
Dirga Pratama Alamsyah, adalah salah satu usahawan muda yang cukup dikenal oleh para pengusaha. Selain pengusaha yang handal di bidangnya, Dirga yang masih berusia 24 tahun juga berparas tampan ala-ala opa korea. Kulitnya yang putih mulus, tinggi sekitar 175 cm, hidungnya yang mancung dengan dua mata yang agak sipit menambah gila semua mata wanita yang memandangnya. Dirga bergelut dalam bidang usaha perbengkelan dan showroom mobil di kota tempatnya tinggal yaitu Kota Jakarta. Dia dipercaya oleh Papanya, Bapak Rudi Alamsyah untuk memegang usaha keluarganya tersebut. Tak banyak yang tau tentang kehidupan pribadinya, terutama masalah asmara karena Dirga bukan tipikal pria ''pembawa wanita''.
Sejak kedatangannya kerumah Ifah waktu itu, Dirga semakin mendekatkan diri kepada Ifah dan Bapaknya. Bapak Ifah sepertinya secara tidak langsung memberi restu untuk hubungan Ifah dan Dirga untuk lebih serius lagi. Bukan hanya Bapak Ifah mengenal baik orang tuanya namun ditambah lagi Ifah yang tidak menutup diri saat Dirga mendektatinya. Demi untuk mengambil hati Ofah, Dirga rela bolak-balik Jakarta Surabaya hanya untuk bertemu Ifah. Walau hanya kadang untuk sekedar makan bakso langganan Ifah, atau untuk mengantar jemput Ifah mengajar yang jarak dari rumahnya tidak seberapa. Begitu kuatnya pesona Ifah bagi seorang Dirga, sehingga semua wanita di kota tidak terlihat lagi dimatanya. Hampir dua minggu sekali bahkan tiga kali dalam sebulan dirga akan menyambangi rumah Ifah, semua Dirga lakukan hanya untuk Ifahnya seorang. Itu berlangsung hampir 3 bulan belakangan ini.
Disini lah Dirga sekarang, duduk santai diteras rumah Ifah selepas menjemput Ifah mengajar. Seperti biasa Dirga akan suguhi Ifah dengan segelas susu jahe ditambah senyum manis Ifah yang menawan.
''.Ifah, aku boleh ngomong sesuatu ga?'' Dirga membuka percakapan.
''Boleh, memangnya mau ngomong apa sih..perasaan tadi dimotor kamu nyerocos terus deh Mas kayak radio rusak.'' Jawab Ifah ketawa.
'' Haha..jadi kamu ga suka ya kalo Mas ngomong terus?.. ya udah ga jadi ngomong.'' Cemberut Dirga.
'' Uuluu..ulu..anak ciapa sih, ngambekan banget, aku kasih kecoak mau ga...ah nii ni aku tarok dipunggung kamu ya..'' Secepat kilat Dirga berdiri sambil mengibas-ngibaskan kerah bajunya.
''Aaa..aagh..jangan dong Fah jangan.. ammpun..ihh ihs geli tau.'' Ifah yang melihat ekspresi Dirga sontak tertawa sambil memegangi perutnya, dia tahu betul kalau Dirga paling takut sama kecoa.
''Iih ga ada kok, cuma becanda doang akunya.'' Mendengar itu tanpa aba-aba Dirga menangkap tubuh Ifah dari belakang walaupun Ifah meronta-ronta minta ampun.
'' Kita nikah yuk!'' Bisik Dirga ditelinga Ifah. Seketika itu juga Dirga membalikan badan Ifah menjadi berhadapan dengannya. Untuk sesaat Ifah menatap manik mata Dirga mencari celah bercanda di dalamnya, namun keserisuan yang dilihatnya.
'' Latifah Rasyidin, maukah kamu menikah dengan ku?'' Dirga kembali berkata dengan menggenggam tangan Ifah dan menatap mata indah Ifah.
Dirga meraih tangan Ifah dan membawanya kedada.'' Aku serius Fah, aku harap hubungan kita akan terus berlanjut. aku ga tau apakah ini cinta, tapi aku ingin kamu selalu berada di sampingku. Aku ga kuat bila harus meninggalkan kamu walau hanya untuk sesaat apalagi dalam hubungan tanpa status. Jujur aku takut kamu diambil orang.''
Untuk beberapa saat Ifah terdiam sambil menundukkan pandangannya. Jujur saat ini Ifah pun telah merasa nyaman dengan Dirga. Segala bentuk perhatian Dirga padanya telah mampu mengobati luka hatinya walaupun belum sepenuhnya. Dengan perlahan Ifah menganggukan kepalanya, dan seketika itu juga Dirga membawa Ifah dalam pelukannya sambil menciumi kepala wanita pujaan hatinya yang telah menerima pinangannya itu.
'' Maksih sayang...maksih, aku bahagia banget
''. Ucap Dirga pelan.
Akhirnya status jomblo Ifah terkoyakan, status Ifah resmi menjadi calon istri Dirga. Selama mereka dekat, Ifah tak pernah menanyakan detail perkejaan Dirga. Uang jelas Ifah tahu kalo Dirga bukan pengangguran hehe... sejak lamaran memdadaknya Dirga semakin memperlihatkan perhatiannya kepada Ifah, begitu juga Ifah sebaliknya. Hampir disetiap sesi telponan atau video call Ifah dan Dirga saling memperlihatkan kemesraannya.
