
Setelah mengahadapi situasi penuh drama pelepasannya menuju ke apartemen dirga, sekarang ifah tengah berada di dalam mobil. ifah duduk di sebelah dirga yang tengah konsentrasi menyetir. sembari menghilangkan bosan, ifah sesekali melihat ke arah jalan untuk sedikit menghafal agar memudahkannya nanti bila pergi-pergi sendiri. secara ya ifah kan anak baru, lagian kan tidak mungkin nanti setiap mau pergi harus dirga yang mengantarnya terus. itu pasti akan mengganggu pada pekerjaan dirga nanti, walaupun tempat kerjanya adalah miliknya sendiri. tapi dirga juga harus memberi contoh yang baik juga bagi bawahannya, begitulah pemikiran ifah.
''mas, kalau halte bus deket ga sama apartemen kita nanti?. tanya ifah memecah keheningan.
''ya deket sih, pas keluar pintu lobi apartemen depan gerbang ya langsung ketemu halte. memangnya kenapa kamu tanya halte sayang?. tanya dorga balik.
''ga..cuma nanti kan ga mungkin ifah setiap keluar minta mas anterin terus. mas kan kerja, ya lagian kan ifah juga mau menghafail situasi tempat tinggal kita''. jawab ifah senyum.
''ya kalo mas bisa ngantar kenapa ga?''. balas dirga.
''ya ga terusan juga la mas,ifah kan juga mau mandiri. masak mau beli sayur aja harus nunggu mas anterin? kan ga etis kali mas''. jawab ifah sambil ketawa.
'' ya sudah terserah kamu aja, yang penting kemana- mana hp jangan pernah tinggal!''. ulas dirga.
''siap bos''. jawab ifah sambil mengedipkan matanya.
'' kalo gitu kayaknya kode nih, nanti pas sampe apartemen satu rode yah''. pinta dirga sambil mencolek dagu ifah.
'' ya boleh aja, asal mas sudah beresin semua barang-barang kita''. ucap ifah.
''yah kalo gitu antena mas udah loyo diluan dong..''. balas dirga cemberut.
Ketawa ifah pun pecah karena ulah suaminya yang mengatakan antena loyo dengan mencontohkan tangannya yang terkulai.
Hanya buth waktu lebih kurang 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di apartemen dirga. sekarang dirga tengah finishing membereskan barang-barang mereka, ya walaupun cuma baju-baju ifah yang banyak namun karena harus berbagi lemari, maka dirga harus merapikan kembali pakaiannya agar ada ruang untuk pakaian ifah.
Setelah berkutat lebih kurang tiga jam, barulah beres semuanya. memang apartemen dirga tidak terlalu mewah, namun sangat luas terasa hanya untuk mereka berdua tempati. terdapat ruang tamu yang nyaman dengan dua sofa minimalis yang saling berhadapan yang dibatasi sebuah meja kaca yang terlihat elegan.
Kemudian jika lebih masuk lagi, akan ada sebuah ruangan yang lebih luas dari ruangan sebelumnya yang terdapat satu sofa panjang multi fungsi karena bisa dilipat sesuai keinginan, buat duduk atau bisa juga sebagai tempat tidur santai sambil menghadap ke sebuah layar tv ukuran jumbo. ya bisa dikatakan untuk ruangan santai.
__ADS_1
Kalau kearah kanan akan bertemu langsung dengan sebuah meja makan minimalis dengan dikelilingi oleh empat kursi kayu dengan busa empuk sebagai alasnya. dan disebelahnya terdapat kitchen set yang rapi bersih dan elegan, yang pasti mbuat nyaman setiap ada yan memasak disana. Ada juga sebuah kulkas dua pintu serta beberapa perkakas dapur lainnya.
Jika kita ke arah kiri akan terdapat dua buah kamar yang saling berhadapan dengan ukuran yang berbeda. Satu kamar bagian kiri lebih besar, itulah sekarang menjadi kamar utama dirga dan ifah.
Sekarang terlihat ifah yang sedang menata beberapa menu makanan di atas meja. ada sayur sop-sopan yang isinya telur puyuh bakso jamur dan wortel. sebagai lauknya ayam goreng cabe merah nan sangat menggoda selera. Tak beberap lama keluar lah dirga dengan wajah segarnya, memakai stelan santai kaos putih polos dengan bawahan celana pendek dongker.
''ayo mas, makan malamnya udah siap nih''. sambut ifah dengan senyum.
''wah kebetulan banget mas udah lapar sayang''. ucap dirga.
tepat pada saat ifah menyendokan nasi kedalam piring dirga, terdengan dentingan seperti orang yang sedang memencet pin dan ceklek...pintu terbuka.
''mas kayak ada yang buka pintu deh, apa mama ya mas?''. ucap ifah bingung.
''ga tau coba mas lihat dulu''. balas dirga sambil beranjak menuju ruang tamu. namun Deegg..betapa terkejutnya dirga.
