Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
20 Penyesalan Dirga


__ADS_3

Hari ini ifah berencana akan keluar untuk membeli susu hamil dan beberapa buah-buahan segar di super market dekat gedung apartemennya. Sudah beberapa kali ifah menghubungi ponsel Dirga, namun tidak diangkat-angakat oleh Dirga. Akhrinya Ifah meminta ijin suaminya lewat apilkasi chat hijau saja. Sejak kepergian Dirga dari pagi tadi, Dirga tidak pernah sekalipun menghubungi Ifah.


Dengan langkah lemas Ifah menuju kesebuah super market, setibanya di super market Ifah langsung mendorong stroly menuju rak tempat berjejernya segala macam susu khusus ibu hamil. Tengah memilih-milih, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang wanita yang juga tengah memilih-milih susu hamil.


''maaf.. maaf mba'' ujar Ifah sambil mendempetkan dua telapak tangan kedadanya.


Sedetik kemudian Ifah dan wanita itu membeku dengan mata saling menatap. Ifah yang kaget kemudian menjatuhkan kotak susu yang sedang dipegangnya.


''ini mba, barangnya jatuh''. ucap wanita itu dengan senyum yang sulit untuk diartikan.


''Mba Nadira??''. lirih Ifah kaget.


''kita ketemu lagi Ifah, kebetulan banget yah kita ketemu di sini. sama-sama beli susu hamil lagi''. bisik Nadira tepat di telinga Ifah.


Seketika mata ifah menatap ke arah perut Nadira yang nampak sedikit menonjol dari balik dress ketat yang di pakainya. Nadira pun mengikuti arah tatapan mata Ifah.


''ya Ifah, aku juga sedang hamil. Kamu mau tau ga siapa ayahnya?''. kembali Nadira berbisik di telinga Ifah.


''Ayahnya adalah suami kamu, Dirga!''. bisik Nadira penuh penekanan.


''tii tidak mungkin, mas dirga ga mungkin lakuin ini ke aku. aku ga percaya, aku tau kamu wanita licik. mas Dirga ga akan ngelakuin ini ke aku. ga.. ga mungkin''. ucap ifah tidak percaya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


''Terserah kamu percaya atau tidak, aku ga peduli. Dan satu lagi, kalo kamu masih mau tetap bersama dirga, maka kamu harus siap menerima aku sebagai madumu. secara Dirga akan segera menikahiku ada ataupun tanpa restu darimu''. ujar nadira dengan angkuhnya meninggalkan Ifah yang tengah diam membeku.


Sungguh perkataan Nadira langsung membuat jantung Ifah berdegup kencang, kakinya sudah tidak mampu lagi menahan bobot tubuhnya. segera Ifah berpegangan pada rak di depannya. Matanya menjadi panas, bulir bening mengalir deras tanpa permisi. kedua telapak tangannya menutup mulutnya sambil menggeleng-gelelengkan kepalanya betapa dia tidak percaya dengan apa yang Nadira katakan.


Rasa sesak didada membuat ifah tidak ingin berlama-lama berdiri di sana. dengan langkah yang setengah berlari ifah meninggalkan belanjaan yang sebagian sudah dipilihnya.


''Ini baru permulaan Ifah, sebentar lagi posisimu akan menjadi milikku hahaha..''. Ucap Nadira dengan tawa bahagianya dibalik rak yang berjejer sambil menatap Ifah dengan penuh kemenangan.


*****

__ADS_1


Dirga yang baru saja selesai melakukan meeting dengan rekanan bengkelnya langsung menuju showroom untuk mengecek beberapa berkas penting yang harus segera diserahkannya pada salah satu perusahaan rekanannya.


Saat ini Dirga tengah duduk di kursi kebesarannya, entah mengapa tiba-tiba dia teringat dengan istrinya yang dia tinggalkan tadi pagi tanpa pamit dan tanpa kabar sampai sekarang. Diambilnya benda pipih canggih miliknya, dan kemudian terlihat 10 kali panggilan tak terjawab dari Ifah serta dua buah chat aplikasi hijau yang juga dari istrinya itu. ketika membaca, terlihat bibirnya melengkung ke atas. ada pesan ifah yang membuatnya bahagia. selain meminta ijin untuk ke super market, ifah tidak lupa untuk memastikan suaminya untuk tidak telat makan siang. akhirnya jari dirga menyentuh tombol panggilan untuk istrinya. Telah berkali-kali dirga menghubungi Ifah, namun nomor Ifah tetap berada di luar jangkauan.


