
#flashback on
''kakak..''. kata ifah sefikit kencang karena kaget.
''kakak kak yudha kan temennya windu?''. tambah ifah memastikan.
''hehe iya, udah lupa ya sama kakak?''. tanya yudha balik.
''agak sih kak, soalnya kan udah lama juga kita ga ketemu. kakak cepat banget wisudanya''. jawab ifah nyengir.
''haha..oh ya, ngomong-ngomong kamu sejak kapan merantau ke kota J?''. tanya yudha.
''udah sebulan lebih kak, ifah ikut suami ke sini''. jawab ifah.
''oh jadi kamu sama windu pindah kesini? mana windunya? udah lama ga ketemu sama si tukang bolos itu''. tutur yudha.
''ifah bukan nikah sama windu kak yudha. nama suami ifah mas dirga''. jawab ifah apa adanya.
''o o...maaf ya fah, kakak ga tau''. ucap yudha kikuk.
''kalo kakak gimana? udah lama merantau ke sini?''. tanya ifah mengalihkan.
''udah agak lama juga sih, ya sebulan setelah wisuda itu kakak langsung pindah ke kota J ini''. jawan yudha lagi.
''o o..mm kalo gitu ifah lanjut belanja dulu ya kak, takut ntar kesiangan''. jawab ifah dan melanjutkan belanjanya.
''oh ya ya, silahkan fah. maaf ya pake ajak kamu ngobrol lama''. balas yudha dengan senyum.
Akhirnya setelah 30 menit berlalu, ifah yang hanya belanja seperlunya sudah siap menenteng kantong belanjaannya. terlihat yudha yang menunggu di depan pintu super market.
''eh kakak udah siap juga ya''. tanya ifah ramah.
''iya, cuma beli cemilan sama air mineral aja. ifah udah siap? kayaknya belanjaan ya banyak, mau kakak bantu?, ifah tinggal diman?''. tanya yudha dengan banyak pertanyaan.
''ga usah kak, ini masih bisa ifah bawa. lagoan ifah tinggal tu disitu, digedung putih itu''. jawab ifah dengan kode mulut yang mengarah ke arah gedung apartemen dirga.
''oh, jadi disitu? berarti kita satu gedung dong fah. kakak juga tinggal disana''. jawab yudha, padahal yudha tadi bertemu ifah saat keluar lift.
__ADS_1
(memang modus nih kak yudyud wkwkw)
''oh ya, wah kebetulan banget kakak. akhirnya ada orang yang ifah kenal juga di kota ini''. ucap ifah polos.
Akhirnya ifah pulang diantar oleh yudha langsung ke depan pintu apartemen tempat ifah tinggal. karena ifah benar-benar tidak enak hati untuk menolak, apalagi mereka memang satu arah.
''makasih ya kak, maaf ya kak belum bisa ngajak mampir suami ifah lagi ga di rumah''. ucap ifah sopan.
''ah iya, ga pa-pa kok, tapi nanti kalo ketemu lagi traktir es krim ya hhehe''. jawab yudah tertawa.
''haha...ok ok, tenang aja. baik lah teman lama jadi teman baru, terima kasih udah bantuin ifah''. balas ifah dengan mengarahkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan yudha.
''a a...iya, terimakasih kembali teman baru''. kata dirga.
Ketika ifah akan menutup pintunya,tiba-tiba..
''a ifah, maaf..boleh minta nomor ponselnya? karena kita satu gedung, mana tau nanti kita bisa ketemu lagi''. tutur yudha agak sungkan.
''o iya ya, boleh kak. 08123.......''. jawab ifah.
Pada saat akan meletakkan barang belanjaan ke dapur, tiba-tiba langkah ifah terhenti karena matanya menangkap rantang bekal untuk makan siang suaminya masih tergeletak di atas meja makan.
''ya Allah mas, kok bisa lupa bawa bekal sih. ini gara-gara mesum pagi-pagi nih''. gumam ifah sambil geleng-geleng kepala.
''wah akunmesti buru-buru nih, udah jam sebelas lewat. ntar ga sempat dimakan mas dirga lagi''. ujar ifah bergegas melangkah sambil memesan taxi online dengan ponsel pintarnya dan tidak lupa menenteng rantang mini tempat bekal makan siang suaminya.