''Hallo sayaaang, surpraaaiiiss...kejutaaan. aku kangeen''. ucapa Nadira yang tiba-tiba sudah memeluk dirga.
''kok kamu gitu sih sayang, ga kangen ya sama aku? mentang- mentang udah ada barang baru..uupss maaf, ada orangnya ya''. ejek nadira saat melihat ifah yang terpaku dengan aksi dua orang di depannya.
''kenapa kamu bisa masuk?''. tanya dirga yang kurang konek.
''kamu lupa ya, kan pinnya tanggal jadian kita sayang?. tapi itu berarti kamu masih bolehin aku keluar masuk ke apartemen kamu dong kan sayang''. ucap nadira sambil membelai dada bidang dirga dengan matanya mengarah ke arah ifah berdiri.
''siapa dia mas!''. tanya ifah kaget.
''sayang mas bisa jelasin, ini ga seperti yang kamu lihat. kamu ja...''. ucapan diega terpotong.
''jawab mas, siapa dia!!!''. bentak ifah dengan dadanya yang turun naik akibat nafasnya yang sudah tidak teratur lagi.
__ADS_1
''hei, jangan teriak-tetiak dong, kampungan banget sih''. sindir nadira.
''diam kamu, saya bertanya kepada suami saya. jawab mas, jawab!!''. bentak ifah dengan suara naik dua oktaf.
'''aakhh..''. dirga mengacak rambutnya kasar.
''ayo dira kita keluar, kita bicara di luar''. ucap dirga sambil menarik paksa tangan nadira.
''tapi mas aku belum kenalan sam..''. ucapan nadira langsung dipotong dirga sambil menyeret nadira keluar. ''ayo!!''.bentak dirga.
dirga pun berlalu tanpa melihat wajah ifah yang sudah banjir air mata yang entah sejak kapan keluarnya.
''apa ini mas, apaaa..hiks hiks..apa ini yang kamu sembunyikan di belakang aku mas? tega kamu mas, tega hiks.. hiks..''. tak tahan dengan apa yang baru dialaminya, ifah langsung berlari menuju kamar dan menghempaskan badan ketempat tidur sambil terus menangis. sangat hancur hati ifah, sampai hilang nafsu makannya, padahal tadi ifah sangat lapar sekali.
Di parkiran apartemen terlihat dirga memaksa nadira untuk masuk ke dalam mobilnya.
''sebenarnya apa sih mau kamu dira, semua keinginan kamu sudah aku turuti. setiap kamu minta aku datang, selalu aku turuti. apalagi yang kamu mau ha?''. kesal dirga kepada nadira.
''yang aku mau kamu, kamu dirga. aku ga bisa kehilangan kamu. aku cinta banget sama kamu''. ucap manja nadira. ketika nadira akan memeluk dirga, dirga langsung mundur.
''kalo kamu cinta sama ku kenapa kamu pergi meninggalkan ku tanpa alasan dan tanpa kabar. dua tahun dira, dua tahun aku hancur.. aku terpuruk, dan tiba-tiba saja sekarang kamu hadir ketika hatiku sudah diisi oleh wanita lain. dan wanita itu sekarang sudah menjadi istriku dira, aku sangat mencintainya. aku ga mau menyakitinya lebih dalam lagi. maaf dira, aku ga bisa lagi kembali padamu. lupakan aku, lupakan tentang kita karena kamu hanya masa lalu bagiku. sekarang hanya ada ifah dihatiku''. jelas dirga.
''ga..gaa mau, aku ga bisa hidup tanpa kamu dirga. aku sayang banget sama kamu. tolong beti aku kesempatan dirga, aku mohon''. pinta nadira penuh harap dengan meraih tangan dirga.
''ga dira, aku ga bisa. pergilah, jangan pernah ganggu hidupku lagi. dan untuk uang jajanmu, nanti ku transfer tapi ini untuk yang yang terakhir''. tutur dirga berlalu pergi
''kalo kamu ninggalin aku, aku bakalan bunuh diri dirgaaa..kamu pasti menyesal, kamu yang menyebabkan aku mati. dirgaaa...dirgaaa...hiks hiks..''. tetriak nadira namun dirga tetap melangkah dan tak menoleh sedikitpun.
'' brengs*k, ini ga bisa dibiarkan. aku ga akan melepaskan kamu gitu saja. bisa hilang pendapatan aku, ah tidak..tidak..aku harus cari cara agar ladang uangku tidak pergi. ya yah..aku harus cari cara..awas kamu ifah''.gumam nadira. kemudian dia melajukan mobilnya keluar gedung apartemen dirga.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang dari tadi menatap dari dalam mobil. meski tidak terdengar jelas, namun dia dapat melihat kalau dua orang yang didepannya sedang bertengkar. ya bukan maksud menguping atau menonton, tapi dia tidak enak mengganggu jikalau dia keluar dari dalam mobilnya. ya dirga dan nadira tepat berada di depan mobilnya tersebut.