Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
07 Keberangakatan Ifah Bersama Dirga


__ADS_3

Hari ini adalah keberangkatan Ifah dan Dirga ke Jakarta. Sebelumnya Buk Mirna dan Pak Rudi orang tua Dirga telah lebih dulu pulang ke Jakarta. Semuanya telah dipersiapakan Ifah jauh-jauh hari, karena keberangkatan ini telah direncanakan dari awal. Mulai dari barang-barang pribadi sampai ijazah dan surat keterengan pengalaman mengajarnyapun sudah beres Ifah siapkan.


''Ifah berangkat dulu ya Pak, Bapak jaga kesehatan. Jangan kerjakan hal-hal yang dirasa ga perlu, Ifah takut Bapak kecapean dan penyakit Bapak kambuh lagi. Dan jangan bawa motor jauh-jauh, kalo penting minta tolong Mang Ujang antarkan.'' Ifah mulai mengingatkan Bapaknya karena dia tidak bisa lagi tinggal bersama Bapaknya.


Mang Ujang adalah tetangga dekat Ifah yang memang sehari-hari dimintai tolong sama bapaknya dan Ifah.


'' Semua isi kulkas udah Ifah lengkapi, nanti kalo udah seminggu minta tolong Mang Ujang buat belanja apa-apa yang udah habis ya Pak.'' Ifah sudah tidak tahan lagi untuk menahan air matanya, untuk kesekian kalinya Ifah menangis dalam dekapan Napaknya.


Begitu juga dengan Pak Rasyid, dihapusnya air yang sudah entah kapan mengalir dipipinya.


'' Sudah-sudah, Napak baik-baik saja. Kan Bapak memang sudah biasa sendiri, waktu kamu dan kakakmu kuliah juga Bapak biasa sendiri. Jadi Ifah ga usah kuwatirkan Napak ya. Di sana Ifah harus nurut sama suamimu, jaga nama baik keluarga, hormati dan layanilah suamimu sebagaimana mestinya.'' Tutur Pak Rasyid dengan penuh kelembutan.


Sementara Ifah mengawasi barang-barang yang sedang di masukkan Mang Ujang ke dalam mobil, Dirga berlahan mendekati mertuanya untuk pamit.


'' Pak, kami berangkat dulu. Kami akan sempatkan untuk mengunjungi Bapak ke sini.'' Ucap Dirga sambil mencium takzim tangan mertuanya.


'' Ya Nak Dirga, jangan dipaksakan kalo tidak bisa. Tolong jaga anak Bapak baik-baik ya, jangan biarkan dia terluka. Kalau ada masalah bicarakan bersama, Ifah anak yang penurut kalau dijelaskan baik-baik. Jika kesalahan Ifah tidak bisa Nak Dirga atasi, biacarakanlah sama Bapak. Jika suatu saat Nak Dirga ingin melepaskan Ifah, serahkan dia secara baik-baik seperti saat Nak Dirga memintanya kepada Bapak.'' Ucap Pak Rasyid penuh penekanan.


''Saya akan selalu menjaga Ifah dengan sepenuh jiwa dan raga saya Pak, saya berjanji pada Bapak.'' Jawab Dirga dan dibalas anggukan kepala oleh Pak Rasyid.

__ADS_1


Berlahan tapi pasti mobil yang ditumpangi oleh Dirga dan Ifah menjauh meninggalkan Pak Rasyid yang tak henti-hentinya mengahapus air mata melepas kepergian putri satu-satunya itu.


''jaga dirimu baik-baik nak, do'a **B**apak selalu menyertaimu.'' Batin Pak Rasyid penuh kesedihan.


Mobil yang ditumpangi Ifah dan Dirga akan menuju salah satu bandara yang ada di Kota Surabaya. Ya, mereka akan ke kota Jakarta melalui jalur udara yang akan memakan waktu kira-kira 2 jam lebih. Jarak dari rumah Ifah ke bandara kira-kira satu jam setengah kalau tidak macet dijalan. Ifah duduk di kursi belakang sendiri, karena Ifah yang meminta Dirga untuk duduk dikursi depan untuk menemani Mang Ujang yang tengah menyetir. Ifah takut nanti Mang Ujang ada kendala dijalan, karena ini kali pertama Mang Ujang menyetir sampai masuk bandara.


Tiba-tiba ponsel Dirga berbunyi dalam genggamannya, seketika Dirga melirik kebelakang melalui kaca spion tengah saat mengetahui siapa nama yang tertera pada layar ponselnya. Dilihatnya Ifah tengah tertidur dengan pulas. Kemudian dia menjawab panggilan itu dengan sedikit hati-hati agar Mang Ujang yang sedang menyetir tidak curiga. Kebetulan suara musik juga cukup kecang, jadi Dirga bisa agak santai dalam bicara.


