Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
23 Terbongkarnya Kebohongan Nadira


__ADS_3

''Halo nona manis, lama tak jumpa ya''. ucap Leo seranya membungkukkan badan kearah Nadira yang tengah asyik duduk menunggu antrian obat di apotik rumah sakit.


''Hai Leo Wahyu, udah lama ya kita ga jumpa. Apa kabar?''. Ucap Nadira sambil cipika-cipiki Leo dan Wahyu secara bergantian.


''wah makin cantik aja nih, kabar kami baik. kamu gimana dira? siapa yang sakit?''. ucap Leo basa-basi.


''owh..itu aku lagi meriang aja, jadi periksa ke dokter takut kalo lama ntar makin parah. kalian ada apa nih, siapa yang sakit?'' ucap nadira mengalihkan.


''ini, tantenya Leo masuk rumah sakit, habis operasi usus buntu''. jawab Wahyu asal. Leo yang dijadikan alasan langsung melotot.


''i iya dira, tante aku semalam habis operasi usus buntu''. tambah Leo meyakinkan.


''Atas nama nona Nadira''. seru seorang suster.


'' a iya sus, aku tebus obat dulu ya''. jawab Nadira dan langsung mendekat lalu membayar dan mengambil obat yang diberikan suster tersebut.


''Makasih sus''. ucap Nadira.


''Iya Nona, sama-sama''. jawab suster.


Pada saat Nadira hendak berbalik, tiba-tiba Leo mendekatinya.


''Nadira, ikut kita yuk. Barusan Luna telpon katanya ada perlu sama kamu, kebetulan dia lagi jagain tante aku yang habis operasi itu..Katanya penting banget, kalo ga salah katanya tentang Alex''. Ujar Leo meyakinkan.


Hal itu sontak membuat Nadira sedikit penasaran dengan ajakan Luna. Dan Dia juga takut kalo-kalo Luna cerita banyak nanti sama Leo dan Wahyu.


''apa?? Alex??..ada info apa kok Si Luna tiba-tiba ajak gue ketemu?..jangan-jangan Alex udah balik ke sini, awas kamu Lex''. batin Nadira.


''Dira, Dira..kok malah ngelamun. Ayok, ntar keburu habis waktu besuknya''. kata Wahyu mengkagetkan Nadira.


''Oh ya udah ayok''. ucap Nadira tersenyum.


Melihat sandiwara mereka berhasil, Wahyu dan Leo saling mengedipkan mata. Tak butuh waktu lama akhirnya Wahyu, Leo dan Nadira sampai di depan sebuah ruang rawat VVVIP.


''Tunggu bentar ya dira, kita masuk dulu. Ntar biar kita suruh Luna temuin lo di sini''. Ucap Leo.


''Ok, aku tunggu ya''. jawab Nadira yang merasa bersyukur tidak perlu repot-repot ijin buat bicara berdua sama Luna.


Akhirnya Leo dan Wahyu masuk terlebih dahulu dan meninggalkan Nadira yang duduk di kursi luar samping pintu kamar Ifah.


Tok tok tok...


Terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan masuk.


''Assalammu'alaikum bro''. Kata Wahyu dan di ikuti salam yang sama oleh Leo.


''Wa'alaikumsalam''. jawab Dirga dan Ifah.


''gue tungguin dari tadi, lama banget sih lo''. ujar Dirga.


''Sorry bro, kita-kita kan bukan pengangguran. jadi ya agak sibuk dikit lah''. jawab Wahyu.


''Oh ya, kenalin ini istri gue Ifah''. Dirga memperkenalkan Ifah kepada teman-temannya. Ketika Leo akan memberikan tangannya untuk bersalaman sama Ifah...


''Ga usah salaman, lo belum cuci tangan banyak virus.'' ucap Dirga menepis tangan Leo.


''ck..dasar bucin''. balas Leo.


Melihat tingkah Dirga yang tidak sopan, sontak Ifah langsung menyodorkan tangannya kepada Leo. Dan dengan sigap Wahyu meraihnya duluan.

__ADS_1


''Wahyu, mas wahyu''. ucap Wahyu dengan manisnya.


''Ifah kak, Ifah panggil kakak aja ya..kak Wahyu''. kata Ifah yang tangan ya masih bersalaman dengan Wahyu. Lalu dengan Sikap Leo mengambil tangan Ifah.


''Leo, kakak Leo''. Ujar Leo tak kalah manisnya.


''Ifah, kak Leo''. jawab Ifah.


Melihat ulah para sohibnya yang bikin kesal, sontak Dirga langsung melerai salaman Leo dan Ifah. Hal itu membuat Leo dan Wahyu saling cibir.


''Udah salamannya, sekarang ga usah basa-basi. kita langsung ke niat awal''. kata Dirga Kesal.


