
Sekarang dirga sedang dalam perjalanan menuju apartementnya, terlihar dirga sesekali memukul-mukul stir mobilnya. dirga terlihat sangat kacau, sejak ifah pergi dari showroomnya ifah tidak pernah mengangkat panggilan darinya.
''arggh..sial-sial., kali ini ifah pasti lebih marah lagi tapi bagaimana kalo mama sampai tau, bisa bahaya nih..''. sesal dirga pada dirinya sendiri.
''memang wanita licik, pasti dia sudah liat di kaca ruanganku kalo ifah datang...''. terlihat raut wajah dirga yang sulit untuk diartikan.
Tidak butuh waktu lama bagi dirga untuk sampai di basment apartemennya, karena dirga melaju cukup kencang dengan melewati jalan-jalan tikus. pada saat keluar dari lift, mata dirga melihat seorang wanita paruh baya yang sangat dikenalnya sedang berdiri di depan pintu apartemennya. dirgapun mempercepat langkahnya.
''mama, sejak kapan mama di sini?''. tanya dirga sehingga mengagetkan mamanya.
''ya Allah, kamu tu ya sengaja mau bikin mama mati cepat ha..''. kaget buk mirna sambil memukul-mukul lengan dirga.
''aduh mah, sakit iya iya maaf. tapi kok mama ga masuk? ifah kan di dalam''. ucap dirga sambil membuka pintu.
''udah mama gedor-gedor malahan, tapi ga ada yang nyahut dari dalam''. jawab buk mirna sambil mengekori anaknya.
Dirga menyapu setiap sudut ruangan, namul nihil, sosok yang dicarinya tidak ada. kemudian dirga melihat barang belanjaa yang masih tersusun dalam kantong plastik.
''ya tuhan, mati aku. ifah belum kembali. gawat nih kalo nenek lampir tahu, bisa digantung kaki ke atas aku nih''. batin dirga berjalan menjauh dari dapur.
''oh ya ma, kayaknya ifah belum balik dari luar. katanya tadi ada barang belanjaan yang lupa dia beli''. tutur dirga agar mamanya tidak curiga.
''lah kok kamu biarin mantu mama keluar sendiri sih, kalo nyasar gimana? atau diculik gimana? aduuh..kamu tu ya memang ga pandai jagain mantu mama. kalo tau gini ga mama ijinin kemaren kalian pindah ke sini''. ujar buk mirna panjang lebar.
''cerewet''. gumam dirga
''apaa?? kamu pikir mama ga denger ha. kalo mama ga cerewet kamu ga bakal jadi orang!''. ucap buk mirna sambil memukul kepala dirga.
''aduuh.. apun maaf ma, habis mama ngomong ga pake rem''. jawab dirga pelan.
''kamu tu ya, kalo di ajarain ngejawab aj...''. tiba-tiba ponsel buk mirna berdering.
''ya halo jeng, tumben nelpon?''. ucap buk mirna menganngkat telponnya.
.............'''
''owh gitu, ya udah jeng sekarang aku kesana ya, jeng hubungi yang lain mana tau bisa gabung. ya udah saya tutup dulu telponnya ya..ok''. kata buk mirna mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
'' ga, kayaknya mama ga bisa nunggu ifah deh. mama balik dulu ya, jeng rita ada perlu penting sama mama. sampein salam maaf mama sam ifah ya, kapan-kapan mama main lagi ke sini''. tutur buk mirna sambil berjalan mengarah ke pintu luar.
''owh gitu , yah udah ma biar dirga jelasin ntar sama ifa ya. lagian kasian kan temen mama lagi butuh bantuan mama''. bujuk dirga yang lega akhirnya satu masalah terselesaikan.
''kamu tu ya, jelas banget mau ngusir mama''. jutek buk mirna.
''ng ngga lah, masa aku tega ngusir mama hehe''. jawab dirga. dan kemudian dirga membukakan pintu buat mamanya.. dan...
''ifah..''. lirih buk mirna.
#flashback on
Ditaman kota
Seorang wanita tengah duduk memandang sendu anak-anak yang sedang berlarian kesana kemari di sebuah taman kota. ya, dia adalah ifah, dia tidak langsung pulang ke apartemennya. ifah memilih menenangkan hati dan pikirannya disebuah taman yang dilihatnya ditengah jalan. dan ifah meminta sopir taxi untuk menurunkannya di sana.
Tiba-tiba ifah teringat bapaknya di kampung, sudah lama dia tidak saling bertukar kabar dengan bapaknya. walaupun hampir tiga kali seminggu mang ujang selalu mengabarkan dan mengirimkan foto-foto aktifitas bapaknya melalui chat di ponselnya.
''kakak, tolong bolanya''. kata seorang anak sehingga membuat ifah membuyarkan lamunannya.
