Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
03 Rencana Nining


__ADS_3

''Udahlah Ning, ga apa-apa kok..,cuma luka lecet dikit doang ntar juga sembuh.'' Jawab Ifah saat Nining bertanya tentang luka yang dialami Ifah saat terjatuh tadi malam.


''Giman ga cemas aku fah, gara-gara aku ngajak kamu kepasar malam makanya kamu jadi celaka. aku benar-benar bersalah kali sama kamu fah, aku minta maaf yah..''' Jawab Nining dari seberang telepon.


Di sebelahnya telah menempel satu kuping lagi, siapa lagi kalau bukan Dirga. Mereka sudah memiliki rencana kedua untuk mendekatkan Dirga dengan Ifah. Yah, memang dari awal Dirga yang meminta Nining untuk membantunya mendekati Ifah. Wanita yang membuatnya susah tidur karena terus terbayang senyum manis Ifah tatkala Ifah terpeleset saat berselisih jalan dengan Dirga yang akan menuju sungai.


#Flashback On


Saat itu Ifah yang baru selesai mandi dan mencuci di sungai berselisih dijalan pulang dengan Dirga yang akan mandi di sungai bersama Nining dan seorang kerabatnya. Ifah yang saat itu baru pulang dari sungai hanya menggunakan kain sarung sebatas dada tidak sengaja terpeleset dan reflek Dirga menahan tubuh Ifah dan membawanya dalam pelukannya. Kalo tidak, bisa jadi mereka akan berguling-guling kebawah karena kebetulan jalannya agak menurun. Jadilah Ifah tersandar ke dada bidang Dirga dengan posisi tangan Dirga menahan pinggang Ifah. Mata Dirga tak lepas memandang mata coklat Ifah yang bening, hidung kecil yang mancung, bibir merah muda kecil yang terlihat kenyal karena bibir bawahnya yang agak tebal. Begitu indah dan cantik. Ditambah lagi ketika bahu mutih mulus Ifah yang terekspos dikarenakan dia hanya memakai kemben kain, begitu menggoda iman Dirga..oh tuhan sungguh ini membuat Dirga ingin segera menerkam Ifah saat itu juga. Namun lamunan sesaat Dirga terpecahkan saat Ifah meronta dengan sedikit menggesekan badannya karena dekapan Dirga yang begitu kuat.


'' Maaf bisa lepasin, aku udah ga apa-apa.'' Pinta Ifah yang sangat tidak nyaman dengan posisinya. '' Eh..iya maaf aku ga sengaja, takut kamu jatuh terguling.'' Jawab Dirga sembari melepas pelukannya pada Ifah.


'' Iya, makasih.'' Balas Ifah sambil menganggukan kepalanya dan melanjutkan langkahnya sambil menenteng kain cucian yang sudah dikumpulkan Nining yang sedikit terserak akibat Ifah terpeleset tadi.


'' Woi bro, mangap..mangap, tuh ilernya netes.'' Nining mengekutkan Dirga sambil tertawa.


''Siapa namanya Ning.'' Ucap Dirga dengan matanya terus menatap punggung Ifah sampai menghilang di balik pohon.


''Ifah, namanya Latifah Rasyidin. Dia kan tetangga deket rumah. Itu loh yang rumahnya warna ijo klepon, depannya ada pohon rambutan yang lagi berbuah lebat itu.'' Cerocos Nining tanpa jeda.


''Kamu harus tanggung jawab Ifah, kamu sudah buat jantung atas dan bawahku berdegup kencang.'' Batin Dirgasambil tersenyum.


''Jadi mandi kesungai ga sih Mas Dirga? Malah bengong, pake senyum-senyum lagi, mikirin Ifah ya.'' Ejek Nining.


''Kalau Mas naksir Ifah biar Nining bantu deketin, ntar malam kita kepasar malam mau ga? Masalah Ifah, itu urusan Nining Sulasih.'' Ucap Nining sambil menepuk-nepuk dadanya.


''Baiklah, makasih ya adik Mas yang imut dan cantik''. balas Dirga.


''Yeee...kalo dapat untung baru muji, padahal kan Nining udah cantik dari sono nya.'' Jawab Nining sambil berlalu ke arah sungai.


Jadilah mereka menghabiskan waktu siang itu untuk sekedar menyejukkan badan di sungai yang jernih dan bersih.


#Flashback Off

__ADS_1


''Halo..halo Ning, kamu masih di sana?'' Panggil Ifah. Nining yang lagi berbisik dengan Dirga langsung kaget dan menjawab, '' I...iya Fah, oh ya Fah, sebagai permintaan maaf nanti aku kerumah kamu yah jengukin kamu. Ga enak aku sama Pakde Rasyid udah bikin anak gadisnya cedera.'' Ucap Nining masih dari sambungan telepon.


''Ah lebay kamu mah Ning, ga usah repot aku ga apa juga kok, cuma lecet sama terkilir dikit trus udah berobat sama urut juga, ntar juga sembuh.'' Elak Ifah.


''Ya ga enak aja akunya Fah, gara-gara ajakin kamu naik biang lala kamu jadi jatuh. untung aja Mas Dirga langsung nangkap kamu dibawah.'' Jelas Nining penuh penyesalan.


''Pokoknya aku mau nengokin kamu titik, ntar malam jam tujuh aku kesana.'' Ucap Nining.


'' Ya udah terserah kamu deh, aku mau istirahat dulu ya.. bay.. assalammu'alaikum''. Ifah mengakhiri percakapannya.