''O iya, kakak ke sini mau jenguk Dek Ifah. ini kakak bawakan buah-buahan buat dek Ifah, dimakan yah dek''. ucap Wahyu yang bahkan membuat Dirga makin kesal. Kemudian Dirga mencubit pant*at Wahyu..


''aaaa aduh..aduuhh''. kaget Wahyu.


''kakak kenapa?''. tanya Ifah kuwatir.


Melihat mata Dirga yang sudah hampir keluar, Leo langsung mulai bicara serius.


''Begini, sebenarnya tujuan lain kami adalah ingin memberikan bukti atas kejahatan Nadira''. ungkap Leo.


''Maksud kakak?''. Ifah bertanya tak mengerti.


''Ifah, kami bicara di sini bukan untuk membela apalagi membenarkan apa yang dilakukan Dirga. Tapi kami datang untuk meperlihatkan kepadamu kalo Nadira punya rencana jahat kepada kalian terutama Dirga''. jelas Leo. Dan itu membuat Ifah menatap ke arah Dirga yang juga sedang menatapnya.


Kemudian Wahyu langsung mengambil ponselnya dan memperlihatkan beberapa buah Video kepada Ifah, mulai dari Nadira yang memasukkan sesuatu ke minuman Dirga, Dirga yang mulai pusing


dan kepanasan, lalu video di sebuah hotel dimana Nadira membawa Dirga yang terlihat seperti singa kelaparan saat Nadira membawa Dirga masuk ke dalam sebuah kamar.


''Apa maksudnya ini kak?''. tanya Ifah menatap Wahyu dan Leo secara bergantian.


'' Dia juga di jebak oleh managernya di sebuah hotel di negara J, lihat lah foto-foto ini''. Tambah Leo.


Ifah sangat kaget melihat Nadira yang terlihat sangat kacau di sebuah pintu kamar yang di sana juga berdiri seorang pria yang tidak begitu asing bagi Ifah. namun tidak terlalu jelas karena terlihat dari arah belakang. Tiba-tiba Nadira memeluk dan mencium pria tersebut dan menariknya masuk ke dalam kamar. Kemudian foto-foto Nadira yang keluar dengan pakaian yang sama tapi tengah menagis sambil berjalan dan terlihat sangat lemah dan berantakan


''Kenapa pria ini tidak asing bagiku?''. Batin Ifah.


Kemudian Ifah teringat dengan Video Nadira dan Dirga. Dia penasaran dengan adegan yang terjadi di dalam kamar hotel.


''video mas Dirga di hotel sama Nadira kapan terjadinya kak Leo?''. ucap Ifah mulai menginterogasi.


Dan kemudian Dirga meniawab, ''saat kita tunangan tepatnya dua minggu sebelum menikah''. jawab Dirga jujur.


''Apa kamu dan dia melakukan hubungan badan?''. tanya Ifah.


Degg


Semua mata tertuju menatap Dirga, Wahyu dan Leo juga penasaran apakah Dirga sempat menjebol Nadira malam itu. Masalahnya di dalam kamar hotel tidak ada cctv.


''Mati gue, kalo gue jawab ngga, pagi itu gue sama Nadira telanjang bulat. Kalo gue bilang iya, ga kerasa apa-apa. waduh cari selamat aja ah''. Batin Dirga dengan wajah yang dibuat santai.


''Ya ga lah, namanya juga di jebak. mas kan pingsang sayang''.Bela Dirga.


''Hanya tuhan dan kalian yang tahu. kamu banyak sandiwaranya, banyak bohongnya,,!''. Ketus Ifah.


''bebeneran sayang, mas mana mau sam..''. ucapan Dirga terpotong dengan terbukanya pintu kamar rawat Ifah.


''Luna kamu lam..''. Nadira kaget luar biasa. ternyata dia di bohongi Leo dan Wahyu, tidak ada Luna melainkan Dirga dan Ifah.

__ADS_1


''Hai Nadira, ayo masuk. kebetulan banget, ayo sini''.ucap Leo sambil merangkul bahu Nadira. Nadira yang syok menurut saja.


''Ini dia Ifah, pemeran utama kita. wanita ular bermuka dua''. ucap Wahyu.


''Wanita terbuang dan berharap jadi ratu Di istana Tuan Dirga''. tambah Leo.


''Cepat katakan, anak siapa yang ada dalam perutmu itu ha!!''. bentak Dirga dengan suara naik dua oktaf.


''Apa maksud kamu sayang, ini anak kita. buah cinta kita''. jawab Nadira yang langsung memeluk lengan Dirga, tapi ditepis kasar oleh Dirga. Ifah tidak mau langsung bicara, dia ingin jadi penonton setia dulu.


''eh wanita ular, jangan kamu pikir aku bodoh ha..''. hardik Dirga. '' Leo kuliti dia''. ucap Dirga.


