Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
13 Berbaikan


__ADS_3

Selepas percintaannya di atas ranjang dengan dirga tadi, entah mengapa perasaan ifah mulai terasa hangat kembali. walaupun usaha dirga untuk meyakinkannya belum terlalu keras, namun perasaannya tidak bisa di bohongi kalo rasa cintanya yang besar mengalahkan segalanya. Ditambah lagi dirga yang sudah berterus terang kepadanya dan dengan tulus meminta maaf serta menyesali perbuatannya. ketulusan dan penyesalan dirga dapat ifah rasakan dengan hatinya dari sorot mata dirga ketika menatapnya.


untuk saat ini ifah putuskan untuk memaafkan dirga, tapi kalau untuk kesalahan kedua yang sama maka kemungkinan tidak ada kesempatan lagi bagi dirga.


Saat ini ifah tengah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, dengan menu kesukaan dirga, gulai ayam Padang dengan pergedel kentang sebagai teman makannya.


''baiklah mas, mari kita mulai dari awal lagi. tidak ada kebohongan dan tangisan hanya ada cinta dan kebahagiaan''. gumam ifah setelah selesai menyajikan hidangan di atas meja makan.


Perlahan ifah membuka pintu kamar dan langkah kakinya langsung menuju tepi ranjang tempat dimana dirga sedang duduk sambil fokus pada layar telepon genggamnya.


''mas..''. panggil ifah.


''Ya Allah ifaah, bisa ga kalo datang beri tanda dulu. bisa mati muda mas kalo di kagetkan terus''. ucap dirga kaget sambil mengelus-ngelus dadanya.


''apaan sih mas, jangan ngomong gitu dong!!. baru juga nikah, masa ifah udah mau jadi janda''. cemberut ifah.


''makanya jangan isengin mas lagi''. balas dirga sambil mencoel hidung ifah.


Tiba-tiba dirga meraih pinggang ifah dan mendudukan ifah di atas pangkuannya. Dirga sandarkan kepalanya di dada kenyal ifah, seketika badan ifah menjadi kaku.


''maafkan mas sayang, mas telah menyakitimu dimasa-masa yang seharusnya menjadi masa indah untuk kita berdua. mas memang pantas untuk kamu benci, untuk kamu maki, tapi mas mohon jangan pernah tinggalkan mas. mas ga akan bisa hidup tanpa kamu sayaang. mas sangat mencintaimu, jangan tinggalkan mas ya''. ucap dirga yang kemudian menatap mata ifah dengan air mata yang siap untuk menetes.


Seketika ifah mengapus bulir bening itu dan langsung melingkarkan tangannya keleher dirga, dan memeluk erat dirga.


''ifah udah maafin mas, tapi mas janji ya jangan ada dusta di antara kita. jangan pernah sakiti ifah lagi. mas janji?''. tutur ifah yang kemudian memberikan kelingkingnya ke arah dirga.


''Iya sayang, mas janji, mas akan selalu membahagiankanmu. jangan pernah tinggalkan mas ya''. ucap dirga dan dibalas anggukan kepala oleh ifah.


''gimana kalo mba nadira datang lagi mas''. tanya ifah.


Sebenarnya dirga juga kuwatir akan nadira. dia tahu betul nadira tidak akan puas sebelum keinginannya tercapai, nadira akan melakukan segala cara untuk mendapatkanya termasuk berbuat lebih nekad. yang dirga pikirkan hanya keselamatan istrinya saja, makanya dirga sudah menyewa seseorang untuk mengawasi gerak- gerik nadira.

__ADS_1


''ga mungkin sayang, mas udah ganti pin nya dengan tanggal pernikahan kita''. jawab dirga.


Melihat istrinya manggut-manggut sambil mamanyunkan bibirnya, dirga langsung menarik tengkuk ifah dan cup..


''I love you''. bisik dirga.


''i love you too''. cup ifah mengecup singkat b*bir dirga.


''mau lanjut..??''. ucap dirga sambil mengedipkan sebelah matanya.


''udah ah, udah waktunya makan malam. ifah udah masak masakan kesukaan mas. yuk''. ajak ifah sambil memegang tangan dirga.


''tapi nanti main kuda-kudaan lagi yah sayaaang?''. rengek diega manja sambil mengikuti ifah dari belakang yang terus berjalan menuju meja makan


''apaan sih, jangan ngaco deh. bukannya mas udah gempur ifah habis-habsian tadi siang, masa masih minta nambah lagi sih''. ucapa ifah


''ah itu kan main solo sayang, ga da perlawanan. mas mau main duel biar lebih terasa menantang''. ucap dirga.