''Wa'alaikumsalam.'' Jawab Nining. Akhirnya rencana kedua mereka akan segera terlaksana, nining dan dirga bersorak gembira.


#Flashback On


''Ifah awas.''Teriak Nining ketika Ifah telah melangkahkan satu kakinya keluar pijakan kotak biang lala yang baru ditumpanginya karena sudah waktunya mereka turun. Ya ,Nining meminta Ifah menemaninya naik biang lala karena Yomo dan Dirga takut ketinggian.


Namun naas ketika Ifah akan turun dan satu kakinya masih di atas biang lala tiba-tiba biang lala itu berputar lagi dan akhirnya Ifah tergantung dengan kedua tangannya berpegang pada bagian pintu biang lala.


''Udah, kamu jangan nangis lagi. Aku ga kan biarkan kamu terjatuh apalagi terluka. Aku akan lindungin kamu.'' Bisik Dirga pelan tepat diwajah Ifah, dan satu kejutan lagi Ifah yang mendengar bisikan Dirga langsung mengangkat wajahnya. Dan...cup..tanpa sengaja bi**r Dirga dan Ifah bergesekan nyaris menempel.


''Aduh-aduh kenapa jantungku goyang-goyang yah, tapi kalo nempel lama kayaknya enak juga hehe... ish kok gue mesum gini sih.'' Batin Ifah. Seketika itu juga ifah menarik wajahnya dan mulai mengancang-ancang untuk turun dari gendongan Dirga.


''*Y*a Tuhan, nikmat mana lagi yang ku dustakan. Ifaaaah...kamu buat jantungku jungkir balik. Awas kamu yaa..'' Batin Dirga gemes.


Saat Ifah turun dari gendongan Dirga, terlihat Ifah meringis kesakitan dan memegang bahu kanannya.


'' A..a..aduh, isshh.. auw.'' Ifah mengaduh kesakitan.


'' Ifah kenapa, apa yang sakit? yang mana??'' Cemas Dirga.


''Aawuhh..aduh bahu aku sakit kayaknya terkilir.'' Ucap Ifah sambil menahan sakit.


'' Ya udah kita langsung pulang aja, ayok Ning kita antar Ifah dulu.'' Aajak Yono was-was.

__ADS_1


Dengan sigap tanpa permisi Dirga langsung membawa Ifah dalam gendongannya. Dan Ifah hanya bisa pasrah karena memang dia tidak kuat juga untuk berjalan. Sungguh sikap Dirga langsung menyentuh hati Ifah. Akhirnya mereka menuju rumah Ifah dengan wajah cemas apalagi Nining yang tidak enak sudah bawa pulang Ifah 0dalam keadaan tidak baik-baik saja.


#Flashback Off


Seperti janji Nining, tepat jam tujuh malam ini mereka sudah sampai di depan rumah Ifah. Dan di sini lah mereka sekarang.


'' Ga apa-apa Ning, Pakde ga marah karena semua ini musibah diluar kuasa kita.'' Jawab Pak Rasyid atas permintaan maaf Nining.


'' Iya Ning, aku kan udah bilang tadi siang kalo aku cuma terkilir bahu sama lecet tangan dikit.'' Ifah manimpali.


Dirga yang berada tepat duduk di depan Ifah tak henti-hentinya menatap Ifah. Nining yang sadar arah pandangan Pak Rasyid langsung buka suara.


'' Oh ya Pakde, kenalin ini Mas Dirga anaknya tante Nining yang di kota. Kebetulan lagi liburan di kampung.'' Nining memperkenalkan Dirga.


Pak Rasyid yang penasaran langsung menjawab, '' Ini Dirga anaknya Mirna adek bapak kamu ya?'' Ucap Pak Rasyid memastikan.


'' Iya Pak, kenalkan saya Dirga anaknya Bu Mirna.'' Sahut Dirga sambil mengulurkan tanganya dan mencium takzim tangan Pak Rasyid.


''Ya ya.. akhirnya kamu balik kampung lagi, sudah lama ya rasanya mungkin sudah hampir 15 tahun kamu ga pulang-pulang.'' Ucap Pak Rasyid.


'' Iya Pak, sejak Dirga kelas tiga SD diajak Papa pindah ke kota dan menetap sampai sekarang.'' Dirga menjelaskan.


'' Kamu lupa ya sama Bapak? Bapak dulu guru kamu waktu kelas tiga SD, ya walaupun sebentar karena kamu udah pindah. Ingat waktu Ifah dulu sering jahilin kamu, kamu nangis ke Bapak dan akhirnya Ifah Bapak hukum.'' Ucap Pak Rasyid sambil tertawa.


Namun berbeda dengan Ifah yang sungguh terkejut dengan cerita Bapaknya.


''Jadi dia si cengeng itu?..waduh..gawat nih siapa tau dia mau nuntut balas.'' Reflek Ifah menepuk keningnya. Mereka yang bingung langsung menatap semuanya ke arah Ifah.


'' Kamu kenapa Fah?'' Tanya Pak Rasyid.


''E eh ini Pak ada nyamuk gigit kening Ifah hehe..'' Ucap Ifah nyengir kuda.


''*A*khirnya ku menemukanmu Ifah, kamu memang ga berubah, malah makin cantik. Jadi kangen diusilin kamu lagi Ifah.'' Batin Dirga yang tersenyum menatap Ifah yang sedang curi-curi pandang padanya.

__ADS_1


__ADS_2