Kemudian Leo memperlihatkan kepada Nadira semua barang bukti, mulai dari cctv sampai foto-fotonya saat kejadian di sebuah hotel di negara J.


Seketika wajah Nadira langsung pucat, badannya kaku. Kepalanya mengegeleng-geleng, semua yang dipegangnya terjatuh termasuk surat keterangan hasil pemeriksaan kandungannya.


''Ga Dirga, ini semua bohong. anak ini anak kita sayang, buah cinta kita. jangan percaya mereka, aku yakin wanita kampung ini yang memanipulasi semuanya ini''. ucap Nadira dengan berderai air mata. Mendengar Nadira mengelak dan bahakan menuding Ifah, membuat darah di kepala Dirga mendidih.


''Kamu pikir aku bodoh ha, istriku tidak ada sangkut-pautnya dengan ini. jadi sekarang kamu mau selesai di sini atau di kantor polisi?''. Dirga menggertak Nadira.


Melihat situasi yang tidak memihaknya, Nadira tampak diam menunduk. apa lagi bukti-bukti sudah terlihat jelas tentang kebohongannya. wajah Nadira tampak pucat, tangannya terlihat mengepal, air mata bercucuran namun matanya menyiratkan kebencian.


''Untuk sekarang kamu menang Ifah, tapi tidak untuk selanjutnya. Tunggu pembalasan yang lebih menyakitkan dari ini. Hidup kalian akan aku hancurkan, terutama kamu Ifah''. Batin Nadira penuh dendam.


''Saya akui saya salah, anak ini bukan anak Dirga''. ucap Nadira dengan membuang wajahnya ke samping. Terlihat mata Ifah terpejam menandakan ade kelegaan dalam hatinya bahwa Dirga bukan ayah dari janin Nadira. Namun Ifah belum bisa memaafkan Dirga.


''hei, kalo ngomong liat orang, jangan tembok!''. hardik Wahyu.


''Kemaren sok angkuh, sekarang sok tertindas. Dasar ular keket!''. cibir Leo.


''Minta maaflah sama Istriku, maaf darinya adalah penyelamat untukmu''. ujar Dirga.


''Aku minta maaf Ifah''. kata Nadira yang terlihat sangat tidak tulus.


Ifah yang dari tadi diam mulai bicara,'' aku memaafkanmu untuk calon anakmu, jika suatu saat kamu mengganggu keluargaku lagi, maka jangan salahkan jika aku yang akan menunjukkanmu jalan yang lurus menuju neraka''. kata Ifah dengan tatapan yang menghunus.


Hal itu sontak membuat ruangan rawat Ifah menjadi sangat mencekam. Wahyu dan Leo dibuat kaget olehnya. Dirga yang mendengarpun langsung merinding takut.


''Waduh, bini gue sadis beneer''. batin Dirga.


''Kak Leo, Ifah mau istirahat. Tolong kandangin rubah betinanya sekalian ya, takut lama-lama ngegigit''. Ujar Ifah dengan wajah senyum manjanya. Namun mata Nadira langsung melotot tidak suka.


''Dan sekalian rubah jantannya juga di bawa, biar betinanya jinak''. tambah Ifah lagi.


Wahyu yang mengerti arah maksud Ifah langsung tersenyum geli. Dirga yang terlambat sadar langsung memasang wajah bingungnya.


''Leo, lo bawa yang betina gue bawa yang jantan''. kata Wahyu sambil menarik Dirga ke luar kamar rawat Ifah.


''Sayang, kok mas disuruh ke luar sih. ga mu mas mau temenin kamu ayang''. tengek Dirga. Namun Ifah sudah rebahan dengan membelakangi Dirga.


''shhht..sudah diam, dedek Ifah mau istirahat. Lo ikut gue, kita bereskan betina ini dulu''. ujar Wahyu.


''tapi bini gue..''. rengek Dirga lagi, namun sudah ditarik keluar oleh Wahyu.


''Aku belum selesai dengan kamu mas, teganya kamu mau tukar aku dengan rubah betina itu. Akan ku lihat seberapa sabar dan cintanya dirimu padaku''. Batin Ifah.


Di luar kamar rawat Ifah terlihat Dirga mengusir Nadira dengan penuh emosi. Leo dan Wahyu juga masih jadi penonton setia.


''Mulai sekarang jangan pernah tunjukkan lagi muka iblismu di depanku, apalagi mengganggu istriku. Kalau tidak, hidupmu akan ku hancurkan. sana pergi..!!''. Usir Dirga.

__ADS_1


''cih..hidupmu yang akan ku hancurkan, tunggu pembalasanku Dirga''. Batin Nadira yang sudah dipenuhi amarah dan dendam. Dengan wajah penuh kebencian Nadira pergi meninggalkan trio sahabat itu.


__ADS_2