Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
24 Dirga Selingkuh Lagi


__ADS_3

''Mulai sekarang jangan pernah tunjukkan lagi muka iblismu di depanku, apalagi mengganggu istriku. Kalau tidak, hidupmu akan ku hancurkan. sana pergi..!!''. Usir Dirga.


''cih..hidupmu yang akan ku hancurkan, tunggu pembalasanku Dirga''. Batin Nadira yang sudah dipenuhi amarah dan dendam. Dengan wajah penuh kebencian dan dendam Nadira pergi meninggalkan trio sahabat itu.


*****


Tiga bulan telah berlalu, sejak terbongkarnya kebohongan Nadira di rumah sakit tempat Ifah dirawat dulu. sejak saat itulah Nadira sudah tidak pernah lagi menghubungi Dirga apalagi menemui Dirga.


Saat ini Nadira tengah berada di sebuah rumah kontrakan sederhana, dia harus berhemat karena dia sudah tidak punya penghasilan dan uang tabungan yang sudah menipis. Dia harus berjuang seorang diri ditengah kehamilan yang tidak dia inginkan. Kebenciannya terhadap Alex semakin besar, karena semua yang dialaminya adalah akibat Alex yang menjebaknya.


''Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah kulepaskan lex, gara-gara kamu karirku hancur dan hidupku juga hancur..hiks..hiks..''. Nadira mulai menangis sambil mengacak-ngacak rambutnya meratapi nasib yang menimpanya. Wajahnya terlihat sudah tidak terawat dan badannya terlihat agak kurus dari sebelumnya.


''Ini gara-gara kamu, kenapa kamu hadir di sini hah..kenapa kamu ada di sini.. aku benci sama kamu aku benciiii..''. Nadira mulai histeris sambil memukul-mukul perutnya yang sudah mulai membuncit.


Rumah kontrakan Nadira sudah hancur berantak, barang-barang berserakan, piring pecah dan makanan juga bertaburan di atas meja.


''Hiks..hiks..hiks..akan kubalas kalian semua, akan kuhancurkan semua yang telah menghancurkan kuuu...a aaaaaaaaaghh....''. Nadira kembali berteriak histeris.


*****


Jauh berbeda dengan kehidupan Nadira, sekarang Ifah tengah menjalani kehamilannya dengan penuh ketenangan. Sejak pertemuannya di RS dengan Nadira, Ifah memutuskan pisah kamar dengan Dirga. Ifah memilih kamar nomor dua karena mengingat semua barang-barang Dirga berada di kamar utama. Jika dia yang menempati kamar utama, maka akan banyak alasan Dirga untuk masuk ke kamar itu. Karena jika barang-barang Dirga di pindahkan, menurut Ifah akan sangat merepotkan dan juga kondisinya yang baru ke luar dari RS.


Untuk urusan dapur dan bersih rumah, Dirga tidak membiarkan Ifah melakukannya. Namun apa yang dikatakan Dirga tidak pernah dihiraukannya. Dirga yang tahu diri hanya bisa mengurut dada akan sifat Ifah yang tak acuh kepadanya. Terkadang Dirga akan lebih dahulu mengerjakan pekerjaan rumah agar Ifah tidak perlu melakukannya lagi.


''Sayang, sayaang..sarapannya udah mas siapkan, jangan telat dimakan ya sayang. Mas pergi dulu, Assalammu'alaikum''. Ucap Dirga di depan pintu kamar Ifah yang masih tertutup rapat. Kemudian Dirga berangkat kerja seperti biasa, tanpa kecupan sayang dan tanpa pelukan kasih dari istrinya. Begitulah kehidupan baru Dirga saat ini. Namun Dirga tidak pernah lelah dan akan terus bertekat untuk meraih kembali cinta Ifah.


Setelah terdengar pintu di tutup dari luar, Ifah yang memang sejak tadi sudah bangun langsun keluar kamarnya menuju meja makan. Entah mengapa perutnya selalu terasa lapar dan bahkan dia juga mulai menyukai masakan Dirga. Kadang kalau Dirga tidak sempat memasak sarapan untuknya, maka ada rasa sedih dan kecewa dalam hatinya.


''Wah..mmmm..enak banget masakan papa sayang,kamu suka kan nak??''. ujur Ifah dengan mengunyah nasi goreng buatan Dirga sambil menggoyang-goyangkan bahunya. Terlihat Ifah sangat suka dengan nasi gorengnya. Tidak butuh waktu lama satu piring penuh nasi goreng ludes tak bersisa. ''mmmm enak bangeet..uaakkh''. Ifah sendawa kekenyangan. ''Alhamdulillah''.ucap Ifah.


Sejak ketahuan niat jahat Nadira kepada keluarganya, Dirga mulai memasang cctv di dalam dan di luar apartementnya kecuali di dalam kamar. Jadi apapun yang di lakukan Ifah saat Dirga sedang pergi, akan terlihat dalam rekaman cctv yang sudah tersambung ke ponsel dan laptopnya.