''ondeh mandeeehh, lamak bana. tenang sayang, mas bakalan habisin semua, bukan dalam piring ini aja, sak isi atas meja mas habisin. yang penting kamu puas''. jawab dirga sambil mengedipkan sebelah matanya.


''ya ya.. cepat habisin, ngomong terus, yuk makan''. tutur ifah sambil menyuapkan satu sendok nasi gulai ayam ke dalam mulutnya.


''oh ya mas gimana sih ceritanya kok mas sama mba nadira bisa putus?''. tanya ifah santai.


''oh itu, sebenarnya hubungan mas sama nadira sudah berakhir jauh sebelum mas ketemu kamu. dia lergi meninggalkan mas tepatnya lebih dua tahun yang lalu. pergi tanpa ada alasan dan tak pernah ada kabar lagi sampai mas tidak sengaja bertemu dengan waktu dua minggu menjelang pernikahan kita. dan saat itu juga mas jelasin ke dia kalo mas udah mau nikah sama kamu''. dirga menjeda ucapannya.


''tiba-tiba sehari setelahnya dia hubungin mas dan mengancam akan bunuh diri loncat dari lantai apartemennya, trus minta mas datang ke apartementnya''. lanjut dirga.


''trus...?''. tanya ifah.


''yah itulah, bodohnya mas mau aja nurut omongan dia. akhirnya mas setuju buat tetap jalin hubungan sama dia dan pastinya itu imbas sama hubungan kita''. tutur dirga penuh penyesalan.

__ADS_1


''mas ,minta maaf ya sayang, gara-gara mas ga tegas hampir aja hubungan kita jadi korbannya. cuma kamu yang paling mas cinta, kamu janji ya janga tinggalin mas..''. pinta dirga penuh perasaan.


'' hehe..iya sayang, aku percaya sama kamu. sekarang habisin makannya, ntar keburu dingin ga enak''. ucap ifah sambil membelai lembut pipi dirga.


Setelah selesai makan, ifah mebereskan meja makan dan mencuci bersih semua piring temasuk perkakas yang kotor bekas memasak tadi. sedangkan dirga terlihat sedang menonton berita di televisi.


Ketika ifah sedang asik mengelap berkas cipratan air waktu mencuci piring, tiba-tiba dua buah tangan kekar menyusup disela pinggang ifah.


''aduh mas bikin kaget aja''. ucap ifah dan terus melanjutkan mengelapnya.


'''uda belum sayang?, mas ngantuk, ke kamar yuk''. ajak dirga.


''mas duluan aja, ini masih nanggung''. jawab ifah.


Melihat ifah yang tidak konek dengan maksud hati dirga, akhirnya mulai lah dirga memancing ifah. dirga mengecup lembut ceruk leher ifah karena sungguh terlihat sexy oleh dirga. rambutnya yang digulung dan diikat tinggi ke atas menambah gejolak dirga semakin meningkat. dirga makin menempelkan badanya ke punggung ifah.


''mas..jangan gini''. lirih ifah pelan tertahan


''kita tidur yuk''. bisik dirga sedikit menggoda dan sedikit menggigit telinga ifah.


''aw..aduh mas, sakit tau''. jerit ifah.


Dirga yang sudah tidak tahan lagi, langsung mengangkat tubuh ifah dengan kedua tanganya dan ifah mengalungkan kedua tangannya keleher dirga karena takut terjatuh. sesampainya di kamar, dirga meletakkan tibuh ifah dengan hati-hati di atas ranjang. dan kemuadian dia melucuti semua pakaiannya sampai tubuhnya polos.


Dirga mulai mengerayangi tubuh ifah tanpa ada satu bagianpun yang tidak dijamahnya. ifah yang sudah pasrah hanya bisa menikmati sambil membuat irama-irama yang membuat gairah dirga makin tinggi.


''aaaghhhh..mmm...mmmm ah..''. sungguh membuat dirga makin terbakar n*fsu sampai ke ubun-ubunnya.


Setiap kali dirga memuntahkan larva panas ya, setiap itu jugalah tubuh ifah bergetar hebat.


Entah berapa kali dan sampai jam berapa baru dirga membiarkan ifah tidur, yang jelas malam baikan mereka rayakan sepenuhnya di atas ranjang tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2