__ADS_1
Seperti sekarang ini mereka sedang melakukan video call'an. ''Sayang, makin hari kamu makin cantik ajah sih.. bikin aku malarindu tau.'' Goda Dirga. '' Makin cinta deh, ga kuat yank LDR'an terus.'' Manyun manja Dirga.
''Apa an sih mas, baru juga semalam kita makan bakso Kang Pur masak pengen ketemu lagi, lebay deh.'' Jawab Ifah.
'' Nikah besok yuk!'' Ucap Dirga yang tidak tahan melihat wajah gemes nan menawan kekasihnya itu. mendengar itu, ifah langsung diam dan menatap tajam dirga.
'' Mas serius, Mas udah ga tahan yang pengen bejek-bejek kamu. Habisnya setiap deket kamu bawaannya pengen...pengeeen?''
'' Hayoo pengen apa!'' Potong Ifah.
''Pengen ehem ehem gitu. Tau lah yank udah gede juga harus Mas jelasin.''
Bluss....Seketika wajah putih Ifah memerah seperti kepiting rebus sambil senyum-senyum.
'' Apaan sih Mas, malu tau.'' Ucap Ifah.
'' Idiiih..yayang Mas malu-malu, hehe...makin gemes deh.'' Dengan spontan Ifah langsung menutup wajahnya denga satu tangan karena tangan satu lagi sedang memegang ponselnya.
Mendengar ucapan Dirga barusan, Ifah langsung menatap Dirga.'' Kalo Mas serius kenapa ga minta langsung aja ke Bapak.'' Sontak jawaban ifah barusan membuat hati Dirga melambung tinggi. Tanpa aba-aba,''Baiklah, minggu depan Mas dan keluarga Mas akan datang kerumahmu untuk meminangmu pada Bapak, kamu tunggu Mas ya sayang''. Ucap Dirga dengan serius dan Ifah kemudian tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Setelah semalam melakukan video call dengan Dirga, rencana pagi ini Ifah akan menyampaikan masud kedatangan keluarga Dirga minggu depan ke rumahnya.
''Pak, Ifah mau ngomong sesuatu sama Bapak.'' Ifah memulai obrolan di meja makan saat mereka sedang sarapan pagi.
'' Memangnya Ifah mau ngomong apa sama Bapak? Apa motor kamu mogok lagi?'' Jawab Pak Rasyid sambil menyendokan nasi goreng kemulutnya, karena memang itu kendala Ifah setialmau berangkat ngajar.
''Nggaa Pak, Ifah mau ngomong tentang Mas Dirga. Bapaknya menganggukan kepala pertanda mengerti.
'' Mas Dirga minggu besok mau datang kerumah sama keluarganya, mau ngelamar Ifah''. Ucap Ifah, sontak Pak Rasyid berhenti mengunyah sesaat sambil menatap wajah anak gadis yang sangat disayanginya.
'' Ya ga apa-apa, sampaikan sama Nak Dirga Bapak tunggu kedatanganya dan keluarganya dengan senang hati.'' Kata Pak Rasyid menanggapi. Karena makanannya sudah habis, Pak Rasyid langsung berdiri namun sebelum melangkah dia berhenti sebentar.
__ADS_1
'' Jangan lupa kabari Kakakmu di Jepang, walau bagaimanapun dia tetap harus tau semua yang terjadi di sini.'' Jelas Pak Rasyid.
'' Iya Pak, nanti Ifah bakalan kabari kak Ridwan.'' Jawab Ifah.
Seperti yang dikatakan Bapaknya, malam ini Ifah menghubungi Kakaknya Ridwan, dia ingin berbagi sedikit cerita dengan Kakaknya walaupun hanya sekedar meminta pendapat.
''Halo Kak Ridwan, Assalammu'alaikum.'' Icap Ifah saat sambungan teleponnya telah tersambung.
'' Wa'alaikumsalam Adek Kakak yang cantik, apa kabar nih tumben telepon kakak lagi? Padahal baru kemaren kita telponan.'' Jawab Ridwan dengan memberikan senym menggodanya.
'' Ish lah kakak ni, bukannya senang malah ngejek.'' Sewot Ifah.
'' Iya iya maaf, gitu aja ngambek. Ini pasti penting, jadi ada apa Dek?'' Ujar Dirga.
'' Gini kak, Ifah mau ngabari kalo Ifah Sabtu depan mau dilamar sama pacar Ifah, namanya Dirga.'' Jelas Ifah.
'' Lah bukannya pacar kamu itu namanya..mmm..itu siapa sih namanya Dekp'' Potong Ridwan.
Langsung dijawab Ifah, '' Ifah udah putus sama Windu Kak.''
'' Jadi..?'' Ridwan mulai bingung.
Kemudian Ifah menceritakan semua kisahnya tentang putus sama Windu dan kisah singkatnya dengan Dirga.
''Baiklah Dek, Kakak ikut aja apa keputusanmu. Bagi Kakak kebahagian Kamu adalah segalanya. Kakak dukung Kamu semoga Kamu bahagia selamanya bersama pilihan kamu
'' Jelas Ridwan.
'' Amin.. Iya Kak, makasih ya Kak selalu suport Ifah. Ya udah nanti Ifah kabari lagi ya Kak, udah dulu Ifah tutup telponnya. Assalammu'alaikuk Kak''.
''Wa'alaikumsalam Dek''. Tutup Ridwan.
__ADS_1
Setelah selesai bertukar kabar dengan Kakaknya, Ifah kemudian melakukan aktifitas rutinnya yaitu membalas chat dari calon suaminya yang sangat posesif. Jika tidak di balas maka akan semakin banyak chat yang akan memenuhi laman ponselnya.