Setelah sampai di showroomnya, seperti biasa dia langsung melihat rekaman cctv yang ada di ponselnya.


''Kamu lucu banget sih sayang, bikin mas makin rindu pengen peluk-peluk kamu, pengen cium-cium, pengeeen...aah, sabar..sabaaar Dirga, sebentar lagi jatah mu yang menumpuk bakalan dapat''. Ucap Dirga yang otaknya udah traveling kemana-mana, dan dibawah ular naganya sudah menggeliat karena kesempitan. Maklum sudah lama Dirga tidak bercocok tanam di ladang gembur Ifah.


Ketika Dirga tengah asyik dengan fantasinya, terdengar suara ketukan pintu kaca ruangan Dirga.


Tok tok tok...


''Masuk''. ucap Dirga sambil menetralisir rasa panas yang sempat muncul.


''Halo beb..''. kata seorang wanita yang muncul dari balik pintu. Terlihat seorang wanita lansing tinggi putih bak model kelas atas, dengan gaun selutut tanpa lengan berwarna pink soft yang bagian dadanya cukup mengekspos dua gundukan kembarnya yang bergetar seiring hentakan sepatu hellsnya.


''Oh ya tuhan, Elsa..kamu kok??..kapan balik dari negara A?..''. kaget Dirga melihat kedatngan sahabat masa kecilnya yang sudah terpisah sepuluh tahun lebih.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Elsa langsung melompat ke dalam pelukan Dirga dan Dirga spontan merentangkan tanganya untuk membalas pelukan Elsa.


''Kenapa..kaget? hehe..aku tu sengaja kasih kejutan buat kamu, kangen tau ga..''. ucap Elsa dengan rengek manjanya.


''Kamu ya, masih ga berubah. Tapi makin cantik..''. Goda Dirga seperti dulu yang biasa dia lakukan pada Elsa sahabat dekatnya itu. Namun kali ini sikap Dirga membuat Elsa salah tingkah yang tanpa Dirga sadari pipi Elsa sudah merona.


''Kenapa sikapmu masih manis Dirga, bahkan lebih manis malahan. Membuat jantungku makin bergetar saat bersamamu''. Batin Elsa.


''Oh ya, karena aku udah balik, gimana kalo kita rayakan dengan makan siang di tempat biasa kita makan dulu. Aku kangen saat-saat kita bersama dulu. Tapi kamu yang traktir ya''. ujar Elsa dengan manjanya. Ya, begitulah sikap Elsa kepada Dirga dan Dirga juga sudah terbiasa dengan sikap manja Elsa.


''Baiklah tuan putri, siap laksanakan''. ucap Dirga dengan menirukan gerak tangan seorang prajurit. Dan Elsa nampak begitu senang dengan sikal Dirga yang masih sama terhadapnya.


''Tapi berhubung makan siang masih lama, aku selesaikan dulu beberapa berkas setelah itu kita langsung pergi..ga pa-pa kan?''. jelas Dirga.


''Ok siap kapten''. jawab Elsa dengan senyum manisnya.


*****


Sejak Ifah keluar daru rumah sakit, dia tidak pernah keluar apartemen bahkan melewati pintu depan saja tidak pernah. Saat ini Ifah merasa sangat bosan, dia sangat ingi pergi jalan-jalan keluar untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya.


''Aku bosan, males banget rasanya mager terus. tapi kemana ya??''. Ifah mulai bingung.


''Ah, keluar aja dulu. Mana tau kalo udah di luar jadi ada ide pengen kemananya''. Gumam Ifah sambil berjala ke dalam kamarnya.


''Oke, sempurna. Kamu siap sayang? kita akan jalan-jalan, jangan nakal di dalam ya sayang bunda''. ucap Ifah sambil mengusap-usap perutnya yang sudah terlihat agak membuncit. Saat ini kadungan Ifah akan memasuki bulan ke empat. Setiap awal bulan dia akan memeriksakan kandungannya dan Dirga yang siap siaga menemaninya meski sikap Ifah yang masih tidak acuh pada Driga.


''kenapa tiba-tiba aku kangen sama kamu mas?.. Rasanya pasti menyenangkan kalo kita pergi jalan-jalannya sama-sama kan sayang''. ucap Ifah seolah sedang berbicar dengan anak dalam perutnya. Ya sebernarnya Ifah juga tidak tahan untuk bisa kembali berbaikan dengan suaminya. Rasa ingin dibelai dan di manja Dirga sangat dia rindukan, entahlah sejak hamil Ifah sering menangis sendiri karena kadang ingin tidur dalam pelukkan suaminya. Sebenarnya sejak sebulan yang lalu Ifah telah bertekat ingin memberi kesempatan lagi kepada Dirga, dan rencananya malam ini dia akan mengajak Dirga untuk bicara serius.


Sekarang Ifah tengah berada di jalan depan gedung apartemennya, terlihat Ifah tengah menunggu taxi yang bisa membawanya pergi. Namun tiba-tiba berhenti sebuah mobil sedan hitam tepat di depan Ifah.


