
Sesuai dengan perkataan Dirga, dia dan keluarganya mendatangi rumah Ifah. Niatannya untuk mempersunting Ifah disambut bahagia oleh kedua keluarga, terutama Pak Rasyid Bapak Ifah. selain dilihatnya Dirga sangat menyangi anaknya, Pak Rasyid juga senang karena juga telah lebih dulu mengenal Papa dan Mama Dirga yang notabennya adalah keluarga Nining tetangganya sendiri dan pernah tinggal di kampung dulu.
Tidak butuh waktu lama, keluarga memutuskan bahwa mereka akan melangsungkan pernikahan dalam kurun waktu satu bulan lagi. Dikarenakan semua sudah sama-sama cocok, baik Ifah dan Dirga apalagi kedua orang tua mereka.
Hari berganti hari, tak terasa dua minggu lagi Ifah akan merubah statusnya menjadi seorang istri Dirga. Betapa bahagianya Ifah, karena dia akan menikah dengan laki-laki yang sangat dicintainya begitu juga sebaliknya Dirga yang sangat menyayanginya. Semua persiapan sudah mulai di lakukan, termasuk surat-surat untuk mengurus akte nikah ke KUA (Kantor Urusan Agama).
Namun beberapa waktu belakangan ini, Dirga sudah mulai jarang menghubungi Ifah. Sesekali Ifah yang mulai dulu menghubungi Dirga, karena takut terjadi sesuatu dengan Dirga. Seperti sekarang mereka sedang melakukan sambungan telepon.
'' Assalammu'alaikum Mas, maaf Ifah ganggu Mas.'' Ifah memulai percakapan.
'' Wa'alaikumsalam Ifah, ya ga pa-pa. Ini juga lagi makan siang, ada apa telepon Mas?'' Jawab Dirga.
'' Mau tanya kabar Mas aja, kan udah lama Mas ga telepon Ifah. Sekalian mau bilang baju kebayanya udah diantar kurir semalam, dan alhamdulillah muat sama Ifah. Apa mas belum liat foto yang Ifah kirim semalam?'' Tutur Ifah antusias.
''Oh itu, ya syukurlah kalo muat. Nanti Mas liat fotonya ya, Mas lagi sibuk banget akhir-akhir ini. Maaf ya Fah, Mas tutup dulu teleponnya. Mas lagi banyak kerjaan yang harus Mas selesaikan sebelum acara kita, biar nanti ga kerepotan kali Masnya.'' Pangkas dirga.
'' Oh ya udah Mas , ga apa-apa. Ifah cuma mau bilang itu aja kok. Ya udah Mas baik-baik ya di sana, jaga kesehatan apa lagi jangan sampai telat makannya ya sayang.'' Sengaja Ifah pakai kata sayang untuk memancing Dirga.
'' Iya, baiklah. Udah dulu ya Fah, Assalammu'alaikum.'' Dirga langsung memutuskan panggilan ponselnya.
''Wa'alaikumsalam.'' Jawab Ifah lemah.
Deg..ada seuatu yang mengganjal di hati Ifah, namun berusaha ditepisnya.''Apa ini hanya perasaan aku aja yah, kok Mas Dirga agak aneh belakangan ini? Biasanya Dia kan selalu memanggil aku sayang, tapi tadi aku panggil sayang kok dianya...? Ah, ga itu perasaan aku aja. Mas Dirga kan lagi sibuk, apalagi acara pernikahan kami yang berlangsung cepat. Tapi kok semenjak kemaren dia bilang hanya akan acara akad saja di kampung dan pestanya baru di kota, kok Mas Dirga makin jarang gitu yah hubungin aku?. atau jangan-jangan...?ah ga mungkin, Mas Dirga kan cinta banget sama aku. Udah ah Ifah, jangan demam nikah..posotif thinking ajah, buktinya dia ga batalin kan. Berarti semua baik-baik saja.. okeh.'' Gejolak batin ifah yang mulai merasakan keanehan pada sikap Dirga padanya.
Ditempat lain, '' Maafkan Mas Ifah.'' Ucap pelan Dirga sambil menatap jauh keluar jendela, yah Dirga sekarang sedang berada di apartemennya dan tidak seorang diri.
Sekarang Ifah sedang melakukan sesi video call dengan dua sahabatnya, ya siapa lagi kalau bukan Hesti dan Weni.
__ADS_1
'' Aaa...kangeeen.'' Rengek Hesti dan Weni bersamaan.
'' Kangeen jugaaa, udah lama banget tau Lo pada ga hubungi gue. Kalo bukan gue duluan nih yang hubungin, kalian pasti lupain aku.'' Sewot Ifah sambil memanyunkan bibirnya.
''Ga gitu juga kali Fah, Lo kan tau sekarang gue lagi sibuk nyari kerja. Secara kan gue baru lulus kuliah.'' Jawab Hesti.
''Betul banget Fah, secara kan si Hesti udah dapat jabatan baru. Hesti Narmawati, S.Pg, Sarjana Pengangguran hua haha.'' Weni menimpali sbil tertawa terbahak-bahak.