''Ya ada apa?'' Ucap Dirga.


''*K*amu kapan balik sih sayang, aku kangen tau.." Jawab wanita di seberang sana.


"Kamu udah janji kan sayang kalo kamu ga akan ninggalin aku? awas aja kalo kamu bohong, aku bakalan mau bunuh diri lagi. dan ini ga main-main, aku bakalan tabrakan diri aku ke kereta api dan kamu akan menyesal seumur hidup udah jadi penyebab kematianku dan calon anakmu". Ancam wanita itu. Jika Ifah tahu, hal inilah yang menjadi penyebab perubahan Dirga terhadap Ifah mulai saat menjelang hari pernikahannya.


#Flasback On


''Jangan bodoh Dira, ini tidak akan menyelesaikan masalah. Ayolah turun Dira, aku janji aku ga akan ninggalin kamu.'' Bujuk Dirga pada seorang wanita yang akan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah gedung apartemen tepatnya tinggal yang berada di lantai 20.


Dia adalah Nadira Ayuningtias, wanita berumur 25 tahun dengan paras ayu tinggi sesuai dengan profesinya model papan atas. Kulit putih hidung mancung berwajah blesteran Jepang Indo, ditambah lagi rambutnya yang lurus hitam menambah aura kecantikannya. Nadira adalah pacar dari dirga sejak mereka SMA dulu, namun karena alasan yang tidak jelas Nadira meninggalkan dirga tepatnya dua tahun yang lalu. Saat itu dirga sangat terpukul karena Nadira adalah wanita yang sangat dicintainya (bukan cinta pertama Dirga ya, karena cinta pertamanya adalah Ifah teman masa kecilnya meski Dirga tak menyadari kalau Ifah sudah ada dari dulu sampai sekarang mengisi relung hati terdalamnya).

__ADS_1


Secara tiba-tiba Nadira hadir kembali dalam kehidupan Dirga dan parahnya Dia hadir disaat Dirga dan Ifah akan segera melangsungkan pernikahan. Entah masih ada sedikit rasa untuk nadira atau hanya untuk harga dirinya ditinggalkan nadira, yang pasti dirga masih belum bisa moveon dari Nadira. Namun hati Dirga juga tidak bisa meninggalkan Ifah, seperti ada tali yang kuat yang mengikat mereka.


''Iya iya..kita akan tetap bersama, aku ga akan ninggalin kamu aku janji aku akan bertanggung jawab sama kehamilan kamu sayang.'' Bujuk Dirga lagi.


''Baiklah, aku percaya sama kamu sayaang.'' Jawab Nadira dengan senyum bahagianya.


'' Gendooong.'' Ucap manja Nadira sambil merentangkan tangannya seperti anak kecil yang manja-manja sama ibunya. Dengan cepat Dirga menangkap tubuh Nadira dan menggendongnya, Nadira pun ikut bergelayut manja dalam gendongan Dirga.


''*A*khirnya kamu masuk perangkap aku Dirga bodoh, aku tau kalo kamu ga akan bisa lepas dari aku..haha Nadira kamu memang wanita henat.'' Batin Nadira dan terlihat senyum jahat diwajahnya.


#Flashback Off


Dirga yang mendengar ancaman Nadira sontak menjawab, ''Iya sayaang, aku janji.'' Jawab Dirga pelan, tapi masih bisa di dengar dengan jelas oleh wanita yang duduk dibelakangnya.


Deegg.. ''sayaang.'' Ucap Ifah dalam hati.


'' Udah dulu yah, aku lagi dijalan nih. nanti aku kabari lagi ok. '' Ucapa Dirga memutuskan sambungan telepon karena takut nanti Ifah curiga.


Namun diluar dugaan Dirga, Ifah malah mendengar dengan jelas mulai dari awal sampai panggilan itu berakhir. Ya, pada saat ponsel Dirga berbunyi Ifah dengan sengaja pura-pura tidur. Niatnya hanya untuk isengin Dirga, tapi malah menambah kecurigaannya terhadap Dirga yang sekarang berstatus suaminya itu.

__ADS_1


''Maaf Mas, bukannya aku ga percaya sama kamu, tapi sikapmu yang membuatku tidak bisa. Aku akan cari tau sendiri apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku. Siapa dia Mas?''. Batin Ifah,


__ADS_2