Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
19 Kecurigaan Dirga


__ADS_3

Dirga yang telah sampai di lobi apartemen yang sebelumnya telah memarkirkan mobilnya di bawah sedang berjalan menuju lift, dan tiba-tiba ponselnya berbunyi.


''ya hallo mah''. jawab dirga.


..................''


''iya, mah dirga lagsung ke bandara''. ucap dirga sambil berlari kencang menuju mobilnya yang terparkir tadi.


Setelah menempuh waktu hampir 45 menit, sekarang dirga tengah berjalan di koridor ruang tunggu bandara sambil sedikit berlari menuju dimana mama dan papanya sedang menunggu.


''maa....''. teriak dirga sambil menuju tempat mama dan papanya berada.


Terlihat pak Rudi tengah duduk di atas kusri roda dengan selang infus yang sudah menancap di tangan kirinya dan selang oksigen yang menempel dilubang gidungny. terlihat jelas kalo kondisi pak rudi sangat tidak baik. melihat kondisi papanya, dirga langsung berjongkok di samping kursi roda pak rudi.


''pa, kenapa papa bisa makin drop pa? kenapa papa dan mama ga cerita sama dirga hiks..hiks..'' tangis dirga akhirnya pecah juga. bagaimana tidak, orang yang paling berjasa dalam hidup tengah berjuang untuk melawan penyakit yang mungkin saja akan merenggut nyawa papanya.


''papa ga apa-apa nak, papa hanya kecapean saja. sekarang dokter hengki sudah dapat rumah sakit yang akan mengobati papa di negara S. do'akan saja ya biar papa bisa kumpul lagi sama kalian, terutama mantu dan calon cucu papa''. ucap pak rudi dengan senyum pucatnya.


''Papa harus kuat, dirga yakin papa bisa melewati ini. dirga syang sama papa, dirga ga mau...hiks hiks...''. dirga kembali menangis dan memeluk papanya erat. Pak rudi membalas pelukkan dirga sambil mengusap-usap punggung anak lelakinya.


''kamu harus janji sama papa dan mama, jaga ifah istri kamu baik-baik. jangan sampai dia tahu dulu tentang kondisi papa. papa janji akan menemui kalian dalam keaadaan jauh lebih baik. jangan pernah sakiti ifah ya, dia anak yang baik. dan papa tau dia sangat tulus mencintai kamu. papa harap kalian menjaga calon cucu papa dengan baik dan penuh cinta''. tutur pak rudi sambil memegang kedua pundak dirga dan menatapnya penuh harap.


Dirga hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak bisa berkata-kata lagi. sungguh berat beban yang dia pikul saat ini, memikirkan kehamilan ifah dan nadira yang muncul bersamaan serta papanya yang sedang berjuang dalam sakitnya.


Malam itu dirga melepas keberangkatan orang tuanya dengan berat hati karena mama dan papanya melarang dia mengantar sampai ke negara S mengingat ifah yang juga tengah hamil muda. walaupun ada dokter hengki yang mendampingi, namun rasa kuwatir akan kondisi papanya tetap membuat dirga tidak bisa tenang.


Dengan berat dirga langkahkan kakinya meninggalkan bandara dan melajukan mobilnya menuju apartemennya. sesampainya di apartemen penunjuk waktu tengah menunjukkan waktu jam 2 dini hari. pada saat masuk kamar dilihatnya seorang wanita yang tengah meringkuk dalam selimut di atas tempat tidur. dengan hati-hati dirga langsung masuk kedalam selimut dan menarik punggung ifah kemudian memeluk ifah dengan sangat erat. entah mengapa dengan hanya memeluk ifah telah membuat hati dan tubuhnya menjadi lebih tenang.


Ketika tangan dirga menyentuh perut ifah, ada rasa haru yang dirasakannya. di usap-usapnya perut datar ifah diikuti dengan tangis yang tertahan. tanpa bisa dia tahan lagi, bulir-bulir bening telah mengalir deras dipipinya dan mulai membasahi punggung ifah. hal itu membuat ifah terbangun dari tidur nyenyaknya.

__ADS_1


''mas, kamu udah pulang? mas udah makan? ifah siapkan makan dulu ya''. ucap ifah dengan suara lembut khas bangun tidurnya. bukannya menjawab malah semakin membuat dirga tergugu. bagaiman tidak, telah begitu dalam disakitinya hati istrinya namun ifah masih melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik. walau hanya perhatian kecil, namun mampu menusuk relung hatinya yang terdalam.


''mas.. mas kenapa? kok mas nangis??'' ucap ifah yang hendak membalikkan badannya. namun ditahan oleh dirga.


''biarkan begini saja''. lirih dirga yang kemudian semakin menyembunyikan wajahnya dibalik pundak ifah. mau tidak mau, ifah hanya bisa diam dan mengusap lembut tangan dirga yang berada diperutnya.


''baiklah, mungkin sebaiknya besok pagi saja aku tanya sama mas dirga. tapi kenapa dia begitu sangat sedih??''.batin ifah dan kemudian mulai memejamkan kembali matanya yang memang masih mengantuk.