'' Basar lo yah, enak aja. Asal lo pada tau ya gue udah ada panggilan kerja dan besok mau tes wawancara.'' Ucap Hesti dengan mencoel hidungnya dengan satu jempol tangannya.
''Wah alhamdulilah Hes, gue do'akan semoga kerjaan tu rejekinya Lo.'' Ucap Ifah sumringah.
'' Amiiiin... pasti ding, secara gue pintar cantik, dan sexy.'' Sombong Hesti. ''Dari pada Lo Wen, udah sah jadi predikat mahasiswa abadih hahaa..'' tambah Hesti tertawa mengejek Wani. Yah begitulah mereka, walau ceplas-ceplos tapi mereka tau bahwa rasa sayang diantara mereka lebih kuat dari yang lain.
''Betewe, kayaknya ada yang lagi bahagia nih. Tuh liat banyak emoji hati keluar dari wajahnya.'' Ejek Weni.
''Bener banget Wen, kayaknya ada kabar baik nih.'' Balas Hesti.
''Aaaa...Ifaaaaaah...'' Teriak Hesti dan Weni bersamaan.
''.Kok bisa sih Fah? Sama Siapa??'' Tutur Weni penasaran.
'' Iya bisa lah, Ifah gitu loh.'' Jawab Ifah.
''Gimana sih, kok bisa? Sumpah gue penasaran banget siapa pria terbaik yang bisa menangin hati sahabat gue nih!'' Tambah Hesti.
Jadilah Ifah menjelaskan bagaimana awal dia bertemu dengan Dirga, bagaimana usaha Dirga memenangkan hatinya dan sampai Dirga akan menikahinya minggu depan kecuali sedikit kegelisahannya tentang perubahan dirga belakangan ini yang tidak Ifah ceritakan.
__ADS_1
'' Gue do'ain pernikahan Lo langgeng dan bahagia selalu.'' Ucapa Hesti.
''Dan cepat kasih kami ponakan lucu-lucu yang banyak.'' Tambah Weni.
''Amiiiiin..' Jawab mereka bersamaan.
'' Ingat loh jangan sampe ga datang. Awas aja nanti ga datang gue blokir kalian dari dunia pertemanan.'' Ancam Ifah.
''InsyaAllah hadir.'' Balas Hesti dan Weni bersamaan. Jadilah hampir dua jam penuh mereka bernostalgia, sesekali terdengar tawa renyah dari mereka bertiga.
Diruang tamu rumah Ifah, terlihat Ayah Nining dan Pak Rasyid sedang berbincang santai tentang acara akad nikah Ifah dan Dirga yang akan dilaksanakan tepatnya enam hari lagi.
''Gimana Mas Kardi, udah cocok kan acaranya kita mulai ba'da Zuhur. Soalnya Kak KUAnya bisa jam segitu, kalo pagi sama malam beliau sudah ada acara akad yang daftar duluan.'' Jelas Pak Rasyid.
'' Yahnudah kalo begitu Kang Mas, biar nanti saya sampaikan ke Mirna kalo ga bisa malam acranya. Biar mereka bisa ngatur lagi jadwal keberangkatannya ke sini.'' Jawab Kardi Ayah Nining.
'' Ya sudah, ayo di minum dulu tehnya Mas Kardi.'' Ucap Ayah Ifah dan meminum tehnya terlebih dahulu.
'' Baiklah Kang Mas, sekalian mau pamit dulu. Sudah sore, masih banyak yang mau disiapkan.'' Akhirnya ayah nining pulang bertepatan dengan munculnya Ifah dari dalam kamarnya.
''Ifah, nanti kamu sampaikan sama Nak Dirga kalo acara akadnya ga bisa malam, ba'da Zuhur jadinya.'' Tutur Pak Rasyid.
'' Oh gitu ya Pak, ya sudah nanti Ifah sampaikan sama Mas Dirga.'' Jawab Ifah.
'' Ya sudah kalo begitu.'' Ucap Pak Rasyid berlalu.
Telah berulang kali Ifah menghubungi nomor Dirga, tapi sudah yang ke sepuluh panggilan itu masih tidak dijawab.
__ADS_1
''Kok ga diangkat-angkat sih, padahal ini sudah jam 9 malam. Bukannya ini sudah jauh dari waktu normal pulang kerja? Apa Mas Dirga kecapean yah jadi ketiduran? Ya sudah lah aku chat langsung ajah.'' Gumam Ifah.
Yah begitulah, Dirga masih susah untuk dihubungi. Kalau biasanya Dirga akan langsung membalas panggilan telepon Ifah atau hanya sekedar sebuah chat permintaan maaf. Sebenarnya perasan Ifah belakangan ini sangat tidak menentu, apalagi melihat perubahan Dirga terhadapnya. Namun semua itu berusaha ditepis Ifah karena begitu besar rasa cinta dan kepercayaan Ifah pada Dirga.