Karena tidak bisa di hubungi akhirnya Dirga memulai menyelesaikan pekerjaannya agar segera bisa pulang untuk bertemu dengan Ifah. Entah mengapa sejak ifah tengah hamil, Dirga selalu ingin mencium aroma tubuh istrinya yang menjadi aroma rileksasi baginnya.


Tidak butuh waktu lama bagi Dirga untuk menyelesaikan pekerjaannya. Cukup dua jam saja Dirga telah selesai dengan semua berkas yang tadi menumpuk di atas menjanya. Dilihatnya penujuk waktu yang melingkar ditanganya, jarum jamnya telah menunjuk pukul 4 sore. bergegaslah Dirga untuk keluar dari ruangannya, namum tiba-tiba muncul Leo dan Wahyu dari balik pintu.


''Sore bro, kita ganggu ga?''. ucap Leo nyelonong masuk tanpa permisi.


''ga juga sih, yuk masuk. kebetulan kerjaan gue udah beres. giman ada kabar bagus?''. Tanya Dirga.


''tau aja ni orang, ya iya lah..sesuai jaringan Leo yang ada di Negara J, ternyata nadira ada masalah sama manegernya si Alex. makanya dia balik lagi ke negara ini''. tutur Wahyu.


''maksudnya? gue ga ngerti, apa hubungannya masalah dia sama Alex dengan masalah yang gue sekarang?''. tanya Dirga penuh kebingungan.


''hadeuu..sejak jarang gaul sama kita jadi lemot banget sih lo. Leo, lo jelasin gih. lambat loading dia''. ujar Wahyu kesal.


Akhirnya Leo menceritakan mulai dari Alex menjebak Nadira di hotel negara J, sehingga membuat nadira terjebak malam panas dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya yang yang ternyata salah masuk kamar. Sampai dengan rencana licik Nadira untuk menjebak Dirga di hotel malam itu.


''tapi sorry bro, untuk bukti kongkrit kita belum dapat. berhubung baru tadi pagi lo ceritain ke kita, jadi untuk bukti cctv nya kita masih proses. tapi gue janji, paling lambat malam ini orang-orang gue udah dapatin tu bukti cctv nya''. jelas Leo.


Bagi Leo untuk berburu informasi adalah hal yang mudah untuknya, karena Leo adalah salah satu pimpinan mafia yang ada di negaranya ini. Dirga dan Wahyu juga tahu akan pekerjaan Leo disamping dia juga memiliki beberapa club malam. Sedangkan Wahyu adalah salah satu pengusaha handal di bidang fashion,dan dia adalah pemilik salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota J.


''kurang ajar, beraninya dia menjebak gue. bodohnya gue mau aja dikibulin wanita licik itu. awas kamu dira, kamu liat permainanku''. gumam dirga dengan rahangnya yang sudah mengeras dan buku-buku tangannya yang sudah memutih akibat kepalan tangannya yang kuat menahan amarah.


''Tenang bro tenang, kita main halus. lo jangan gegabah, bisa-bisa rencana kita jadi gagal''. ucap Wahyu.


''benar kata Wahyu, yang terpenting sekarang lo selesaikan masalah lo sama istri lo. jangan sampai terjadi apa-apa sama kehamilannya''. jelas Leo menambahkan.


Kemudian Dirga berdiri dan berjalan ke arah dinding kaca ruangannya sambil menatap sendu keramaian mobil dan motor yang berlalu lalang di jalanan yang berada di depan showroomnya. bibirnya bergetar, bulir bening menetes indah disudut matanya dan mengalir deras di pipinya.

__ADS_1


''gue ga tau harus mulai dari mana menjelaskan sama ifah, sejak awal gue udah ga jujur sama ifah. gue udah nyakitin dia terlalu dalam bro. yang ifah tahu gue udah putus sama nadira jauh sebelum dia hadir dalam hidup gue. bodohnya gue mau kena bujuk rayunya nadira. Bodohnya gue ga bisa tegas dengan hati gue bro''. ucap dirga mulai bicara dengan bahunya yang bergetar.