Akhirnya ifah tertidur lelap sepanjang malam dalam pelukkan hangat suaminya, begitu nyaman sehingga tanpa sadar sang mentari telah menampakkan keangkuhannya.


Pada saat ifah telah membuka matanya, segera dicarinya keberadaan dirga. namun nihil, pria yang dicarinya sudah tidak ada di sudut ruangan manapun. ya, dirga telah berangkat kerja lebih dulu, dia lakukan hanya untuk menghindar dari ifah. dirga belum siap, jangankan untuk bicara, menatap mata ifah saja dia tidak sanggup. alhasil, dirga berangkat sangat pagi sekali agar tidak ada kesempatan bagi ifah untuk bertanya padanya.


''kemana mas dirga? kok ga ada, apa udah berangkat kerja ya?, tapi kok cepat banget perginya?''. gumam ifah dengan penuh kebingungan. tidak ingin terus dalam kebingungan, ifah akhirnya lanjut melakukan aktifitas biasanya.


*****


''betul, lo kemana aja selama ini? udah lama lo ga pernah mau ngumpul-ngumpul ama kita lagi. kita pikir lo udah lupa ama kita-kita. tapi kalo dilihat-lihat sekarang kanyaknya lo lagi beban berat banget, iya ga yu?''. tambah Leo.


''yap, betul banget. cerita bro''. balas wahyu.


Wahyu dan Leo adalah sahabat dekat Dirga sejak duduk dibangku SMA. Sangking akrabnya, tak ada satupun masa-masa remaja yang tidak mereka lakukan bersama. bahkan orang tua mereka juga saling bersahabat dan sering kumpul-kumpul hanya untuk menghabiskan waktu bersama.


''gue minta maaf, kemaren bukan maksud menjauh. tapi karena gue lagi ada masalah dan masalah itu makin kesini makin berat aja''. jelas dirga sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dan matanya menatap kosong langit-langit kafe tempat mereka biasa janjian sekarang.


''ada apa bro? mana tau kita bisa bantu, apa ini ada hubungannya dengan kembalinya nadira?''. ujar Leo.


''jadi lo udah tau nadira udah balik?''. kaget dirga dengan langsung memperbaiki duduknya.


''iya lah, lo kan tau Luna sama nadira temenan''. jelas Leo. Luna adalah adik kandung Leo satu-satunya.

__ADS_1


''apa Luna ada cerita sesuatu sama lo tentang nadira?''. tanya dirga antusias.


''ga ada, cuma kasih tau aja kalo nadira udah balik ke Indo sejak dua bulan yang lalu. itu aja..''. jawab Leo.


''memangnya ada masalah apa bro? apa ini ada sangkut pautnya dengan nadira?''. tamba Wahyu.


Dirga menganggukan kepalanya, kumudian dirga mulai menceritakan semua kisahnya. mulai dari pertemuannya dengan ifah, kemuculan nadira yang tiba-tiba serta malapetaka yang datang setelah kesalahan satu malam yang dilakukannya dengan nadira.


''maaf sebelumnya bro, bukan maksud apa-apa. tapi apa lo yakin yang dikandung nadira anak lo? maksud gue, apa lo yang pertama bagi nadira? ya lo pasti jelas lah maksud gue''. ulas Leo setelah mendengar cerita dirga.


Untuk sesaat dirga terdiam, dia mulai mengingat-ingat kejadian kejadian malam panasnya bersama nadira. pada saat itu seingatnya dia tengah minum segelas anggur dan dia mulai merasa aneh. ada rasa ingin melepaskan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya. kemudian dia masuk kesebuah kamar hotel, dan hal terlarangpun terjadi. dan paginya..?


''seingat gue ga ada noda darah di atas kasur, dan nadira juga ga ada kesakitan seperti malam pertama gue sama ifah''. jelas dirga.


''nah fix, lo mesti selidiki dulu. jangan gegabah bro, kasian istri dan calon anak lo jadi korban, gue tau siapa nadira. apalagi dunia mainnya udah sampai luar negeri. siapa tau lo dijebak sama nadira...''. ulas Leo.


''iya bro, bukan maksud kita apa-apa. coba lo pikir deh. masa tiba-tiba aja dia datang setelah menghilang sekian lama tanpa kabar, trus kemudian tanpa bersalah ngajak ketemuan, trus langsung ngajak ngamar lagi. kayak maksain banget gitu loh. apa lagi lo bilang habis minum kepala lo pusing-pusing gitu. ya kaan?''. tambah Wahyu.


''betul bro, atau kalo perlu kita cek cctv di kafe itu aja gimana? mana tau ada petunjuk''. tambah Leo.


''betul juga, maksih bro. ga rugi gue traktir kalian sarapan pagi''. ucap dirga sambil menepuk-nepuk bahu kedua temannya itu.


''cis..cuma traktir sarapan doang, ntar kalo udah kelar traktir yang gedean dong. masa punya shrowroom besar sama bengkel besar cuma bisa bayarin sarapan, iya ga yu''. ujar Leo.


''betul banget''. jawab Wahyu kemudian meneguk segelas air putih ke mulutnya.


''ok tenang aja, yang penting lo pada bantuin gue kan buat selidiki nadira''. balas Dirga.


''ok.. siap bos''. jawab Leo dan Wahyu bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2