Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
09 Rencana Pindah Ke Apartemen Dirga


__ADS_3

Pagi ini buk mirna dan pak rudi sudah duduk manis di ruang makan sambil menunggu anak mantunya ikut bergabung. Buk mirna sudah menyiapkan sarapan nasi goreng ayam suwir dengan toping sosis nagettelor ceplok. ya walaupun ada dua orang ART yang membantunya memamasak, namun itulah buk mirna, kalau untuk kebutuhan keluarganya dia akan turun tangan langsung jikalau bisa.


''Ayo sayang kita turun sarapan, mama sama papa kayaknya udah nunggu dari deh''.''ajak dirga yang melihat ifah sudah selesai menyisir rambutnya.


''iya mas, mas duluan gih kasian mama sama papa kelamaan nunggu. ifah mau ikat rambut bentar aja''. sahut ifah.


''ya udah mas turun duluan ya, jangan lama-lama loh''. ucap dirga sambil membelai rambut ifah. dengan anggukan kepala ifah menjawab.


Dengan wajah sendu ifah menatap punggung suaminya sampai dirga menutup pintu kamar itu. Ifah teringat ajakan dirga tiba-tiba untuk pindah ke apartemennya minggu depan.


#flashback on


Tiba-tiba ifah merasakan sebuah tangan kekar memeluknya hangat dari belakang, berlahan dibukanya matanya dan tak perlu menunggu lama bagi ifah untuk tahu kalau itu tangan suaminya. Tapi betapa kaget ifah mencium aroma yang berbeda dari baju dirga, yang jelas bukan arom maskulin suaminy yang belakangan ini telah menjadi candu untuk. ''deegg..bau farfum siapa ini? sepertinya bau farfum wanita''. batin ifah.


" mas baru pulang ya''. dilihatnya penunjuk waktu yang berada didinding. ''kok jam segini baru lulang mas?''. tanya ifah akan membalikan badan.


''biarkan gini dulu sayang, mas kangen sama kamu''. terdengar jelas dari suaranya kalau dirga sangat lelah dan mengantuk. Akhirnya ifah diam dan membiarkan suaminya memeluknya, tak sabar lagi ifah menunggu pagi untuk bertanya lebih lanjut.


Terdengar suara azan berkumandang, berlahan ifah melepas pelukan suaminya yang memeluknya miring dengan posisi tubuh ifah terlentang. Segera ifah memuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan langsung shalat tanpa membangunkan suaminya terlebih dahulu. dia tahu suaminya baru tidur jam 3 dini hari, jadi biarlah tunggu setengah jam lagi pikir ifah.


Saat ifah selesai salam yang kedua, betapa kaget ifah melihat dirga telah bangun dengan posisi duduk bersandar pada kepala tempat tidur.


''mas udah bangun ya? maaf rencana ifah baru bangunin sebentar lagi''. terlihat dirga tidak menjawab. ''mas.. mas..mas!!''. panggil ifah lagi.


''ng ah..ya apa fah?''. tanya dirga balik.


''mas kenapa subuh-subuh udh melamun sih?, ada yang mas pikirkan ya''. tanya ifah balik

__ADS_1


Untuk sesaat dirga diam, dan terlihat dirga memundukan kepalanya. setelah ifah melipat mikenanya, ifah mendekat dan duduk dipinggir tempat tidur dengan menghadap ke arah dirga.


'' ada apa mas? apa yang mas pikirkan?, berbagilah sama ifah. sekarang kita sudah menilah, apa yang menjadi beban mas sekrang juga menjadi beban ifah''. tutur lembut ifah.


kemudian dirga menatap mata ifah, ''mas lagi ada masalah di bengkel dan showroom fah, mas ga mau papa tahu dulu. takutny papa drop kepikiran. jadi mas mau kita pindah akhir minggu ini ke apartemen mas agar mas bisa mengatasi masalah ini sendiri dulu, nanti kalo udah kelar baruas jelasin ke papa. dan yang makin sulitnya lagi mama dan papa ga bakalan mau ijinin kita pindah secepat ini. apalagi mama kelihatannya ga mau jauh-jauh dari kamu''. jelas dirga panjang lebar.