''Jujur saat nadira datang lagi, hati gue masih ingin memilikinya. tapi dilain sisi gue ga bisa lepasin ifah gitu aja. gue ngerasa ada yang hilang kalo ifah ga disamping gue. dan.. dan bodohnya gue baru sadar kalo di hati gue hanya ifah yang merajainya. sedangkan nadira hanya obsesi gue semata. dan sekarang gue terjebak dengan permainan gue sendiri. Banyak sandiwara yang gue lakukan dihadapan ifah. gue ga bisa ngebayangin gimana hancurnya perasaan ifah saat tahu gue udah bohongin dia bahkan sebelum kami resmi menikah. gue bingung bro..gue takut ifah akan ninggalin gue hiks..hiks..gue ga bisa hidup tanpa ifah bro, gue ga sanggup. apalagi saat ini ada buah cinta gue dalam perut ifah, gue ga mau pisah sama ifah gue ga mau hiks..hikss''. dirga menangis histeris dengan lututnya yang sudah menyentuh lantai.


''sudah bro, sekarang menyesal bukan satu-satunya jalan masalah lo bisa selesai. lo harus buktiin kalo lo ga bersalah atas kehamilan nadira''. ucap Wahyu sambil menepuk-nepuk bahu dirga.


''betul bro, kalo masalah kehamilan nadira bisa kita bantu bro. tapi kalo masalah kebohongan lo yang tetap menjalin hubungan dengan nadira secara diam-diam serta sandiwara yang lo buat, cuma lo sendiri yang harus berjuang, kita cuma bisa bantu dengan do'a''. jelas Leo menambahkan.


''Lo harus berjuang bro, demi anak dan istri lo, dan demi keutuhan rumah tangga lo bro''. tambah Wahyu menimpali.


Mendengar nasehat dari para sahabatnya, semangat dirga kembali bangkit. tekatnya semakin kuat untuk memperbaiki semua kesalahannya.


''kalian benar, gue ga boleh nyerah. gue harus kuat untuk menghadapi ini semua, demi istri dan calon anak gue. yah yah..gue harus semangat. makasih bro, kalian memang sahabat sejati gue''. ucap dirga penuh semangat dan memeluk kedua sahabatnya itu.


''Ya udah cabut yuk, gue mau cek club yang dijalan mawar. ntar ga keburu''. kata Leo sambil melerai pelukan mereka.


''hmm, gue juga mau cepat-cepat minta maaf dan jelasin semuanya ke istri gue''. jawab dirga.


Akhirnya mereke pergi meninggalkan showroom dirga dengan kendaraan masing-masing. Dirga dan Leo dengan mobil, sedangkan Wahyu menggunakan sepeda motor ninjanya.


Pada saat Dirga membuka pintu apartemen, betapa kagetnya Dirha melihat seluruh ruangan dalam keadaan gelap gulita, pikirannya langsung tertuju pada Ifah. Setelah semua lampu menyala, barulah Dirga melangkahkan kakinya menuju kamar dimana dia dan ifah tidur. Ternyata didalam kamarnya juga gelap gulita. setelah dinyalakannya lampu, Dirga mulai panik karena dilihatnya tidak ada tanda-tanda keberadaan ifah. segera dia berlari keluar, namun saat berada di depan pintu kamar nomor dua yang berada tepat di depan kamarnya langkah dirga terhenti. dilihatnya dari celah bawah pintu lampu kamar itu menyala. Tanpa pikir panjang dirga mulai membuka pintu kamar namun terkunci dari dalam.


Tok..tok..tok..


''sayang..sayaaang..apa kamu di dalam?''. ucap Dirga dari depan pintu kamar itu. namun tak kunjung ada jawaban.


''sayaaang..buka pintunya sayaang..sayaaang!''. masih diam tak ada jawaban.


Melihat tidak ada jawaban dari dalam, perasaan kuwatir Dirga makim besar. Akhirnya Dirga mendobrak pintu kamar, hanya tiga kali dorongan lengan bahunya pintu kamarpun terbuka. Terlihat jelas seseorang tengah terbaring di lantai kamar.


''Ifaaah...sayaaaaaang!''. Dirga berteriak histeris melihat ifah yang sudah terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar.

__ADS_1


__ADS_2