” bujuk Vania.


“Jangan ngomong gitu, Van... jujur aku nggak bisa jauh dari kamu. Yah, aku akan mutusin Tiara. Tapi, itu nggak gampang. Tolong kasih aku waktu.” pinta Kelvin.


“Aku percaya sama kamu Vin, aku akan memberimu waktu.” balas Tiara dengan senyum lembutnya.


“Makasih, Van... kamu benar-benar malaikat aku. Aku cinta banget sama kamu.” ucap Kelvin lembut sambil memeluk Vania.

__ADS_1


Walau ada kejanggalan, Vania tidak bisa berpaling dari rasa bahagianya. Ia telah mendapatkan cinta Kelvin. Pria yang telah mengaduk-aduk hatinya, kini ada dalam dekapannya. Hanya tinggal selangkah lagi, maka ia akan mendapatkan Kelvin seutuhnya.


***


__ADS_2