''Hai Ifah, lagi nunggu siapa?''. kata seorang pria setelah menurunkan kaca mobilnya.


''Hai..kak yudha, kok bisa disini?''. ucap Ifah polos.


''Haha..ya bisa lah Ifah, kan kita satu gedung''. jawab Yudha. ''Ayo biar kakak antar''. ajak Yudha.


''Ah ga usah kak, bentar lagi juga ada taxi lewat''. Tolak Ifah.


''Kalo ga lewat-lewat taxinya giman? ga baik loh buat ibu hamil panas-panasan, kasian dedek bayi nya''. Bujuk Yudha asal.


Ifah terlihat berpikir, dia bingung ikut apa tidak. Ifah agak sungkan karena mereka hanya sebatas junior dan senoir waktu di kampus dulu.


''Udah ah..kelamaan mikir, matahari makin terik. Buruan masuk''. kata Yudha sambil membuka pintu mobil dari kursi kemudi.


''ya deh, makasih ya kak tumpangannya hehe...''. ucap Ifah cengengesan.

__ADS_1


Akhirnya Ifah dan Yudha melaju menyusuri jalanan kota yang tidak terlalu ramai karena belum waktu makan siang.


Kriukk..kriuuk..cacing dalam perut Ifah mulai berdemo, sangking kencangnya konsentrasi Yudha menyetir jadi terganggu.


''Kayaknya ada yang lagi laper nih, kenapa bumil sarapannya ga cukup ya''. ucap Yudha sambil melirik ke arah Ifah.


''Hehehe..tau aja kakak''. jawab Ifah dengan muka malunya.


''emangnya Ifah mau kemana?''. tanya Yudha.


''Ga tau juga sih kak, cuma pengen jalan-jalan aja. Bosen mager terus di rumah''. Jawab Ifah.


''owh.. gini aja, sekrang kita cari tempat makan dulu. Habis dedek bayinya kenyang biar kakak anterin kemana Ifah mau jalan-jalan. Gimana?''. ujar Yudha.


''mmm gitu ya kak, ya udahm.. tapi bener nih ga merepotkan kak Yudha?''. ucap Ifah yang merasa Yudha terbebani karenanya.


''Ya ga lah, lagian kakak juga lagi off kerja. Lagi bosen juga baring seharian di kamar''. ungkap Yudha.


''Ok deh..''. balas Ifah antusias.


Setelah menempuh waktu lebih kurang satu jam karena setiap tempat yang di tawarkan Yudha selalu di tolak Ifah, akhirnya sekarang mereka berhenti di sebuah restoran seafood yang cukup terkenal di kota ini.


''Betul nih kita makan siang di sini''. Yudha hanya mastikan agar Ifah benar-benar suka, bukan karena tidak enak hati dengannya.


''Iya kak Yudha, Ifah memang lagi kepengen makan seafood. Ayok ah..lapeeeer''. jawab Ifah sambil melepas seatbeltnya dan turun dari mobil.


Karena sedang jam makan siang, jadi restorannya lumayan ramai. Namun memang rejeki bumil, pas saat masuk terdapat satu meja kosong yang sedang di bersihkan oleh pelayannya. Sambil menunggu pesanan, entah mengapa mata Ifah langsung menangkap sosok pria tengah suap-suapan dengan seorang wanita yang sangat cantik dan seksi sekali.


''Tega kamu mas, aku pikir kamu akan berubah. tapi apa ini, kamu malah bermesraan dengan wanita lain. Kamu hancurkan hatiku untuk yang kesekian kali mas, maafkan aku jika harus meninggalkanmu''. Batin Ifah dengan dadanya yang sudah sesak.


Terlihat sang wanita menyuapkan sang pria dengan begitu mesranya, dan sesekali mengelap sisa saus yang meleber di sudut bibir sang pria. Sungguh pemandangan yang menyesakkan untuk Ifah. Mata Ifah mulai memanas, bulir bening sudah menetes dengan derasnya. Yudha yang bingung langsung mengikuti arah mata Ifah.


''Brengs*k, dasar baj*ngan kamu Dirga. berapa banyak wanita simpananmu hah...kamu memang tidak pantas buat Ifah''. batin Yudha dengan penuh kebencian menatap dua sejoli itu.


''Ifah, apa sebaiknya kita cari tempat makan lain?''. Yudha mulai kuwatir melihat Ifah yang begitu syok melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.


''Tidak kak, ini adalah tempat yang tepat''. Ifah menjawab tanpa melepaskan tatapannya dari tempat duduk Dirga.


Entah kontak batin atau apa, tiba-tiba Dirga juga menatap ke arah Ifah.


Duaarr...


Dirga mulai panik..


''Ya tuhan, i iifah..ya tuhan ya tuhan jangan sampai Ifah salah paham. Ya tuhan tolong jangan salah paham sayang''. Batin Dirga penuh kecemasan.

__ADS_1


__ADS_2