''ah iya sayang, ini. hati-hati mainnya ya''. icap ifah lembut sambil membelai kepalaanak itu, dan dibalas anggukan kepala oleh anak itu.
Driing driiing driiing..
''Asalammu'alaikum ifah, bagaimana kabarmu nak? bapak senang kamu hubungi bapak''. tutur pak rasyid di seberang sana.
Sungguh tercubit hati ifah, karena sejak dia di boyong dirga ke kota J ifah tidak pernah menghubungi bapaknya.
''halo..haloo..ifah, kamu dengar bapak nak?''. pak rasyid kembali berkata.
''a a iya pak, ifah baik-baik saja. bapak gimana kabarnya? maaf ifah baru bisa hubungi bapak sekarang''. jawab ifah.
''syukurlah nak, bapk selalu mendo'akan kebahagian dan kelanggengan rumah tangga kalian. oh ya nak dirga mana? kerja?''. tanya pak rasyid balik.
''iya pak, mas dirga belum pulang kerja''. jawab ifah dengan bulir bening menetes tanpa ijin dari mta sayunya. buru-buru ifah hapus dan perbaiki lagi suaranya agar tidak terdengar sedang bersedih.
'' oh ya pak, udah dulu ya pak, ifah mau masak dulu. soalnya mama mertua ifah mau datang kesini''. tambah ifah lagi.
__ADS_1
'' ow ya ya, ya udah bapak tutup dulu telponnya ya. jaga diri baik-baik ya nak, nurut sama suami ya. ya sudah.. assalammu'alaikum''. ucap pak rasyid dari seberang telpon.
''wa'alaikumsalam''. jawan ifah.
Setelah sambungan telpon terputus, ifah beranjak akan meninggalkan taman. namun pada saat akan melangkah, ifah mendengar seseorang yang sedang bicara sambil tertawa duduk dikirsi dibalik pohon dan suara itu ifah hafal betul siapa pemiliknya. ifah semakin penasaran dan melangkah mendekat ke balik pohon itu.
''iya sayaang, aku percaya sama kamu. kamu memang dkesayanganku dari dulu sampai sekarang. yang jelas kamu harus cepat menyingkirkannya, aku ga mau menunggu lama lagi. makin hari perutku makin membuncit, apa kamu mau anak kita lahir tanpa bapak?''. tutur nadira kepada seseorang di seberang telepon.
''ya Allah, nadira hamil?? siapa ayah anaknya? apa mas..? ga ga mungkin. aku harus menyelidikinya, aku juga ga boleh percaya seratus persen sama mas dirga. sebaiknya aku cepat pulang sebelum ketauan rubah betina itu''. batin ifah dan langsung meninggalkan taman menuju apartemen dirga.
Sepanjang perjalanan pikiran ifah dipenuhi oleh teka- teki kehamilan nadira dan kecurigaanya terhadap dirga. Akhirnya taxi yang membawa ifah telah sampai di depan lobi apartemen tempatnya tinggal. kemudian saat ifah akan memasuki lift, ifah di lagetkan dengan panggilan seseorang.
''ifah..''. panggil seseorang dari arah belakang ifah.
''eh..kak yudha, baru pulang ya?'' tanya ifah sopan.
''ga kok, hari ini kakak masuk malam. tadi habis belanja sedikit. oh ya, kamu habis dari mana? kok lesu banget?''. jawab yudha penuh perhatian.
''oh ifah habis keliling-keliling aja kak, sekalian hafalin jalan hehe''. ucap ifah dengan senyum.
Akhirnya ifah dan yudha masuk lift, kebetulan sekali mereka satu lantai dan satu deretan. hanya beda tiga pintu saja, dan nomor pintu apartemen yudha melewati pintu apartemen ifah.
'' ah , dah sampai. kamu hati-hati ya. kakak lanjut dulu''. pamit yudha.
Namun belum sempat yudha melangkah, ifah sudah terkulai lemas, dan untung yudha langsung menahan tubuh ifah dalam pelukannya.
Tiba-tiba pintu apartemen ifah terbuka, dan..
''ifah...''. lirih buk mirna.
#flasback off
Kemudian terlihat kepala dirga menyembul keluar pintu, dan sungguh membuat jantungnya berdenyut melihat ifah dalam pelukan sesorang.
''apa kalian akan terus diam seperti ini? ifah pingsan, sebaiknya kita bawa ifah masuk''. ucap yudha langsung mengangkat tubuh ifah dan masuk ke dalam tanpa menghiraukan dua orang yang sedang mematung.
Tiba-tiba...
__ADS_1
''aaaaa...ifah sayang, mantu mama kamu kenapa nak?''. ucap buk mirna histeris dan mengikuti yudha masuk kedalam, sedangkan dirga mengekor dibelakangnya.