Ifah yang baru pertama kali datang ke showroom milik suaminya langsung tertegun melihat deretan mobil-mobil mulai dari yang biasa sampai mobil mewah, mulai dari yang bekas sampai belum buka kertas.
''wah ini showroom milik suamiku? banyak banget mobilnya?, dan gedungnya juga luas banget, waduh...ternyata aku istri milyader ternyata..hihihi''. ucap ifah sambil tertawa geli.
''maaf mba mau cari siapa?''. tanya resepsoinis.
''maaf mba saya mau ketemu mas dirga, ada?''. tanya ifah sopan
''oh pak dirga ada mba, tapi lagi ad...''. jawaban resepsionis itu terpotong.
''baiklah..maksih ya..lisa''. ucap ifah memotong kata lisa yang terlihat dari tanda pengenal yang menempel di baju bagian dada atasnya.
__ADS_1
''eh mba...aduh main nyelonong aja, mang tau apa ruangannya dimana..ah sudahlah..''. gumam lisa pelan.
''e e...tapi ruangan mas dirga yang mana ya? mungkin di lantai atas, kan bos hehe''. ucap ifah sambil ketawa sendiri.
''a..a kayaknya itu deh yang pintu kaca, tapi kayaknya mas dirga lagi ada tamu. tapi.. ah masuk aja deh..''. gumam ifah.
Tiba-tiba ketika pintu dibuka ifah, matanya menangkap sepasang manusia saling berpelukan dan bibir wanitanya menempel ke pipi sang pria persis seperi sedang mencium. sunggu sesak terasa dada ifah, matanya sudah panas melihat adegan di depan matanya, apalagi ifah mengenal jelas siapa dua orang itu. siapalagi kalau bukan dirga suaminya dengan nadira sanga mantan kekasih suaminya.
Treng.. teng teng teng..
Rantang yang ditangan ifah jatuh berserakan di lantai keramik ruang dirga.
''mas..apa yang kamu lakukan''. ucap ifah sambil menutup mulutnya dengan tangan. bulir bening langsung mengalir deras dipipinya. tapi sebelum dirga menjawab, ifah yang sudah tak tahan matanya melihat adegan panas dirga langsung berlari kencang meninggalkan ruangan dirga.
#flashback off
Dirga berlari keluar dari dalam ruanganya dengan wajah yang begitu cemas, banyak pikiran yang menari-nari saat ini dalam benaknya. yang jelas hal pertama yang harus dia lakukan adalah mengejar istrinya, jangan sampai ifah pergi dalam keadaan yang buruk seperti ini. dirga takut hal-hal buruk terjadi pada ifah, apalagi ini adalah kota baru bagi ifah.
Tepat saat ifah baru menutup pintu taxi yang di naikinya, dirga yang mengejarnya dan mengedor-ngedor pintu taxi.
''sayang buka pintunya, sayaang...sayaaang''. teriak dirga, namun ifah telah berlalu dengan taxi yang melaju menjauh dari tempatnya.
''maaf kan aku sayaang, maaf..''. guman dirga penuh penyesalan.
''pak, ada apa pak? bapak baik-baik saja?''. tanya lisa yang terpaksa mengikuti bosnya yang tengah mengejar wanita yang terakhir masuk.
''kenapa kamu tidak tahan istri saya tadi ha!''. bentak dirga kepada lisa.
''istri...???''. ucap lisa kebingungan.
''ya, wanita yang berlari barusan adalah istri saya, ifah. dan wanita yang di dalam adalah wanita iblis yang mulai saat ini tidak saya ijinkan masuk ke showroom ini. apalagi masuk ke ruangan saya, mengerti!!''. jelas dirga dengan suara naik dua oktaf.
''iii iya pak, saya mengerti''. jawab lisa takut.
''bagus, sekarang panggil sekuriti dan usir wanita iblis itu sekrang juga dan kamu bereskan bekal rantang yang dibawa istri saya tadi!''. ucap dirga berlalu menuju mobilnya terparkir untuk mengejar istrinya yang menurut dirga ifah akan langsung menuju ke apartemennya.
Lisa yang di bentak langsung lari kocar-kacir memanggil sekuriti untuk melaksanakan perintah dari bos besarnya.
__ADS_1