Kemudian ifah tersenyum, digenggamnya tangan dirga. ''kalo gitu biar ifah aja yang ngomong nanti ke papa dan mama yah, mas ga perlu kuwatir''. ucap lembut ifah.


''baiklah, makasih ya sayang''. balas dirga sambil memeluk ifah.


'' ya udah sekarang buruan mandi gih, ntar subuhnya keburu habis.''tutur ifah dibalas anggukan kepala dirga.


''apa ini semua ada hubungannya dengan perginya mas tadi malam?, aku tunggu permainanmu selanjutnya mas''. batin ifah


#flashback off


''aduh sayaang, kenapa lama sih? apa semalam dirga kelamaan bercocok tanam ya, sampai mantu cantik mama kesiangan''. tutur buk mirna yang sontak membuat kaget dirga dan ifah yang kebetulan baru mendudukan ****** dikursi meja makan. Ifah hanya bisa menunduk sambil menggeser rambut sampingnya ketelinga.


''mama apa-apaan sih, lihat itu istri aku jadi kayak kepiting rebus''. balas dirga.


''lah kok mama yang disalahin sih, jelas-jelas kamu yang nyiksa ifah semalaman kan? kok malah mama yang kamu salahin sih!''. jutek mama dirga.


''udah-udah buruan sarapan, papa udah laper nih''. timpal pak rudi menengahi. karena kalau ibu dan anak ini sudah adu mulut, sampai lebaran depan juga tidak akan selesai.


''oh ya sayang, ini mama udah masakin nasi goreng spesial buat mantu sayang mama. nih ifah habisin yang banyak yah''. ucap buk mirna sambil meletakkan sepiring nasi goreng komplit dengan ayam suwir sosis dan telor ceplok.


''iya mah makasih, wah ini pasti enak banget. dari aromanya aja sangat menggiurkan''. jelas ifah sambil tersenyu.

__ADS_1


Melihat isi piring di depan suaminya belum ada, ifah langsung mengisinya dengan nasih goreng beserta toping-toping yang ada. ''ini mas, cukup?''. tanya ifah.


''udah-udah sayang, kebanyakan sarapan ntar ngantuk''. jawab dirga lembut.


''oh ya pa ma, akhir minggu ini rencana aku sama ifah mau pindah tinggal di apartemen dan dirga juga udah omongin sama ifah''. mulai dirga membuka pembicaraan. melihat suaminya sudah mulai bicara, ifah pun ikut menimpali. ''iya ma pa, ga apa-apa kan? kami mau lebih mendekatkan diri aja mah, ifah janji bakalan sering-sering mai. ke sini, atau mama juga boleh kok sering-sering main ke apartemen''. ulas ifah dengan penuh hati-hati.


''apa ga terlalu cepat dirga, mama kan baru juga bersama mantu kesayangan mama''. pinta buk mirna.


''dirga ngerti ma, tapi kalo disini kapan kami bisa mesra-mesra. mama gangguin terus''. ceplos dirga.


Sontak mama dirga memukul lengan dirga'' auw..sakit tau ma''.


''jadi kamu sebut mama jadi pengganggu ya ha'?''. marah buk mirna.


''bukan gitu ma, kalo tinggal bersua itu ada sensasi lain gitu mah, lagian mama mau cepat punya cucu ga?''. bujuk dirga.


''sudah-sudah, cuma pindah ke apartemen aja kok ma, masih satu kota, kan masih bisa ketemu''. ucap pak rudi menengahi.


''ya sudah lah kalo gitu, tapi awas ya kalo kamu sakitin ifah. mama orang pertama yang akan menghajar kamu, ngerti!'' ancam buk mirna.


''apaan sih ma, mana mungkin dirga sakitin ifah. dia kan istri aku mah''. jelas dirga.


''awss aja pokoknya''. tekan buk mirna.


''iya iya..''. jawab dirga.


Ifah dan pak rudi hanya geleng-geleng kepala melihat interaksi antara ibu dan anak tersebut.

__ADS_1


__ADS_2